SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Keadaan Kita Setelah Ramadhan

Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 months ago

Keadaan Kita Setelah Ramadhan

Dishare Oleh Ustadzah Ari Mardiah Joban

KEADAAN KITA SETELAH RAMADHAN

@fuadhbaraba

Setelah bulan Ramadhan berlalu, hampir-hampir kita kembali kepada kebiasaan kita sebelum Ramadhan. Jika kebiasan itu baik, maka tidak menjadi masalah, namun jika kebiasaan kita buruk, maka itu adalah musibah besar bagi kita. 

Hendaklah kita konsisten dengan lima hal setelah Ramadhan, dan tidak meremehkannya sedikitpun. Sama halnya dengan makan dan minum yang kita lakukan sehari-hari dalam rangka menjaga tubuh kita, maka hendaklah kita menjaga kelima hal ini sebagai siraman rohani agar tidak jatuh terpuruk.

Adapun kelima hal tersebut adalah: 

1. Menjaga shalat lima waktu secara berjama'ah (bagi laki-laki di masjid), terlebih shalat ashar dan fajar

Di bulan Ramadhan kita mampu melaksanakan shalat lima waktu di masjid, baik fajar maupun ashar setiap hari. 

Maka berusahalah untuk menjaga shalat lima waktu dan sunnah-sunnahnya dimanapun kita berada, jangan biarkan setan merusak usaha kita dalam menjaga shalat lima waktu karena itu adalah perintah Allah Ta'ala, Sebagaimana firman-Nya:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

"Peliharalah semua shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'."
(QS. Al-Baqarah: 239)

2. Membaca Al-Qur'an
Janganlah kita membaca Al-Qur'an itu hanya di bulan Ramadhan saja, karena Al-Qur'an diturunkan untuk dibaca di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. 

Bukankah kita mampu setiap hari di bulan Ramadhan membaca al-Quran baik satu, dua atau tiga juz? 

Maka berusahalah untuk bisa membacanya setiap waktu, dan memberikan waktu khusus untuknya, atau dijadikan bacaan rutin setiap harinya. 

Jangan biarkan setan menghilangkan kegiatan rutin kita untuk membaca Al-Qur'an!

3. Dzikrullah (dzikir kepada Allah)
Bersungguh-sungguhlah walaupun Ramadhan telah berlalu untuk tetap menjaga dzikir-dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam!

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِ ى لاَ يَذْكُرُ مِثْلُ الْحَىِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati”.
(Muttafaqun ‘alaih)‎

4. Berteman dengan orang baik (shaleh)
Hendaklah selektif dalam berteman, walaupun pertemanan di dunia maya! PAilihlah orang-orang yang bisa membantumu untuk taat kepada Allah Ta'ala!

‎Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل 

"Seseorang itu tergantung atas agama teman dekatnya, maka perhatikanlah olehmu, siapa yang menjadi teman dekat(nya)."
(HR. Ahmad)

Pertemanan itu memberi dampak yang sangat luar biasa, lihatlah bagaimana paman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Abu Thalib dihalang-halangi oleh teman-teman dekatnya yaitu Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal di akhir hayatnya ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membimbingnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, sehingga Abu Thalib tidak sempat mengucapkan dua kalimat syahadat diakhir hayatnya.

Dan pepatah Arab mengatakan:

الصاحب ساحب 

"Teman itu bisa menarik"

Tergantung, bisa menarik kepada kebaikan, atau menarik kepada keburukan.

5. Doa
Allah Ta'ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran".
(QS. ‎Al-‎Baqarah: 186)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لمَ ْيَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Siapa yang tidak meminta kepada Allah niscaya Allah murka kepadanya".
(HR. Ahmad dan At-Tirmizi)

Ramadhan adalah bulan doa, walaupun ia telah berlalu bukan berarti kita jadi malas berdoa, namun tetaplah bersungguh-sungguh dalam berdoa karena kita sangat butuh kepada Allah Ta'ala, dan sangat butuh pertolongan-Nya.

Mudah-mudahan Allah Ta'ala selalu meneguhkan kita di atas agama-Nya dan meneguhkan kita dalam ketaatan-Nya. 

Aamiin

=============================
Tsulasa 26 Syawal 1439 H / 10 Juli 2018

http://www.salamdakwah.com/artikel/4863-keadaan-kita-setelah-ramadhan


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Sebelum Bulan Ramadhan Mudik
Sebelum Bulan Ramadhan Mudik
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Teman
Teman
Ustadz Fuad Baraba Lc - 2 years ago
Kebahagiaan Abadi
Kebahagiaan Abadi
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Nasehat Syekh Bin Baz Tentang Tujuan Kita Diciptakan
Nasehat Syekh Bin Baz Tentang Tujuan Kita Diciptakan
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Al-Quran Sebagai Sarana Peneguh Agama Allah Ta'ala
Al-Quran Sebagai Sarana Peneguh Agama Allah Ta'ala
Ustadz Fuad Baraba Lc - 2 years ago
Wanita Shalihah
Wanita Shalihah
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Zhann (Prasangka)
Zhann (Prasangka)
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com