SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Aqidah Dulu Baru Fiqih

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 weeks ago

Aqidah Dulu Baru Fiqih

Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

AQIDAH DULU BARU FIQIH


Secara teori ucapan di atas mudah dan indah, namun secara aplikasi ruwet, percaya tidak?

Aqidah selalu melekat dengan fiqih, dan fiqih pasti didasari oleh aqidah.

Berbicara secara teori itu mudah, membayangkannya juga sederhana, namun pada prakteknya antara aqidah dan fiqih tidak bisa dipisahkan.

Apalah artinya aqidah yang tidak menghasilkan amaliyah nyata, dan sebaliknya apalah arti amaliyah bila tidak didasari oleh aqidah yang benar.

Ngaji aqidah kalau tidak menghasilkan semangat beramal, rasa takut kepada Allah, yang menjadikan anda selalu waspada dari berbuat maksiat, rasa cinta kepada-Nya yang menyebabkan anda selalu asyik bermunajat kepada-Nya, dan rasa harap yang menjadikan anda selalu berbaik sangka kepada-Nya.

Dan sebaliknya apa arti amaliyah anda bila hampa dari nilai nilai aqidah, karena amaliyah anda pastilah dipenuhi oleh riya', kesombongan, dan kelancangan terhadap aturan aturan Syari'at.

Aqidah dan amaliyah dua hal yang saling bertautan, tidak dapat dipisahkan kecuali hanya pada tataran teori saja, karena ranah amaliyah itu ada amaliyah lahir, semisal sholat, puasa, haji, jihad dan ada pula amaliyah batin semisal riya, ikhlas, kebencian, cinta, harap, rasa takut, optimisme dan lainnya.

Bahkan setiap amaliyah lahir pastilah disertai amaliyah batin alias aqidah, dan aqidah pastilah menghasilkan amaliyah alias aksi nyata.

Kalaupun keduanya terpisah, maka itu hanya dalam kondisi yang sangat emergensi, alias langka dan sempit.

Karena itu, sandingkan keduanya, tidak perlu memperadukannya, mendahulukan aqidah bukan berarti mengabaikan fiqih. Menekuni fiqih bukan berarti menceraikan aqidah.

Kondisi ini kalau boleh saya perumpamakan bagaikan wanita dan pria. Bila anda seorang lelaki ndak pantas untuk membenci apalagi menjauhi wanita, karena kejantanan anda hanya bisa dibuktikan seutuhnya dengan adanya wanita yang rela mendampingi hidup anda.

Sebagaimana bila anda seorang wanita, tidak perlu memusuhi pria, karena sadarilah bahwa kewanitaan anda hanya bisa anda buktikan seutuhnya bila ada lelaki yang sudi menikahi anda.

Susahnya memisahkan antara fiqih dengan aqidah bagaikan susahnya hidup para jomblo, apalagi yang berkepanjangan.

Begitu saja, tidak usah aneh-aneh pikirannya, segera membuktikan diri dengan menikah saja.

========================
Itsnain 14 Sya'ban 1439 H / 30 April 2018

http://www.salamdakwah.com/artikel/4809-aqidah-dulu-baru-fiqih


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tahukah Anda?
Tahukah Anda?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Sakti Tapi Kok Mati ?
Sakti Tapi Kok Mati ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Awas, Ada Setan di Sisi Anda!
Awas, Ada Setan di Sisi Anda!
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Murid Jadi Soko Guru, Guru Jadi Murid Kecil
Murid Jadi Soko Guru, Guru Jadi Murid Kecil
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Dasar Kampungan! Dasar Orang Kota!
Dasar Kampungan! Dasar Orang Kota!
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 6 months ago
Tahun Baru
Tahun Baru
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Uji Nyali Mencicipi Makanan dan Minuman Penghuni Neraka
Uji Nyali Mencicipi Makanan dan Minuman Penghuni Neraka
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 9 months ago
Menyembah Manusia, Namun Tidak Merasa
Menyembah Manusia, Namun Tidak Merasa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com