SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bimbingan Haji (7) Pada Musim Haji 1440H

Ustadz DR Abdullah Roy,MA - 1 week ago

Bimbingan Haji (7) Pada Musim Haji 1440H

BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (7)

(PADA MUSIM HAJI 1440H)

(Bagian 2) Amalan haji hari Ahad pagi tanggal 10 Dzulhijjah s/d sore:

1. Melempar Jamrah ‘Aqabah dengan tujuh butir kerikil, satu-satu secara berturut-turut dan tidak boleh melempar tujuh butir sekaligus.
2. Setiap lemparan membaca takbir; "Allâhu Akbar".
3. Menghentikan talbiyah setelah lemparan terakhir Jamrah ‘Aqabah
4. Disunnahkan menghadap Jamrah ‘Aqabah dan menjadikan Mekkah di sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya, dan boleh melempar dari arah mana saja; dan tidak disunnahkan berdoa setelah melempar Jamrah ‘Aqabah.
5. Sasaran lemparan adalah "kolam" yang ada di sekitar tiang, dan bukan tiangnya. Lemparan dianggap sah bila batu diperkirakan jatuh ke "kolam" yang ada di sekitar tiang Jamrah.
6. Waktu melempar Jamrah ‘Aqabah yang afdhal di waktu Dhuhâ, dan selesai waktunya ketika datang shalat Shubuh tanggal 11 Dzulhijjah.
7. Bagi orang-orang yang diberi keringanan meninggalkan Muzdalifah sebelum Shubuh bisa melempar Jamrah ‘Aqabah setelah sampai Minâ meskipun belum datang waktu Shubuh.
8. Melempar Jamrah ‘Aqabah termasuk KEWAJIBAN HAJI.
9. Menyembelih hadyu tamattu' dan qirân di tanah harâm (Minâ, Mekkah, Muzdalifah), hukumnya wajib bagi yang memiliki sembelihan atau memiliki uang untuk membeli pada saat itu, bila tidak mampu maka berpuasa 3 hari ketika haji dan 7 hari ketika pulang ke negaranya;
10. Disunnahkan menyembelih sendiri hewan hadyu, dan boleh mewakilkan;
11. Disunnahkan hewan hadyu dibagi tiga: sebagian dimakan sendiri, sebagian dihadiahkan (meskipun kepada orang kaya), dan sebagian dishadaqahkan kepada fakir miskin.
12. Waktu menyembelih dimulai dari hari raya kurban (tanggal 10 Dzulhijjah) sampai tenggelamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah, tidak boleh sebelumnya dan tidak boleh setelahnya.
13. Menggundul atau memendekkan rambut, ini merupakan KEWAJIBAN HAJI.
14. Thawâf Ifâdhah, merupakan RUKUN HAJI, waktu melakukan Thawâf Ifâdhah yang paling utama di hari raya kurban dan boleh diundurkan/ditunda.
15. Sa'i haji bagi yang tamattu', dan bagi yang ifrâd dan qirân bila belum sa'i haji setelah thawâf qudûm. Dan sa'i haji termasuk RUKUN HAJI.
16. Amalan-amalan ini disyari'atkan untuk dzikrullôh, orang yang paling besar pahalanya adalah yang paling banyak mengingat Allâh ketika mengamalkan amalan-amalan tersebut.

Semoga Allâh memudahkan jama'ah haji untuk melaksanakan amalan-amalan di atas.

[Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A; Pengajar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi 2013-2017 M, no hp: (+6281386535957)]

Ahad 10 Dzulhijjah 1440 / 11 Agustus 2019

_____________________________________

http://www.salamdakwah.com/artikel/5230-bimbingan-haji-7-pada-musim-haji-1440h


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Mudah Taat atau Mudah Bermaksiat?
Mudah Taat atau Mudah Bermaksiat?
Ustadz Hasan Al-Jaizy,Lc - 1 year ago
Yang Sangat Dibutuhkan Anak
Yang Sangat Dibutuhkan Anak
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 5 years ago
Perbanyak Saudara, Engkau Akan Bahagia
Perbanyak Saudara, Engkau Akan Bahagia
Ustadz Abu Ja'far Cecep Rahmat,Lc - 2 months ago
Tak Perlu Terlalu Banyak Tau
Tak Perlu Terlalu Banyak Tau
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 7 months ago
Diantara Kasih Sayang Allah (2)
Diantara Kasih Sayang Allah (2)
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago
Kayak Udah Punya Kaplingan Di Surga Aja..!
Kayak Udah Punya Kaplingan Di Surga Aja..!
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 2 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com