SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Guru Mendewasakan Murid

Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 4 months ago

Guru Mendewasakan Murid

Oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA

GURU MENDEWASAKAN MURID


Kata orang, guru itu harus bisa digugu (dipercaya) dan ditiru. Apalagi guru agama. Alias ustadz, kyai, ajengan dan yang semisal.

Sayangnya belakangan ini banyak guru yang belum bisa dijadikan panutan oleh murid-muridnya.

Syahdan ada seorang ahli hadits bernama Muhammad bin ‘Ala. Beliau biasa dipanggil Abu Kuraib. Karena satu dan lain hal, beliau mencela Imam Ahmad bin Hambal. Ulama besar Ahlus Sunnah yang tersohor itu.

Suatu hari ada serombongan santri yang pengin berguru kepada Imam Ahmad.
Beliau bertanya, “Kalian barusan menghadiri kajian siapa?”.
“Kajiannya Syaikh Abu Kuraib” jawab mereka.

Imam Ahmad komen, “Tetaplah belajar kepada beliau. Sungguh beliau adalah guru yang berkompeten”.

“Tapi beliau kan mencelamu wahai imam?” tanya mereka keheranan.

“Gimana lagi? Beliau tetap guru yang berkompeten. Hanya saja beliau sedang diuji dengan diriku”.

Kisah ini dibawakan Imam adz-Dzahabiy dalam kitab beliau Siyar A’lam an-Nubala’ (XI/317).

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah menarik ini. Diantaranya, bagaimana seorang guru menunaikan tugas untuk mendidik muridnya.

Ustadz juga manusia.
Sehingga kecemburuan dan perasaan iri bisa saja menjangkiti hatinya. Apalagi saat menyaksikan kenyataan bahwa ustadz lain lebih banyak jamaahnya.

Hal itu diperparah dengan keberadaan murid-murid pendukung yang fanatik. Punya hobi menukilkan kepada ustadznya tulisan terbaru postingan ustadz pesaingnya. Tidak jarang mereka juga berperan sebagai tukang sate. Ngipas-ngipasi emosi ustadznya, hingga panas bahkan gosong. Sehingga bantahan-bantahan yang dikeluarkan pun menggunakan beragam diksi yang tidak layak untuk disematkan kepada sesama ustadz.

Seharusnya kita berguru kepada Imam Ahmad.
Bagaimana beliau berusaha mendewasakan murid-muridnya. Tidak mudah terpancing dengan nukilan berita. Bahkan berusaha mendinginkan suasana.

Juga melokalisir masalah.
Permasalahan pribadi tidak usah diperlebar menjadi masalah manhaj.

Baca: Mawa’izh ash-Shahabah, Dr. Umar al-Muqbil (hal. 80).

Bukan berarti tidak boleh membantah berbagai penyimpangan yang bersliweran di sekeliling kita.
Asalkan proporsional.

Namun akhirnya kekuatan muroqobahlah yang berperan. Allah Mahatahu motivasi kita dalam menulis bantahan. Apakah benar-benar murni ikhlas dalam rangka membela agama Allah. Atau sejatinya berakar pada kecemburuan pribadi. Namun dipoles seakan itu adalah tahdzir syar’i.

Mari belajar dewasa dan mendewasakan murid-murid kita…

Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga, 18 Jumadil Ula 1440 H / 24 Januari 2019

Abdullah Zaen
Tunasilmu.com

============================

http://www.salamdakwah.com/artikel/5083-guru-mendewasakan-murid


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Mari Cepat Bertaubat...
Mari Cepat Bertaubat...
Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra - 8 months ago
Jika Sebutan Salafi Malah Merugikan Kita
Jika Sebutan Salafi Malah Merugikan Kita
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 1 year ago
Manusia Ada 4 Jenis, Pilih Mana?
Manusia Ada 4 Jenis, Pilih Mana?
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 4 years ago
Iri dan Dengki
Iri dan Dengki
- 2 years ago
Hamba Butuh Doa
Hamba Butuh Doa
Ustadz Abdulloh Zein. Lc - 3 years ago
Adab Safar
Adab Safar
Ustadz Abu Islama Imanudin Lc - 2 years ago
Kafir Disebut Dalam 2 Konteks
Kafir Disebut Dalam 2 Konteks
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 months ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com