SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kepala Batu

Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 2 months ago

Kepala Batu

Oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA

KEPALA BATU


Entah siapa yang pertama kali membuat ungkapan ini. Kiasan tidak mau menuruti nasihat orang; tegar hati; keras kepala.

Kalau dalam al-Qur’an, ada istilah “Hati yang lebih keras dari batu”. Allah Ta’ala menceritakan kondisi Bani Israil, “Setelah itu hati kalian menjadi keras. Sehingga seperti batu. Bahkan lebih keras lagi”. QS. Al-Baqarah (2) : 74.

Biasanya pemicu sulitnya seseorang untuk menerima nasehat adalah karena dorongan kesombongan. Keangkuhan. Besar kepala. Merasa paling anu dan itu. Sehingga memandang orang lain tidak ada apa-apanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa kesombongan itu ada dua macam. Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

"الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ"

"Kesombongan adalah: menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". HR. Muslim.

Dua jenis kesombongan ini biasanya saling berkorelasi. Menolak kebenaran timbul karena meremehkan orang lain. Gara-gara meremehkan orang lain sehingga menolak kebenaran.

Parahnya lagi, kesombongan ini sering membuat seseorang lupa kekurangan dirinya sendiri. Sehingga sulit untuk memperbaiki diri. Akibat terlalu sibuk merendahkan orang lain. Ibarat kuman di seberang lautan tampak. Gajah di pelupuk mata tak tampak.

Jadi kerusakan yang diakibatkan kesombongan ini amat dahsyat. Maka jangan heran bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan keras.

"لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ"

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong walaupun sebesar debu". HR. Muslim.

Na’udzu billah min dzalik…

Ada orang yang merasa sikap keras kepalanya bukan masalah. Karena tidak menyadari bahwa sikap ini merusak.

“Memang saya keras kepala. So what?” begitu katanya.

Ada juga individu yang sedikit-banyak bangga dengan kekeraskepalaannya.
Malah berkomentar, ”Saya memang nekat. Tidak ada yang bisa mengatur saya. Saya bukan bawahan siapa-siapa”.

Untuk spesies manusia seperti ini, mungkin cukup didoakan agar mendapat hidayah. Atau terserah kehendak Allah saja. Barangkali lebih baik segera diwafatkan-Nya. Supaya tidak semakin banyak kerusakan yang ditimbulkan.

Wallahu a’lam…

Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga, 23 Jumadil Ula 1440 H / 29 Januari 2019

Abdullah Zaen
Tunasilmu.com

============================

http://www.salamdakwah.com/artikel/5079-kepala-batu


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Doa Ketika Hujan Terlalu Ekstrim
Doa Ketika Hujan Terlalu Ekstrim
Ustadz Yulian Purnama - 1 year ago
Tuntunan Puasa Syawal
Tuntunan Puasa Syawal
Redaksi SalamDakwah - 4 years ago
Inilah 9 Benda-Benda Unik dan Ajaib di Zaman Rasulullah
Inilah 9 Benda-Benda Unik dan Ajaib di Zaman Rasulullah
Redaksi salamdakwah.com - 5 years ago
Belajar Dari Seekor Burung Kecil
Belajar Dari Seekor Burung Kecil
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 1 year ago
Penawar Racun Lisan
Penawar Racun Lisan
Ustadz Sulhan Jauhari,Lc - 1 year ago
Berbuat Dosa Sambil Bersembunyi
Berbuat Dosa Sambil Bersembunyi
Ustadz Ferry Nasution - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com