SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kajian Tematik - Kiat Menggapai Persaudaraan

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Kajian Tematik - Kiat Menggapai Persaudaraan
Kiat Menggapai Persaudaraan
 
 
Persaudaraan dalam islam dilihat dan bersandar kepada kesatuan dan persaudaraan hati (kalbu), bukan kepada pisik dan tubuh. Persaudaraan ini merupakan hadiah dari Allah kepada kaum muslimin bila mereka berpegang teguh kepada syariat islam. Tentunya hal ini mengajak kita untuk berusaha memperolehnya.
 
Semua Tergantung Kepada Kita
Jelas sekali pemersatu hati kaum muslimin adalah Allah, bukan karena hasail rekayasa manusia, seperti dijelaskan dalam firmanNya : Dan (Allah) Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. (QS Al Anfal/8:62-63).
Namun ingat Allah tidak merubah keadaan satu kaum tanpa ada usaha dari mereka untuk merubah keaadannya. Inilah yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya: Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS ar-Ra’d/13:11).
Untuk itu untuk mendapatkan persaudaraan iman tersebut dibutuhkan usaha dari kaum muslimin untuk merubah keadaan mereka sekarang. Mereka harus berusaha untuk menjalankan sebab-sebab persatuan hati dengan meniti iman dan takwa.
Diantara cara menggapainya adalah:
Meluruskan Aqidah dan cara beragama dengan melakukan tashfiyah (pemurnian agama) dan tarbiyah (pembinaan umat diatas ajaran agama yang telah murni).
Sebabnya persaudaraan iman yang pernah ada dahulu dihancurkan oleh kebidahan dan penyimpangan agama.
Syeikh Muhammad al-Basyir al-Ibrahimi menjelaskan hal ini: Setelah kita berfikir, meneliti dan mengkaji keadaan umat dan sumber penyakit-penyakitnya. Kita benar-benar mengetahui bahwa jalan-jalan kebid’ahan dalam islam adalah pemecah belah kaum muslimin. Juga kita mengetahui ketika kita melawannya berarti melawan seluruh keburukan.
Jelas persaudaraan iman harus tegak diatas kemurnian ajaran islam dan pembinaan umat diatasnya.
Kemudian terwujudnya persaudaraan iman diatas ajaran Rasululloh n mengantar kepada kejayaan islam dapat sebagaimana dicapai para pendahulunya.
Tentang tahfiyah dan tarbiyah ini Syeikh al-Albani menyatakan: apabila kita ingin kejayaan dari Allah dan diangkat dari kita kerendahan serta dimenangkan dari musuh-musuh kita, maka tidak cukup untuk itu semua yang telah saya isyaratkan dari kewajiban meluruskan pemahaman dan menghilangkan pemikiran-pemikiran yang menyelisihi dalil-dalil syar’i….
Disana ada yang lain sangat penting sekali –inilah sebenarnya intinya- dalam meluruskan pemahaman, yaitu beramal; karena ilmu adalah sarana untuk beramal. Apabila seorang telah belajar dan ilmunya sudah tertashfiyah, kemudian tidak beramal dengannya, maka secara otomatis ilmu tersebut tidak menghasilkan buah. Sehingga harus menyertakan ilmu ini dengan amal. Sudah menjadi kewajiban para ulama untuk mengurus pembinaan kaum muslimin yang baru diatas dasar ketetapan yang ada dalam al-Qur`an dan Sunnah.
Jangan membiarkan manusia berada diatas pemikiran dan kesalahan yang mereka warisi. Sebagiannya pasti batil menurut kesepakatan para ulama, sebagiannya masih diperselisihkan dan memiliki kekuatan dalam penelitian dan ijtihad serta ra’yu dan sebagian ijtihad dan ra’yu ini menyelisihi sunnah.
Setelah tashfiyah terhadap perkara-perkara ini dan menjelaskan semua kewajiban memulai dan berjalan padanya, maka harus ada tarbiyah (pembinaan) terhadap orang-orang baru diatas ilmu yang shohih ini.
Pembinaan inilah yang akan membentuk untuk kita masyarakat islam yang bersih dan kemudian akan tegak daulah islam untuk kita.
Tanpa dua hal ini yaitu ilmu yang shohih dan pembinaan yang benar diatas ilmu yang shohih ini mustahil –menurut keyakinan saya- akan tegak tiang-tiang islam atau hukum islam atau Negara islam.
Beriman dan bertakwa dengan benar yang dihasilkan dari proses at-tashfiyah dan tarbiyah diatas. Sebab persaudaran ini didasarkan kepada iman dan takwa seperti dijelaskan Allah dalam firmanNya: Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara (QS. Al-Hujurat/49:10).
Syeikh Abdurrahman as-Sa’di menafsirkan ayat ini dengan menyatakan: “Ini adalah ikatan yang Allah jadikan sebagai pengikat antar orang-orang yang beriman. Apabila didapatkan pada siapapun juga  yang ada diseluruh dunia memiliki iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab suci, para rasulnya dan hari akhir (dengan benar (pen)), maka ia adalah saudara bagi orang-orang yang beriman.
Persaudaraan yang mengharuskan kaum mukminin mencintai untuknya seperti mereka mencintai untuk diri mereka sendiri”.
Allah juga menjelaskan hubungan tersebut harus ditegakkan dengan takwa dalam firmanNya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa. (QS. Az-Zukhruf/43:67)
Kecintaan orang-orang bertakwa kekal dan terus sinambung dengan sebab kesinambungan orang yang mencintai karena Allah.
Hasil dari persaudaraan yang dibangun diatas ketakwaan adalah persaudaraan diatas dasar ikhlas karena Allah.

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tugas Suami!
Tugas Suami!
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Keutamaan Silaturahmi
Keutamaan Silaturahmi
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Siapa Yang Didoakan Malaikat
Siapa Yang Didoakan Malaikat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Bank Syariat dalam Kritikan
Bank Syariat dalam Kritikan
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Fatwa : Tawassul Dengan Nama Nama Allah (Asmaul Husna)
Fatwa : Tawassul Dengan Nama Nama Allah (Asmaul Husna)
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Menghadapi Fitnah
Menghadapi Fitnah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati
Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Kisah Hijrah Ummul Mukminin Ummu Salamah
Kisah Hijrah Ummul Mukminin Ummu Salamah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Miskin Tidak Harus Mengemis
Miskin Tidak Harus Mengemis
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com