SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

(Benarkah) Menambahkan Sesuatu Setelah Mengucapkan Amin Adalah Menyelisihi Sunnah?

Ustadz Abu Salma Muhammad - 2 months ago

(Benarkah) Menambahkan Sesuatu Setelah Mengucapkan Amin Adalah Menyelisihi Sunnah?

Tersebar tulisan yang disandarkan kepada Al-Hafizh Ibnu Rajab bahwa beliau melarang menambahkan sesuatu pada kata amin.

Nukilan tersebut berbunyi :

ولا يستحب ان يصل آمين بذكر آخر مثل ان يقول آمين يا رب العالمين لأنه لم تأتي به السنة هذا قول اصحابنا
.
"Tidaklah dianjurkan menyambungkan kata amin dengan menyebut kata lain, seperti mengucapkan "Amin Ya Rabbal Alamin", karena tidak ada Sunnahnya. Inilah pendapat madzhab kami (Hanabilah)."

Ternyata ini perkataan yang DIPOTONG dan diletakkan keluar konteksnya. Padahal Al-Hafizh Ibnu Rojab sedang menerangkan hadits no.780 (Fathul Bari karya Ibnu Rojab), hadits dari Abû Hurairoh yang berbunyi : “إذا أمن الإمام فأمنوا … ” (Jika imam mengucapkan amin, maka aminilah"...

Al-Hafizh menjelaskan Syarah hadits ini dan membawakan nukilan para ulama, lalu beliau berkata sebagaimana kutipan di atas.

INTINYA : Beliau sedang berbicara tentang UCAPAN AMIN DI SAAT SHOLAT!
Bukan di luar sholat.

Lantas bagaimana mengucapkan, "Amin Ya Rabbal Âlamîn" atau "Allahumma Amin" di luar sholat?? Saya nukilkan saja jawaban islamQA, ringkasnya sbb :

والحاصل من ذلك أن هذه الكلمة وضعت لطلب الاستجابة وقبول الدعاء ، فإن زيد قبله ( اللهم ) أو زيد بعده ( يا رب ) ونحو ذلك : فالأمر فيه واسع إن شاء الله ، وقد جرى مثل ذلك على ألسنة كثير من أهل العلم ، ولا نعلم أن أحدا أنكره ، أو بين حجة في ذلك .

Kesimpulannya dari penjelasan sebelumnya, bahwa kata amin ini diletakkan untuk meminta agar doa diijabahi dan dikabulkan. Apabila DITAMBAH SEBELUMNYA dengan kata ALLAHUMMA atau setelahnya dengan kata YA RABB, atau yang semisal, maka PERKARA INI URUSANNYA LAPANG insya Allâh. Perkataan seperti ini sudah beredar melalui lisannya banyak ulama, dan tidak tidak ada satupun ulama yang mengingkarinya, atau menjelaskan hujjah tentang hal ini.
(Lihat : bit.ly/2JKs6gQ)

Jadi, sebelum anda menshare sesuatu, pastikan dulu kebenarannya.
Dan jika anda sudah terlanjur menyebarkan, lalu tahu itu keliru, segera tarik dan jelaskan kekeliruan tersebut.

Semoga Allah memberikan kita hidayah dan mengampuni semua kesalahan kita.

Itsnain 19 Dzulqo'dah 1440 / 22 Juli 2019

_____________________________________

http://www.salamdakwah.com/artikel/5219-benarkah-menambahkan-sesuatu-setelah-mengucapkan-amin-adalah-menyelisihi-sunnah


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Surat Terbuka Untuk Sang Senior
Surat Terbuka Untuk Sang Senior
Ustadz Abdullah Taslim MA - 4 years ago
Sungguh Betapa Mengherankan...
Sungguh Betapa Mengherankan...
Ustadz Najmi Umar Bakkar - 2 years ago
Ramadhan Memecah Manusia Menjadi 4 Golongan
Ramadhan Memecah Manusia Menjadi 4 Golongan
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 2 years ago
Doa dan Dzikir Yang Komplet
Doa dan Dzikir Yang Komplet
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 2 years ago
Racun Takabbur (Sombong)
Racun Takabbur (Sombong)
Ustadz Nuruddin Abu Faynan, Lc MA - 3 years ago
Penawar Hati Yang Galau
Penawar Hati Yang Galau
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 7 months ago
Dakwah Dengan Tauladan
Dakwah Dengan Tauladan
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Salaf Itu Apa Yaa...??
Salaf Itu Apa Yaa...??
Ustadz Abu Islama Imanudin Lc - 3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com