SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Seri Perbankan Syariat - Bagian 1

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Seri Perbankan Syariat - Bagian 1

Kemunculan Perbankan Syariat

Krisis demi krisis melanda ekonomi dunia hingga banyak sekali bank-bank konvensional yang gulung tikar. Lihat saja dinegara Indonesia saja dalam tahun 2001 M –versi buku Bank Syari’at dari teori ke praktek- telah ada  63 Bank yang sudah tutup, 14 bank telak di take over dan 9 bank lagi harus direkapitulasi dengan biaya ratusan triliyun rupiah.  Ditambah harapan banyak kaum muslimin yang ingin kembali menerapkan ajaran islam dalam  seluruh aspek kehidupannya khususnya dalam masalah ekonomi dan perbankan dan munculnya kebangkitan islam  diera tahun tujuh puluhan.

Semua ini mendorong para peneliti bertekad menerapkan system ekonomi islam (Islamic economic system) dengan mengkonsep perbankan syari’at sebagai alternative pengganti perbankan konvensional. Namun waktu itu keadaan dan situasi yang menyelimuti Negara-negara islam belum mendukung harapan, pemikiran dan tekad tersebut.

Kemudian mulailah adanya usaha-usaha riil untuk menerapkannya dan mencari trik dan cara yang beraneka ragam untuk mengeluarkan profit keuntungan dan sejenisnya dari lingkaran riba. Kemudian muncul  setelah itu dalam dunia islam usaha-usaha yang lebih riil berupa penolakan terhadap realita yang diimport dari barat dizaman penjajahan. Usaha-usaha ini mengarah kepada realisasi pengganti perbankan ribawi dengan perbankan syari’at.

Usaha-usaha ini bertambah cepat dengan banyaknya kaum muslimin yang enggan menyimpan hartanya di bank-bank konvensional dan enggan bermuamalah dengan riba,
DR. Gharib al-Gamal menjelaskan seputar kemunculan perbankan syari’at dengan menyatakan: banyak dari masyarakat islam yang enggan bermuamalah dengan riba, selanjutnya mereka tidak berhubungan muamalah dengan lembaga perbankan yang ada sekarang ini. Dengan dasar ini maka harta-harta milik kelompok masyarakat  kaum muslimin didunia islam yang cukup besar sekali ini akan nganggur ( tidak dapat dikembangkan). Oleh karenanya termasuk factor pendorong ajakan membangun lembaga perbankan syari’at adalah merealisasikan solusi bagi masyarakat ini.

Semua itu dalam rangka usaha memberikan faedah dari harta-harta yang dimiliki masyarakat tersebut untuk kemaslahatan dunia islam seluruhnya. Ditambah lagi untuk pencerahan kepada para penguasa (pemerintah) masyarakat tersebut agar mereka lapang dada membangun system yang menjamin terwujudnya pertumbuhan masyarakat Negara-negara islam dengan cara (uslub) syari’at

Realita banyak kaum muslimin yang sudah enggan bermuamalah riba dan menyimpan hartanya dibank-bank konvensional yang nota bene adalah corong riba akan menyebabkan banyaknya harta kaum muslimin yang membutuhkan lembaga atau institusi yang memudahkan mereka mengelolanya. Tidak mungkin dipungkiri lagi  harta yang demikian besar nominalnya tersebut membutuhkan satu institusi yang dapat menyimpan dan mengelolanya sesuai syari'at. Hal ini mendorong pembentukan lembaga keuangan syariat sebagai satu solusi permasalahan ini.

Umat Islam dan Permasalahan Perbankan Syariat.

Sudah dimaklumi bahwa bank konvensional ribawi berkembang bersama datangnya para colonial. Kesamaan masa antara pendudukan colonial dengan berdirinya bank-bank ini di masyarakat islam membenarkan pendapat bahwa bank-bank tersebut dibangun dengan sengaja agar membantu penjajahan dengan menguasai per-ekonomiannya. Juga agar tertanam dihati masyarakat adanya ketidak sesuaian antara yang mereka yakini tentang pengharaman riba dengan realita yang mereka geluti yang tidak lepas dari riba. Demikian juga dibangun untuk menancapkan benih-benih keraguan tentang benar dan cocoknya syari’at islam di masa-masa kini.

Konsep pemikiran perbankan ini memang diimport dari non muslimin. Ini bisa dibuktikan dengan membaca dan menelaah kitab-kitab fikih klasik, seperti kitab al-Mughni karya imam ibnu Qudamah, Raudhat ath-Thalibin karya imam an-Nawawi dan kitab-kitab induk fikih lainnya. Jelas tidak didapatkan pembahasan mengenai perbankan atau bank dalam kitab-kitab tersebut. Akan tetapi kaum muslimin ketika melihat orang-orang non muslimin membangun perbankan dan perbankan tersebut mampu menunaikan pekerjaan dan khidmat untuk kebutuhan mendesak masyarakat umum. maka mereka ingin memiliki yang seperti itu dan berusaha membuat alternatif yang sesuai syariat. Oleh karena itu diambillah konsep yang dibuat orang-orang non muslimin ini dan menjadikannya dalam bentuk islam.

Fenomena bahaya riba yang telah menimpa umat manusia dewasa ini ditambah kebutuhan yang mendesak dari masyarakat islam dan pemikiran merubah perbankan ribawi menjadi sesuai syariat. Akhirnya banyak orang yang berfikir untuk membangun bank-bank yang dibangun diatas system syari’at islam.

► bersambung ke Seri Perbankan Syariah - Bagian 2


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 7
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 7
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Tanda Allah Tidak Menginginkan Kebaikan Untukmu
Tanda Allah Tidak Menginginkan Kebaikan Untukmu
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Menghadapi Fitnah
Menghadapi Fitnah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Manusia dan Ilmu TIDAK TAHU
Manusia dan Ilmu TIDAK TAHU
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Cara Mengqodho Sholat
Cara Mengqodho Sholat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Anak Shalih
Anak Shalih
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Tanamkan Rasa Yakin dalam Diri
Tanamkan Rasa Yakin dalam Diri
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Siapa Yang Didoakan Malaikat
Siapa Yang Didoakan Malaikat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Qanaah sifat Muslim Terpuji
Qanaah sifat Muslim Terpuji
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Masalah Haidl dan Mandi
Masalah Haidl dan Mandi
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com