SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bimbingan Haji (6) Pada Musim Haji 1440H

Ustadz DR Abdullah Roy,MA - 1 week ago

Bimbingan Haji (6) Pada Musim Haji 1440H

BIMBINGAN SINGKAT AMALAN HAJI (6)

(PADA MUSIM HAJI 1440H)

(Bagian 1) Amalan haji hari Ahad pagi tanggal 10 Dzulhijjah s/d sore:

1. Hari ini dinamakan hari kurban, dan inilah yang dimaksud yaumul hajj al akbar (hari haji yang paling besar), karena banyaknya amalan-amalan haji yang dilakukan di hari ini.
2. Setelah Shubuh, jama'ah haji berdoa dan berdzikir sampai terang, dan sebelum terbit matahari jamaah meninggalkan Muzdalifah menuju Minâ sambil terus bertakbir dan bertalbiyah.
3. Disunnahkan dalam perjalanan ke Minâ mengambil 7 butir kerikil (kurang lebih sebesar biji jagung) untuk melempar Jamrah ‘Aqabah.
4. Urutan amalan yang afdhal di hari ini adalah seperti yang dilakukan Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam:

1.Melempar Jamrah ‘Aqabah,
2.kemudian menyembelih hadyu,
3.kemudian menggundul atau memendekkan rambut,
4.kemudian thawâf Ifâdhah, kemudian sa'i bagi yang memiliki kewajiban sa'i.
5.Diperbolehkan tidak berurutan dalam mengerjakan amalan-amalan di atas, misalnya: menyembelih sebelum melempar, atau mencukur sebelum menyembelih, atau thawâf sebelum melempar.
6.Diantara 4 amalan di atas hanya 3 yang berpengaruh pada tahallul seseorang dari ihram hajinya:

1.melempar Jamrah ‘Aqabah,
2.mencukur,
3.thawâf Ifâdhah
Sedangkan menyembelih hadyu tidak mempengaruhi tahallul seseorang.

7. Apabila sudah melakukan DUA dari TIGA amalan di atas, seperti: sudah melempar dan mencukur, atau sudah thawaf dan melempar, atau sudah mencukur dan thawaf, maka seseorang sudah TAHALLUL AWWAL (HALAL PERTAMA), artinya halal semua yang sebelumnya haram ketika ihrâm kecuali berjimak (hubungan badan antara suami dengan istri), maka dia boleh berpakaian biasa, boleh memakai minyak wangi, dan boleh memotong kuku. Dan apabila sudah melakukan ketiga amalan tersebut semuanya maka dia sudah TAHALLUL TSÂNI (HALAL KEDUA), artinya halal semua yang sebelumnya haram ketika ihrâm, termasuk mendatangi istri (berjimak) diperbolehkan.
8. Mencukur ketika ihrâm haji hanya sekali saja, apabila seseorang sudah mencukur setelah melempar Jamrah ‘Aqabah, maka tidak perlu mencukur setelah sa’i, demikian pula sebaliknya, apabila sudah mencukur setelah sa’i haji maka tidak perlu lagi mencukur setelah melempar Jamrah ‘Aqabah.
9. Boleh seseorang mengakhirkan thawâf Ifâdhahnya pada hari-hari Tasyriq, atau setelah hari-hari Tasyriq.
10. Jamaah haji juga tidak diwajibkan shalat hari raya Idul Adha ketika berada di Mina, dan bila mendapatkan shalat hari raya di Masjidil Haram bersama kaum muslimin maka in syâ Allâh mendapat pahala.

Semoga Allâh menjaga para jamaah haji dan memudahkan ibadah mereka.

[Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A; Pengajar Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi 2013-2017 M, no hp: (+6281386535957)]

Ahad 10 Dzulhijjah 1440 / 11 Agustus 2019

_____________________________________

http://www.salamdakwah.com/artikel/5229-bimbingan-haji-6-pada-musim-haji-1440h


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Keutamaan Mengamalkan Al-Quran
Keutamaan Mengamalkan Al-Quran
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
Walau Bagaimanapun Muslim Lebih Tinggi Daripada Kafir
Walau Bagaimanapun Muslim Lebih Tinggi Daripada Kafir
Ustadz Fachruddin Nu'man, Lc - 2 years ago
Ada Apa Saudi Dengan Islam?
Ada Apa Saudi Dengan Islam?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Syarat Kalimat Syahadat
Syarat Kalimat Syahadat
Ustadz Sulhan Jauhari,Lc - 4 years ago
Upah Tukang Bekam
Upah Tukang Bekam
Ustadz Ammi Nur Baits - 2 years ago
Hukum Melihat Ke Atas Ketika Shalat
Hukum Melihat Ke Atas Ketika Shalat
Ustadz Sulhan Jauhari,Lc - 8 months ago
Menjaga Lisan
Menjaga Lisan
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Siapa itu Sahabat?
Siapa itu Sahabat?
- 2 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com