SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Otopsi Mayat, Bolehkah?

Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 3 months ago

Otopsi Mayat, Bolehkah?

Oleh Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi

OTOPSI MAYAT, BOLEHKAH ? 

Abu Ubaidah As Sidawi


Haiah Kibar Ulama (Dewan Ulama-Ulama Besar) di Saudi Arabia mengeluarkan suatu keputusan no. 47 tertanggal 20/8/1396 tentang otopsi dan tujuannya:

1. Untuk sebagai penelitian kasus kriminal
2. Untuk penelitian sebuah penyakit wabah guna dicarikan solusi dan antisipasinya
3. Untuk keperluan penelitian ilmiyyah baik belajar atau mengajarkannya.

Setelah dialog dan tukar pendapat serta mempelajari masalah ini, maka Majlis menetapkan:

Untuk point nomor pertama dan kedua maka diperbolehkan, karena mengandung kemaslahatan yang sangat banyak dalam bidang keamanan, keadilan dan menjaga masyarakat dari wabah penyakit.

Adapun kerusakan mayat yang diotopsi, masih kalah dengan kemalsahatan banyak, umum dan positif tersebut.

Oleh karenanya, Majlis secara sepakat membolehkan otopsi untuk dua tujuan ini baik mayat yang diotopsi tersebut muslim atau kafir.

Adapun untuk keperluan nomor ketiga yaitu otopsi untuk kepentingan penelitian, maka mengingat:

1. Karena Syari’at Islam datang untuk mendatangkan kemaslahatan dan membendung kerusakan serta mengambil kerusakan yang lebih ringan jika berbenturan.

2. Otopsi selain manusia berupa hewan tidak mencukupi dari otopsi manusia.

3. Dalam otopsi terdapat kemaslahatan yang banyak untuk kemajuan pengetahuan ilmu kedokteran.

Dengan demikian, maka Majlis secara global membolehkan otopsi manusia untuk keperluan ini.

Hanya saja, mengingat pula:

Bahwa syari’at Islam sangat perhatian akan kemuliaan seorang muslim setelah meninggal seperti halnya ketika masih hidup, sebagaimana dalam riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Aisyah bahwasanya Nabi bersabda:

َكَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

“Sesungguhnya memecah tulang seorang mukmin tatkala mati seperti halnya memecah tulangnya saat hidup”.

Dalam otopsi terdapat pengerusakan terhadap kemuliaan manusia dan kebutuhan darurat tersebut bisa tertutupi dengan mendapatkan mayat-mayat yang tidak ma’shum (kafir harbi -pent).

Maka Majlis berpendapat untuk mencukupkan dotopsi dengan mayat-mayat seperti ini dan tidak menggunakan mayat-mayat orang yang ma’shum (muslim, kafir dzimmi, kafir musta’min) jika keadaannya demikian.

Semoga Allah memberikan taufiq. Sholawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.

(Lihat Fiqhu Nawazil 4/206-207, kumpulan Dr. Muhammad Husain al-Jizani)


Tsulasa 9 Ramadhan 1440 / 14 Mei 2019

_____________________________________

http://www.salamdakwah.com/artikel/5180-otopsi-mayat-bolehkah


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com