SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Samudera Ilmu Dalam Bahtera Nabi Nuh

Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 5 months ago

Samudera Ilmu Dalam Bahtera Nabi Nuh

Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc

SAMUDERA ILMU DALAM BAHTERA NABI NUH 'Alaihissalam

๐ŸŽ™Pemateri: Ustadz DR. Firanda Andirja -Hafizhahullah-


- Kisah dalam Al Quran untuk mengambil pelajaran dan faidah

ููŽุงู‚ู’ุตูุตู ุงู„ู’ู‚ูŽุตูŽุตูŽ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชูŽููŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ
Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
QS. Al A’raf: 187

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ู‚ูŽุตูŽุตูู‡ูู…ู’ ุนูุจู’ุฑูŽุฉูŒ ู„ูู‘ุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽุฏููŠุซู‹ุง ูŠููู’ุชูŽุฑูŽู‰ูฐ ูˆูŽู„ูŽูฐูƒูู† ุชูŽุตู’ุฏููŠู‚ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽูู’ุตููŠู„ูŽ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽู‡ูุฏู‹ู‰ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ู„ูู‘ู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
QS. Yusuf: 111

- Kisah para Nabi bukan kisah fiktif sebagaimana pandangan kaum liberal

- Kisah Nabi Nuh salah satu bukti nyata yang membantah pendapat kaum liberal, bahwa kisah di dalam Al Quran bukan fiktif

- Keyakinan kaum liberal bahwa kisah Al Quran adalah fiktif persis seperti keyakinan orang musyrik quraisy

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุชูุชู’ู„ูŽู‰ูฐ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุขูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ู†ูŽุดูŽุงุกู ู„ูŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู…ูุซู’ู„ูŽ ู‡ูŽูฐุฐูŽุง ุฅูู†ู’ ู‡ูŽูฐุฐูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุณูŽุงุทููŠุฑู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ููŠู†ูŽ
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala".
QS. Al Anfal: 31

- Kisah Nabi Nuh 'alaihissalam disebut: Al Quran Surat Al araf, Nuh, Hud, Al Mukminun, Yunus, Asy Syu’ara, Ash Shaffat, Al Qomar dan yang lainnya

- Surat Nuh adalah surat Makkiyyah, pelajarannya adalah agar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bagaimana para nabi sebelum beliau berdakwah dalam keadaan masih sedikit pengikut dan penuh perjuangan sehingga bersabar dalam berdakwah dan ini juga agar dicontoh para pendakwah setelah beliau:

ูˆูŽูƒูู„ู‹ู‘ุง ู†ูŽู‘ู‚ูุตูู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ุจูŽุงุกู ุงู„ุฑูู‘ุณูู„ู ู…ูŽุง ู†ูุซูŽุจูู‘ุชู ุจูู‡ู ููุคูŽุงุฏูŽูƒูŽ ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽูƒูŽ ูููŠ ู‡ูŽูฐุฐูู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉูŒ ูˆูŽุฐููƒู’ุฑูŽู‰ูฐ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
QS. Hud: 120

ุชูู„ู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ุจูŽุงุกู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ู†ููˆุญููŠู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽุง ูƒูู†ุชูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ุชูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ููƒูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ู ู‡ูŽูฐุฐูŽุง ููŽุงุตู’ุจูุฑู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ
Itu adalah diantara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. Al A’raf: 49

- Ibnu Ishaq ahli sejarah berkata: Tidak ada Nabi yang paling berat ujian menghadapi kaumnya dibanding Nabi Nuh. Berdakwah sampai 950 tahun dan yang beriman hanya sedikit sekali dibanding dengan waktu yang beliau gunakan untuk berdakwah.

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู†ููˆุญู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽู„ูŽุจูุซูŽ ูููŠู‡ูู…ู’ ุฃูŽู„ู’ููŽ ุณูŽู†ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‹ุง ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ูู…ู ุงู„ุทูู‘ูˆููŽุงู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุธูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
QS. Al Ankabut: 14

- Surat Al Ankabut dimulai dengan ujian, dan Allah menyebutkan kisah pertama Nabi Nuh 'alaihissalam.


*- Nabi Nuh memliki beberapa keistimewaan:*

1. Bapak kedua seluruh manusia:

ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชูŽู‡ู ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠู†ูŽ
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
QS. Ash Shaffat: 77

ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ู†ููˆุญู ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุดูŽูƒููˆุฑู‹ุง
(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
QS. Al Isra: 3

Nabi Nuh mempunyai empat anak: Sam (nenek moyang orang arab), Ham (nenek moyang romawi), Yafid (nenek moyang sudan, afrika), Yam = Kan’an (inilah yang tidak beriman).

