SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

penyelewengan waktu oleh pekerja

7 years ago

penyelewengan waktu oleh pekerja

Jenis pekerjaan seseorang secara umum terbagi dua: yang pertama usaha sendiri atau yang dikenal dengan wiraswasta dan yang kedua menjadi pegawai. Orang yang usaha sendiri tidak terikat oleh jam kerja dan target tertentu yang harus dicapai dalam pekerjaannya karena dia sendiri yang menentukan, berbeda dengan pegawai yang biasanya terikat oleh jam kerja yang ditentukan oleh perusahaan atau lembaga, atau oleh hasil tertentu yang harus dicapai 

Seorang pegawai yang menyalahi aturan jam kerja secara otomatis merugikan perusahaan atau lembaga yang menggajinya.Penyelewengan waktu oleh pekerja bermacam-macam bentuknya, diantaranya: 

1-Mengurangi jam kerja dengan cara datang terlambat dari waktu yang ditentukan atau pulang sebelum jam kerja habis

 

2-menggunakan jam kerja bukan untuk bekerja kepentingan kantor atau lembaga yang dia bekerja untuknya tetapi untuk kepentingan pribadi atau hal lain 

Berikut terjemahan hukum penyelewengan waktu yang disampaikan oleh ulama’

 

1.    Lajnah daimah lilifta’ ditanya: para pegawai yang terikat jam kerja resmi, keluar (tempat kerja.red) ditengah-tengah jam kerja untuk melakukan jual beli, apa hukum perbuatan mereka itu? 

Jawaban Lajnah: keluarnya pegawai ditengah jam kerja untuk jual beli tidak boleh, baik itu mendapat izin dari penanggung jawab atau tidak, karena 

-itu menyelisihi perintah waliyul amri yang melarang hal tersebut 

-dengan begitu dia juga menelantarkan pekerjaan yang   diamanatkan  kepadanya dan kemudian itu berakibat penelantaran hak-hak kaum muslimin  
 yang terikat dengan pekerjaannya

 

-menjadikan pekerjaannya tidak sempurna, Abu Ya’la dan Al-Askari meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha (perkataan.red) yang dinisbatkan ke Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: sesungguhnya Allah suka jika seseorang diantara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, dia membaguskannya (profesional)  

2.    syaikh Utsaimin rahimahullah ditanya: Negara memiliki peraturan resmi jam kerja, anda mendapati sebagian orang datang (ke tempat kerja.red) terlambat setengah jam atau meninggalkannya setengah jam lebih awal sebelum jam kerja habis.dan kadang-kadang terlambat satu jam atau lebih, maka apa hukumnya seperti itu?

 

Beliau menjawab: secara dhohir ini tidak memerlukan jawaban (karena begitu jelasnya pelanggaran ini.red) disebabkan karena (ganti sesuatu) harus diberikan sebgai timbal balik atas sesuatu yang digantikan.sebagaimana seorang pegawai tidak rela sedikitpun jika Negara mengurangi gaji mereka maka wajib atasnya untuk tidak mengurangi hak Negara (jam kerja/target kerja) sedikitpun.jadi seseorang tidak boleh terlambat datang dari jam kerja resmi yang ditentukan atau keluar sebelum waktunya 

 

3.       fatwa Lajnah Daimah : Orang yang diserahi pekerjaan dengan imbalan gaji maka wajib atasnya melaksanakan pekerjaan itu seperti yang diminta,jika dia lalai dalam pekerjaan itu tanpa udzur syar’I maka tidak halal baginya apa yang dia terima dari gaji tersebut karena dia mengambilnya tanpa ada timbal balik.         

 

sumber :

 

3. Fatwa Lajnah Daimah, juz.15 hal.153

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tahun Baru Hijriyah
Tahun Baru Hijriyah
Redaksi salamdakwah.com - 7 years ago
Ikut Ulil Amri
Ikut Ulil Amri
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Tentang Mimpi
Tentang Mimpi
Redaksi salamdakwah.com - 7 years ago
Aku Hanyalah Lilin
Aku Hanyalah Lilin
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Keutamaan Ilmu Tergantung Kepada Apa Yang Dipelajari
Keutamaan Ilmu Tergantung Kepada Apa Yang Dipelajari
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago
Membangun Dunia Dengan Dakwah
Membangun Dunia Dengan Dakwah
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Selama Engkau Hidup...
Selama Engkau Hidup...
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com