SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Perbedaan Niat Antara Imam Dan Makmum

Redaksi SalamDakwah - 5 years ago

Perbedaan Niat Antara Imam Dan Makmum

PERBEDAAN NIAT ANTARA IMAM DAN MAKMUM 

Oleh : Syaikh Abdullah Al-Fauzan

(Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc)

 

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala' Rosulillah, wa ba'du;

 

Termasuk hukum fikhiyah yang wajib utk di ilmui diantaranya perbedaan niat dalam sholat antara imam dan makmum, bahwasanya ini bukan menjadi syarat, beda niat antara imam dan makmum dibolehkan, tdk melanggar aturan, bisa saja seorang yang mengerjakan sholat fardhu berimam/mengikuti kepada yang mengerjakan nafilah/sunnah, atau orang yang sedang mengerjakan sunnah berimam kepada yang sedang melakukan sholat fardhu, dan juga dibolehkan seseorang yang mengerjakan sholat fardhu berimam/ mengikuti orang yang melakukan sholat fardhu yg berbeda niat.

 

Maka disini ada tiga bentuk :

 

» Sebagai contoh yang pertama adalah seseorang memasuki masjid sedangkan imam sholat tarawih, sedangkan ia belum melakukan sholat isya', maka dibolehkan baginya bermakmum dengan imam tersebut dua rakaat, dan ia berdiri menyempurnakan dua rakaat kekurangannya. Ini merupakan pendapat imam Syafi'i dan para sahabatnya, juga merupakan riwayat dari imam Ahmad, yang dipegang erat oleh Ibnu Qudamah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

 

Diriwayatkan dari sahabat Jabir radhiyallahu anhu, bahwasanya sahabat Mu'adz mengerjakan sholat isya' bersama Nabi صلى الله عليه وسلم kemudian pulang ke kaumnya, kemudian mengimami sholat isya' dihadapan kaumnya tersebut ". HR Bukhory dan Muslim

 

Demikiyan pula salah satu bentuk riwayat sholat khouf/perang berkecamuk maka Nabi صلى الله عليه وسلم sholat dengan kelompok pertama sholat fardhu kemudian salam, dan sholat dengan kelompok kedua yang ini adalah sholat nafilah dan salam. HR Muslim, Abu Dawud, dan Nasa'i

 

Adapun hadist yang menyatakan,

"Sesungguhnya dijadikan imam agar diikuti, maka jangan berbeda dengan nya".

 

Hadist ini pemahamannya adalah berbeda dlm gerakan-gerakan yang nampak, sebagaiman ditafsirkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم, dimana Nabi mengkhususkan seperti hadist Jabir di atas, maka tidak ada pertentangan antara dua hadist di atas antara hadist umum dan hadist khusus.

 

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah," Adapun yang menolak perbedaan niat mereka tidak memiliki hujjah yang kuat". Majmu fatawa 23/385

 

»» Contoh kedua seperti seseorang memasuki masjid sedang imam mengerjakan sholat fardu sedangkan ia sudah mengerjakan sholat fardhu tersebut, maka ia melakukan sholat bersama imam yang ia adalah sholat nafilah.

 

»»» Contoh ketiga adalah seperti seseorang menjumpai imam sholat asar sedang dirinya belum melaksanakan kewajiban dhuhur, maka ia melakukan sholat bersama imam dengan ia niatkan sholat dhuhur, bila telah usai maka ia mengerjakan sholat asar, maka disini dituntut agar berurutan.

 


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com