2. Berdakwah dengan waktu yang sangat panjang, 950 tahun, dan belum umur beliau.

3. Allah menamai beliau Abdan Syakuro

ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ู†ููˆุญู ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุดูŽูƒููˆุฑู‹ุง
‏(yaitu)
anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

Kisah dalam Syafa’atul Uzhma, disebutkan bahwa manusia meminta syafaat, dan mereka mengatakan: “Allah telah menamakanmu Abdan Syakuro”,
dan disinilah yang luar biasa, padahal Nabi Nuh 'alaihissalam diuji sangat berat tetapi kenapa beliau tidak dinamai hamba yang pandai bersabar?!?

Jawaban,
Sebab penamaan ini:
beliau sering memuji Allah dalam keadaan bagaimanapun, dalam makan dan minum beliau selalu bersyukur

4. Rasul yang paling pertama, dan bukan Nabi Idris, rasul yang paling pertama, karena Nabi Nuh bukan keturunan Idris karena tidak ada dalil shahih yang menunjukkan akan hal ini, bahkan perkataan para salaf.

- Kenapa Nabi Nuh 'alaihissalam diutus sebagai rasul karena terjadi kesyirikan.

- Di antara Nabi Adam dan Nabi Nuh terjadi kemaksiatan tetapi belum terjadi kesyirikan, seperti pembunuhan: Qabil terhadap Habil.

- Kesyirikan terjadi di zaman Nabi Nuh 'alaihissalam ketika kaum Nabi Nuh membuat patung yang menyerupai orang shalih mereka

- Asalnya patung tersebut tidak disembah, ini menunjukkan bahwa syetan perlahan-lahan mengganggu manusia.

- Asal kesyirikan karena mengagungkan orang shalih.

Disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:
Sebab kesyirikan di dunia adalah pengkultusan kepada orang sholih
*Kaum Nashrani mengangungkan Isa
*Kaum Yahudi mengagungkan Uzair
*Umat Islam mengagungkan orang shalih

Oleh karenanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
- Memperingatkan dengan keras mengagungkan terlalu berlebihan terhadap beliau.
Hadits:
“Janganlah kalian terlalu berlebihan memujiku sebagaimana kaum bani israil memuji Isa putera maryam berlebihan memuji.

- Memperingatkan keras untuk tidak mengagungkan kuburan.

ุงู„ู„ู‡ู… ู„ุง ุชุฌุนู„ ู‚ุจุฑูŠ ูˆุซู†ุง
Ya Allah jangan jadikan kuburanku yang disembah.

- Tidak ada para shahabat radhiyallahu ‘anhum meminta kepada Nabi Muhammad sepeninggal beliau.

- Sangat disayangkan ada penyeru kepada kesyirikan bahkan terang-terangan mengajari umat untuk meminta kepada orang yang sudah mati dan memakai istilah tawassul.

- Tugas utama sekarang adalah menyelamatkan umat dari kesyirikan, sebab kebanyakan umat mengetahui kemaksiatan sedangkan kesyirikan tidak diketahui oleh sebagian besar bahkan menganggapnya sudah biasa, seperti jimat, dukun, dll.


*- Sekarang mari ambil pelajaran dari Dakwah Nabi Nuh 'alaihissalam:*

1โƒฃ Berdakwah harus lembut dan harus mengedepankan kasih sayang terhadap umat yang didakwahi.

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู†ููˆุญู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูƒูู… ู…ูู‘ู†ู’ ุฅูู„ูŽูฐู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุธููŠู…ู
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar.
QS. Al A’raf: 59

2โƒฃ Dalam berdakwah sering mendapat hujatan maka bersabarlah

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุฃู ู…ูู† ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ุง ู„ูŽู†ูŽุฑูŽุงูƒูŽ ูููŠ ุถูŽู„ูŽุงู„ู ู…ูู‘ุจููŠู†ู
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".
QS. Al Ar’raf: 60

3โƒฃ Boleh membantah saat diperlukan

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ู†ููˆุญู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู†ูŽุฐููŠุฑูŒ ู…ูู‘ุจููŠู†ูŒ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu"

4โƒฃ Mendahulukan kasih sayang dalam berdakwah:

ุฃูุจูŽู„ูู‘ุบููƒูู…ู’ ุฑูุณูŽุงู„ูŽุงุชู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽู†ุตูŽุญู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ
"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui".
QS. Al A’raf: 62

ุฃูŽู† ู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽู„ููŠู…ู
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".

5โƒฃ Kebanyakan pengikut nabi orang biasa dan rendahan, dan ini menyebabkan musuh nabi menghina nabi, tetapi ini sebenarnya tanda mereka berakal dan cerdas. Karena mendapat hidayah tanpa harus berfikir panjang.

ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุฃู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ู…ูู† ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽุฑูŽุงูƒูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูŽุดูŽุฑู‹ุง ู…ูู‘ุซู’ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ู†ูŽุฑูŽุงูƒูŽ ุงุชูŽู‘ุจูŽุนูŽูƒูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฐูู„ูู†ูŽุง ุจูŽุงุฏููŠูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฃู’ูŠู ูˆูŽู…ูŽุง ู†ูŽุฑูŽู‰ูฐ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูู† ููŽุถู’ู„ู ุจูŽู„ู’ ู†ูŽุธูู†ูู‘ูƒูู…ู’ ูƒูŽุงุฐูุจููŠู†ูŽ
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".
QS. Hud: 27

6โƒฃ Syarat dari kaum Nabi Nuh:
- Harus kaya
- Menjadi malaikat
- Mengetahui ilmu ghaib
Bantahan dari Nabi Nuh:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฅูู† ูƒูู†ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุจูŽูŠูู‘ู†ูŽุฉู ู…ูู‘ู† ุฑูŽู‘ุจูู‘ูŠ ูˆูŽุขุชูŽุงู†ููŠ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ู…ูู‘ู†ู’ ุนูู†ุฏูู‡ู ููŽุนูู…ูู‘ูŠูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ูู„ู’ุฒูู…ููƒูู…ููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงุฑูู‡ููˆู†ูŽ
Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?".

ูˆูŽูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู„ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุงู„ู‹ุง ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑููŠูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูุทูŽุงุฑูุฏู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู… ู…ูู‘ู„ูŽุงู‚ููˆ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูฐูƒูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุฑูŽุงูƒูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูŽุฌู’ู‡ูŽู„ููˆู†ูŽ
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".

ูˆูŽูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูŽู† ูŠูŽู†ุตูุฑูู†ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู† ุทูŽุฑูŽุฏุชูู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ุฏููŠ ุฎูŽุฒูŽุงุฆูู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ุฅูู†ูู‘ูŠ ู…ูŽู„ูŽูƒูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุฒู’ุฏูŽุฑููŠ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ููƒูู…ู’ ู„ูŽู† ูŠูุคู’ุชููŠูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุจูู…ูŽุง ูููŠ ุฃูŽู†ููุณูู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฅูุฐู‹ุง ู„ูŽู‘ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ
Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak (pula) aku mengatakan: "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.

7โƒฃ Seseorang jika kalah hujjah maka meminta yang tidak mungkin masuk akal dan begitulah musuh nabi.

ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ู†ููˆุญู ู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุฏูŽู„ู’ุชูŽู†ูŽุง ููŽุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู’ุชูŽ ุฌูุฏูŽุงู„ูŽู†ูŽุง ููŽุฃู’ุชูู†ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนูุฏูู†ูŽุง ุฅูู† ูƒูู†ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ
Mereka berkata "Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar".

8โƒฃ Seorang pendakwah harus yakin bahwa Allah akan menolongnya.

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠูƒูู… ุจูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู† ุดูŽุงุกูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ุชูู… ุจูู…ูุนู’ุฌูุฒููŠู†ูŽ
Nuh menjawab: "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ููŽุนููƒูู…ู’ ู†ูุตู’ุญููŠ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏุชูู‘ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ุตูŽุญูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู† ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูุฑููŠุฏู ุฃูŽู† ูŠูุบู’ูˆููŠูŽูƒูู…ู’ ู‡ููˆูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูุฑู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ
Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".

Buruknya kaum Nabi Nuh:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ู‹ุง ูˆูŽู†ูŽู‡ูŽุงุฑู‹ุง
‏Nuh berkata: "Ya Tuhanku
sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,

ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูุฏู’ู‡ูู…ู’ ุฏูุนูŽุงุฆููŠ ุฅูู„ูŽู‘ุง ููุฑูŽุงุฑู‹ุง
‏maka seruanku itu hanyalah
menambah mereka lari (dari kebenaran).

ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ูƒูู„ูŽู‘ู…ูŽุง ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชูู‡ูู…ู’ ู„ูุชูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฌูŽุนูŽู„ููˆุง ุฃูŽุตูŽุงุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุขุฐูŽุงู†ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ุดูŽูˆู’ุง ุซููŠูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุตูŽุฑูู‘ูˆุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑููˆุง ุงุณู’ุชููƒู’ุจูŽุงุฑู‹ุง
‏Dan sesungguhnya setiap kali
aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

ุซูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชูู‡ูู…ู’ ุฌูู‡ูŽุงุฑู‹ุง
‏Kemudian sesungguhnya aku
telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,

ุซูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู†ุชู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฑูŽุฑู’ุชู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฑู‹ุง
‏kemudian sesungguhnya aku
(menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,

ูŠูุฑู’ุณูู„ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู… ู…ูู‘ุฏู’ุฑูŽุงุฑู‹ุง
‏niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat,

ูˆูŽุฃููˆุญููŠูŽ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ู†ููˆุญู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู† ูŠูุคู’ู…ูู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽูˆู’ู…ููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽู† ู‚ูŽุฏู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุจู’ุชูŽุฆูุณู’ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ
‏Dan diwahyukan kepada Nuh,
bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.

