SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hakekat Qanaah

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Hakekat Qanaah

Qana’ah menurut arti bahasanya adalah merasa cukup dan tidak meminta-minta. Dan secara istilah qana’ah merasa cukup atas apa yang dimilikinya. Sikap qana’ah didefinisikan imam al-Ashma’i sebagai sikap merasa cukup dan ridha atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah.

Rela menerima pemberian Allah seadanya, merupakan sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali orang yang dikaruniai taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadaan memiliki rasa cinta yang besar terhadap kepemilikan harta. Namun meskipun demikian kita dituntut untuk memerangi hawa nafsu supaya dapat menekan sifat tamak dan membimbing menuju sikap zuhud dan qana’ah. 

Demikianlah sifat Qanaah ini mengakar pada diri para sahabat Rasulullah melalui pembinaan dan pendidikan kenabian, sehingga Allah memuji mereka dalam firmanNya yang artinya:. (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.(QS al-Baqarah/2:273). 

Dengan qana`ah inilah para sahabat  berhasil dan sukses dapat menghadapi kehidupan dengan kesungguhan yang energik dalam mencari rezki. Tidaklah terdapat rasa takut dan ragu-ragu dan syak bagi orang yang memiliki sifat qana`ah. Dengan berteguh hati dan fikiran terbuka, ia bertawakal kepada Allah. Mengharapkan pertolongan-Nya, serta tidak merasa jengkel dan kecewa jika tidak mampu mencapai target yang diinginkannya

Lihatlah sifat qanaah yang dimiliki mereka. Lihatlah yang disampaikan kholifah Umar bin Al-Khothab berikut:
Mari aku beritahukan kepadamu harta Allah yang aku memohon kehalalannya: Dua helai baju musim dingin dan musim panas dan kendaraan yang mencukupiku untuk berhaji dan berumroh serta setelah itu makanan pokokku seperti makanan untuk seorang lelaki Quraisy . saya tidak lebih tinggi dan lebih rendah dari mereka. Demi Allah saya tidak tahu apakah hal itu halal atau tidak untukku?
Beliau mencukupkan kebutuhannya hanya sesederhana ini, padahal beliau adalah seorang pemimpin tertinggi dalam masyarakat islam waktu itu. Seorang amirulmukminin yang sangat dimaklumi bila mengambil lebih banyak dan berlipat dari permintaan beliau tersebut. 

Sangat menakjubkan sekali sikap qana’ah yang dimiliki beliau ini. Namun ini dibandingkan dengan guru, pembimbing dan pembentuk kejiwaan beliau masih belum dapat menyamainya. Lihatlah kehidupan sang guru dan pembimbing kholifah Umar bin al-Khatahab ini yaitu baginda Rasulullah dalam merealisasikan sifat qana’ah ini. 
Ummulmukminin ‘Aisyah  pernah mengisahkan kehidupan beliau bersama Rasulullah dalam ungkapan yang mengharukan. Beliau berkata kepada keponakannya yang bernama Urwah bin az-Zubeir: Wahai keponakanku, sesungguhnya kami melihat 3 kali hilal dalam dua bulan, tidaklah api dinyalakan dirumah-rumah Rasulullah. lalu Urwah bertanya: Apa yang menjadi makanan kalian? A’isyah menjawab: aswadain yaitu kurma dan air. Kecuali ada tetangga Rasulullah dari kaum Anshar yang memiliki susu yang diberikan kepada Rasulullah lalu beliau memberikan kami minum susu tersebut. (Muttafaqun ‘alaihi).

Lihatlah bagaimana kehidupan Rasulullah dan semua para istri beliau yang tidak memasak roti dan lauk pauk. Mereka mencukupkan dengan memakan yang ada dengan keridhaan yang sempurna tanpa keluh kesah. Kisah ini disampaikan ummulmukminin untuk mendidik keponakannya dan kita semua untuk mencontoh sifat qanaah Rasulullah dan keluarganya.
Wabillahitaufiq


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Keberkahan Hidup
Keberkahan Hidup
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Meneladani Akhlak Rosululloh
Meneladani Akhlak Rosululloh
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Pengaruh Perbaikan Jiwa
Pengaruh Perbaikan Jiwa
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Mengapa Harus Beribadah?
Mengapa Harus Beribadah?
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Jalan Menuju Allah
Jalan Menuju Allah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Kapan dikatakan Sabar
Kapan dikatakan Sabar
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Ringan Amal Besar Besar Timbangan
Ringan Amal Besar Besar Timbangan
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati
Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu
Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com