SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kaidah-Kaidah Dalam Kafir Mengkafirkan

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 months ago

Kaidah-Kaidah Dalam Kafir Mengkafirkan

Oleh Ustadz Badru Salam, Lc

KAIDAH-KAIDAH DALAM KAFIR MENGKAFIRKAN


Kaidah-kaidah dalam kafir mengkafirkan

Kaidah Pertama:

Memvonis kafir adalah hukum syari'at dan hak murni untuk Allah Ta'ala.

Bukan milik suatu organisasi atau jamaah tertentu dan tidak diserahkan kepada akal atau perasaan atau fanatisme.

ibnul Wazir berkata,
"Sesungguhnya vonis kafir itu adalah bersifat sam'iy (berdasar syariat) saja. Tidak diserahkan kepada akal. Dan dalil yang menunjukkan kekafiran sesuatu adalah syariat yang qoth'iy (pasti). Tidak ada perselisihan dslam masalah ini."
(Al Awashim wal Qowashim 4/178)

imam Ghozali berkata,
"Kufur itu adalah hukum syari’at sama dengan status budak dan merdeka. Karena maknanya adalah penghalalan darah dan menghukumi kekal di neraka. Maka dasarnya harus syari'at baik dengan nash atau qiyas."
(Faishol tafriqoh bainal islam wazandaqoh hal 128)

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata,
"Ini tidak sesuai dengan yang diucapkan oleh sebagian orang seperti Abu Ishaq Al Isfirooyini dan para pengikutnya yang mengatakan:
"Tidak ada vonis kafir kecuali yang kami kafirkan."

Karena vonis kafir itu bukan hak mereka, akan tetapi ia adalah hak Allah saja. Seorang manusia tidak boleh mendustakan orang yang mendustakan dirinya. Tidak boleh membalas menzinai istri orang yang menzinai istrinya..
(Minhajussunnah 5/244)

Kaidah-kaidah dalam kafir mengkafirkan

Kaidah Kedua:

Seorang muslim tidak boleh dikafirkan karena perbuatan atau keyakinan kecuali setelah ditegakkan hujjah padanya dan dihilangkan syubhat darinya.

Allah berfirman:

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا

Dan tidaklah Kami mengadzab sampai kami utus rosul kepada mereka.
(Al Isro : 15)

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"Tidak boleh bagi seorangpun untuk mengkafirkan seorang muslim yang bersalah sampai ditegakkan padanya hujjah. Barang siapa yang telah Islam secara yakin, maka tidak boleh dihilangkan keislamannya dengan alasan yang meragukan. Tidak hilang keislamannya sampai ditegakkan hujjah dan dihilangkan darinya syubhat.
(Majmu fatawa 12/465-466)

Dalam kisah Muadz bin Jabal yang pulang dari Syam lalu sujud kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu bertanya alasan mengapa Muadz sujud kepada beliau. Muadz menjelaskan bahwa ia melihat kaum ahlul kitab sujud kepada pendeta mereka. Muadz berfikir bahwa kaum muslimin lebih berhak sujud kepada Nabi. Namun Nabi mengingkari dan mengatakan bahwa bila boleh sujud kepada manusia, beliau akan menyuruh istri sujud kepada suaminya.
HR. Ahmad

Dalam hadits tersebut, Nabi tidak langsung memvonis, tetapi beliau menghilangkan syubhat dan membimbing kepada sikap yang benar.

Kapankah disebut tegak hujjah?

Sebagian ulama berpendapat bahwa sebatas sampainya alqur’an kepada seseorang maka telah tegak hujjah.

Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa sebatas sampainya alqur’an belum tegak hujjah sampai ia memahami dengan benar hujjah Yang disampaikan kepadanya.
Inilah pendapat yang paling kuat.

Sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Dawud tentang empat orang yang akan mengemukakan alasannya pada hari kiamat. Diantaranya adalah orang tua yang pikun. ia berkata,
"Ya Allah Islam datang dalam keadaan aku telah pikun dan tidak faham."

Kaidah ini menunjukkan bahwa yang berhak memvonis kafir terhadap muslim yang jatuh kepada perbuatan kufur adalah para ulama yang kokoh keilmuannya. Karena menegakkan hujjah dan menghilangkan syubhat bukanlah pekerjaan para penuntut ilmu yang dangkal ilmunya.

Kaidah-kaidah dalam kafir mengkafirkan

Kaidah Ketiga:

Dalam memberikan udzur dengan kebodohan tidak ada bedanya antara masalah aqidah atau ushul atau masalah parsial.

Pembedaan antara masalah ushul dengan cabang dimana kebodohan dalam masalah parsial dimaafkan sedangkan dalam masalah ushul tidak dimaafkan sama sekali tidak berdasarkan dalil dan tidak pula atsar.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"Adapun masalah aqidah, banyak manusia mengkafirkan orang yang jatuh dalam kesalahan padanya. Pendapat ini tidak diketahui asalnya dari para shahabat dan tidak pula tabi'in dan tidak juga para imam kaum muslimin. Akan tetapi ia berasal dari pendapat ahlul bid'ah yang mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka seperti khowarij, mu'tazilah dan jahmiyah... (lihat Minhajussunnah 5/239-240).

Diantara dalil yang menunjukkan kepada kaidah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa ada seorang ayah yang berwasiat kepada anak-anaknya agar kelak mayatnya dibakar dan abunya sebagian dibuang ke laut dan sebagian lagi dibuang ke darat. Ia berkata,
"Jika Allah mampu membangkitkan aku, pasti dia akan mengadzabku dengan adzab yang amat berat.
Lalu membangkitkannya dan bertanya kepadanya: Mengapa kamu lakukan itu?
Ia menjawab: Karena aku takut kepadaMu.
Maka Allah memaafkannya.

Syaikhul Islam berkata:
"Ini adalah keraguan terhadap kemampuan Allah dan kebangkitan, bahkan ia mengira tidak akan dibangkitkan..
(Majmu fatawa 23/346-347)

Namun Allah memaafkannya karena kebodohannya. Padahal meragukan kemampuan Allah untuk membangkitkan adalah masalah yang sangat pokok.
Ini menunjukkan bahwa pembedaan masalah pokok dengan masalah cabang dalam pemberian udzur dengan kejahilan adalah tidak benar.

Wallahu a'lam


Sabtu 1 Rabi’ul Akhir 1440 H / 8 Desember 2018

=============================

http://www.salamdakwah.com/artikel/5023-kaidah-kaidah-dalam-kafir-mengkafirkan


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tanda Keikhlasan
Tanda Keikhlasan
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Wafat di atas Islam & Sunnah
Wafat di atas Islam & Sunnah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Bagai mempunyai Dua Istri
Bagai mempunyai Dua Istri
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Itulah Kemuliaan
Itulah Kemuliaan
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Penyakit Nanti
Penyakit Nanti
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Embun Pagi: Orang-orang Yang Diharamkan Atas Api Neraka
Embun Pagi: Orang-orang Yang Diharamkan Atas Api Neraka
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Jauhi Debat
Jauhi Debat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 9 months ago
Tujuan Ilmu
Tujuan Ilmu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Waro’ Itu...
Waro’ Itu...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 9 months ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com