ูˆูŽุงุตู’ู†ูŽุนู ุงู„ู’ููู„ู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽุนู’ูŠูู†ูู†ูŽุง ูˆูŽูˆูŽุญู’ูŠูู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎูŽุงุทูุจู’ู†ููŠ ูููŠ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู… ู…ูู‘ุบู’ุฑูŽู‚ููˆู†ูŽ
‏Dan buatlah bahtera itu dengan
pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

ูˆูŽูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ุงู„ู’ููู„ู’ูƒูŽ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ู…ูŽุง ู…ูŽุฑูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽู„ูŽุฃูŒ ู…ูู‘ู† ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ุณูŽุฎูุฑููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู† ุชูŽุณู’ุฎูŽุฑููˆุง ู…ูู†ูŽู‘ุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฎูŽุฑู ู…ูู†ูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽุณู’ุฎูŽุฑููˆู†ูŽ
‏Dan mulailah Nuh membuat
bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).

ูƒูŽุฐูŽู‘ุจูŽุชู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู†ููˆุญู ููŽูƒูŽุฐูŽู‘ุจููˆุง ุนูŽุจู’ุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ูŒ ูˆูŽุงุฒู’ุฏูุฌูุฑูŽ
‏Sebelum mereka, telah
mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).

ูƒูŽุฐูŽู‘ุจูŽุชู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู†ููˆุญู ููŽูƒูŽุฐูŽู‘ุจููˆุง ุนูŽุจู’ุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ูŒ ูˆูŽุงุฒู’ุฏูุฌูุฑูŽ
‏Sebelum mereka, telah
mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).

ููŽุฏูŽุนูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ูู‘ูŠ ู…ูŽุบู’ู„ููˆุจูŒ ููŽุงู†ุชูŽุตูุฑู’
‏Maka dia mengadu kepada
Tuhannya: "bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)".

ููŽููŽุชูŽุญู’ู†ูŽุง ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู ุจูู…ูŽุงุกู ู…ูู‘ู†ู’ู‡ูŽู…ูุฑู
‏Maka Kami bukakan pintu-pintu
langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

- Banyak sedikit bukan ukuran kebenaran
- Yang beriman dari kaum Nabi Nuh jumlahnya 80 dan ada yang berpendapat kitanh dari itu.
- Nabi Nuh sangat berharap rahmat dan ampunan Allah Taala.
- Dalil bahwa setiap perkara senantiasa disunnahkan untuk membaca Bismillah
- Nabi Nuh tidak pernah putus asa dalam berdakwah sampai.

9โƒฃ Nabi Nuh 'alaihissalam sangat ingin anaknya mendapatkan hidayah.
- Nabi Nuh mendakwahi anaknya dengan lembut.
- Nabi Nuh mendakwahi anaknya dengan mengucapkan naiklah dan tidak mengucapakan berimanlah.
- Nabi Nuh mendakwahi tidak memvonis anaknya dengan mengucapkan jangan engkau bersama orang-orang kafir.
- Nabi Nuh sangat sayang kepada anaknya, buktinya tetap mendoakan anaknya agar selamat di akhirat.


โœDitulis oleh saudaranya karena Allah,
Ahmad Zainuddin Al Banjary
Banjarmasin, Ahad 20 Sya’ban 1439 H / 6 Mei 2018

Link Kajiannya: https://youtu.be/N2ynGT5v5YY

========================

http://www.salamdakwah.com/artikel/4811-samudera-ilmu-dalam-bahtera-nabi-nuh


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Menangis Karena Allah
Menangis Karena Allah
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
Wanita Pendakwah Islam
Wanita Pendakwah Islam
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago
Hidup Lebih Indah Setelah Mengingat Ini
Hidup Lebih Indah Setelah Mengingat Ini
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 7 months ago
Bukan Akal
Bukan Akal
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 6 months ago
Bergerak Di Dalam Sholat
Bergerak Di Dalam Sholat
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 7 months ago
Ngomong Apa Sih ?!
Ngomong Apa Sih ?!
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago
Indahnya Menyayangi Istri Ngidam
Indahnya Menyayangi Istri Ngidam
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 2 years ago
Bulan Suci Rajab
Bulan Suci Rajab
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago
Pedagang
Pedagang
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com