SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kaidah-kaidah beragama bagian 8

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago

Kaidah-kaidah beragama bagian 8

Lanjutan Kaidah Beragama yang Ke-8:


Tidak menyelisihi Nash (AlQuran dan Hadits yang shahih) dengan akal dan juga tidak dengan hawa nafsu dan pemikiran-pemikiran serta tidak dengan perkataan seorang pun juga.

Kaidah ini menyebutkan bahwa seorang muslim wajib menerima dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah tanpa membandingkannya dengan akal dan tidak boleh mendahulukan akal daripada dalil.

ALLAH ta’ala berfirman yang artinya: “Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An Nisa: 65) 

Renungkanlah ayat yang mulia ini sebelum kita berpikir untuk mengkritisi dan menolak dalil. ALLAH yang bersumpah dan berfirman bahwa menerima dan tunduk terhadap apa yang difirmankan ALLAH dan disabdakan Rasul-Nya dengan sepenuh hati tanpa ada setitik keluh kesah adalah syarat meraih iman yang sejati. Inilah hakikat islam, yaitu berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk serta patuh pada Allah dengan menjalankan ketaatan kepadanya dan berlepas diri dari perbuatan menyekutukan Allah (syirik) dan berlepas diri dari orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik). 

Jika sebuah nash itu shahih maka wajib bagi setiap muslim untuk menerimanya walaupun itu –karena kelemahan akalnya- dianggap bertentangan dengan akal manusia dan pemikirannya, karena nash-nash itu ma’shum (terjaga dari kesalahan), sedangkan pemikiran manusia dan akal mereka terbatas dan penuh kekurangan. Betapa banyak manusia yang memutuskan sesuatu dengan akal dan analisanya lalu ia yakini sebagai sebuah kebenaran, namun besok atau lusa ia berubah pikiran dan ia anggap hal itu sebuah kesalahan dan ia merevisi pemikirannya yang pertama. Dan fenomena ini kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sedangkan Nash yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah ma’shumah, tidak ada kesalahan di dalamnya, semuanya benar karena diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, ALLAH berfirman: “Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: 42)

Mari kita simak penilaian ALLAH tentang orang yang menolak dalil, membantah ayat atau mengkritisi hadits Nabi, apakah mereka benar-benar seorang intelektual dan cendikiawan muslim yang berjuang untuk islam dan kaum muslimin serta menyegarkan pemahaman islam mereka?
ALLAH ta’ala berfirman: “Maka jika mereka tidak menjawab, ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari ALLAH sedikitpun. Sesungguhnya ALLAH tidak member petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al Qashash: 50).
Saudaraku, ternyata ALLAH menilai mereka hanyalah pengikut hawa nafsu, tidak lebih dari itu.
Berbeda dengan orang yang beriman, mereka menerima apa yang ALLAH dan Rasul-Nya perintahkan dan apa yang dilarang secara zhahir maupun bathin.

Hal ini sebagaimana firman ALLAH ta’ala: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36) 

Saudaraku, Logika dan akal sehat mana yang bisa menerima bahwa akal seorang anak manusia lebih baik dan lebih diutamakan dibanding keputusan Rabbnya?!

Wallahu a’lam.


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Saat Kaab Bin Malik Didiamkan Oleh Sang Nabi (1)
Saat Kaab Bin Malik Didiamkan Oleh Sang Nabi (1)
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 6 years ago
H A T I - Seri Tazkiyatun Nufs
H A T I - Seri Tazkiyatun Nufs
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Ikhlas agar Ibadah diterima Allah
Ikhlas agar Ibadah diterima Allah
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Faedah Dari Kasus Murid Yang Sangat Cerdas dan Sangat Bodoh
Faedah Dari Kasus Murid Yang Sangat Cerdas dan Sangat Bodoh
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 5 years ago
Menyeru dan Mengajak Manusia Pada Kebenaran
Menyeru dan Mengajak Manusia Pada Kebenaran
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
Akhlaq kepada Manusia
Akhlaq kepada Manusia
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Akhlaq Kepada Manusia
Akhlaq Kepada Manusia
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 6 years ago
Seri Tazkiyatun Nufs
Seri Tazkiyatun Nufs
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Ulama Salaf dalam Kejujuran dan Keikhlasan
Ulama Salaf dalam Kejujuran dan Keikhlasan
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 7 years ago
Anda Bisa Menjadi Orang Shalih
Anda Bisa Menjadi Orang Shalih
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com