SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bulan Sya’ban Bulan Persiapan

Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago

Bulan Sya’ban Bulan Persiapan

Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc

BULAN SYA’BAN BULAN PERSIAPAN


Bismillah, walhamdulillah, wash shalatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Ketika memasuki bulan Sya’ban terdapat amalan yang sangat dianjurkan yaitu memperbanyak puasa, sebagaimana yang dikerjakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

‎عن أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. رواه النسائي (4/4201) و أحمد (5/201), و انظر السلسلة الصحيحة (4/1898).

Artinya: "Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau berpuasa pada satu bulan dari bulan-bulan lainnya sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya'ban? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Bulan itu adalah bulan yang dilupakan manusia yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan, dan ia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rabb semesta alam, maka aku menginginkan amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa".
HR. An Nasai (420/4), Ahmad (5/201) dan lihat kitab Silsilah Al-Ahadits ash-ashahihah (4/1898)

‎عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ. رواه البخاري (1969) و مسلم (1156)

Artinya: "'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban".
HR. Bukhari (no. 1969) dan Muslim (no. 1156).
Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

‎كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban kecuali hanya sedikit hari saja (yang beliau tidak berpuasa).”
(HR. Muslim no. 1156)

Beberapa penjelasan Ulama Islam:

Tentang hikmah memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban:

Setelah menyebutkan pendapat-pendapat tentang hikmah diperbanyaknya puasa di bulan Sya’ban, Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

‎وَالْأَوْلَى فِي ذَلِكَ مَا جَاءَ فِي حَدِيثٍ أَصَحَّ مِمَّا مضى أخرجه النسائي وأبو داود وصححه بن خُزَيْمَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وَأَنَا صَائِمٌ .

Artinya: “Dan pendapat yang benar di dalam hal ini adalah apa yang disebutkan di dalam sebuah hadits yang lebih shahih dibandingkan sebelumnya, diriwayatkan oleh An Nasa'i dan Abu Daud dan dishahihkan oleh IBnu Khuzaimah dar Usamah bin Zaid, beliau berkata:
“Engkau pernah berkata: “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa dalam sebuah bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana kamu berpuasa di bulan Sya’ban, kemudian beliau menjawab: "Bulan itu adalah bulan yang dilupakan manusia yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan, dan ia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rabb semesta alam, maka aku menginginkan amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa".
Lihat kitab Fath Al Bary di dalam penjelasan hadits ini

Tentang Perbedaan riwayat Pengangkatan Amalan

Terdapat beberapa riwayat tentang diangkatnya amalan seorang hamba dan ditambah lagi dengan riwayat di atas, lalu bagaimana penggabungannya:

Hadits yang menunjukkan bahwa amalan malam diangkat sebelum siang dan amalan siang sebelum malam.

‎عَنْ أَبِي مُوسَى الأشعري رضي الله عنه قَالَ : قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ فَقَالَ : ( إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لا يَنَامُ ، وَلا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ ، يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ ، يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ، وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ )

Artinya: “Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri di hadapan kita dengan mengucapkan lima kalimat:
“Sesungguhya Allah Aza wa Jalla tidak tidur, tidak pantas untuknya untuk tidur, meletakkan keadilan dan mengangkatnya, mengangkat amalan malam sebelum amalan siang dan amalan siang sebelum alaman malam.”
HR. Muslim, no 179

Berkata An Nawawi menjelaskan hadits ini:

‎الْمَلائِكَة الْحَفَظَة يَصْعَدُونَ بِأَعْمَالِ اللَّيْل بَعْد اِنْقِضَائِهِ فِي أَوَّل النَّهَار , وَيَصْعَدُونَ بِأَعْمَالِ النَّهَار بَعْد اِنْقِضَائِهِ فِي أَوَّل اللَّيْل .

Artinya: “Para malaikat yang menjaga membawa naik amalan-amalan malam setelah selesainya di waktu pagi dan membawa naik amalan-amalan siang setelah selesai di awal malam.
Lihat kitab Al Minhaj syarah Shahih Muslim

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah tentang hadits ini:

‎" فيه : أَنَّ الأَعْمَال تُرْفَع آخِرَ النَّهَار , فَمَنْ كَانَ حِينَئِذٍ فِي طَاعَة بُورِكَ فِي رِزْقه وَفِي عَمَله ، وَاَللَّه أَعْلَم ، وَيَتَرَتَّب عَلَيْهِ حِكْمَة الأَمْر بِالْمُحَافَظَةِ عَلَيْهِمَا وَالاهْتِمَام بِهِمَا - يعني صلاتي الصبح والعصر - ) " انتهى .

Artinya: “Dan di dalam hadits ini terdapat amalan-amalan akan diangkat di akhir siang, maka barangsiapa yang pada waktu itu di dalam ketaatan niscaya akan diberkahi di dalam rezekinya atau perbuatannya, wallahu a’lam.
Dan ini juga berkonsekwensi yaitu hikmah perintah untuk selalu menjaga dan memperhatikan amalan pada waktu keduanya yaitu ketika shalat shubuh atau shalat ashar.”
Lihat kitab Fath Al Bary ketika menjelaskan hadits ini

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ : اتْرُكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا ) .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Amalan-amalan manusia akan diperlihatkan pada setiap minggu sebanyak dua kali; hari Senin dan Kamis, maka diampuni setiap hamba yang beriman kecuali hamba yang ada diantaranya dengan saudaranya pertikaian, maka dikatakan (untuk mereka berdua): “Tinggalkan dua orang ini samapai mereka berdamai.”
HR. Muslim, no. 2565

Kesimpulan:

Amalan-amalan hamba akan diangkat:

➖Perhari dan terjadi dua kali sehari, yaitu pagi dan sore

➖Perminggu dan terjadi dua kali seminggu, yaitu hari Senin dan Kamis

➖Pertahun dan terjadi pada bulan Sya’ban

➖Dan jika telah sampai ajal, maka akan diangkat amalan seumur hidup seluruhnya dan ditutup buku catatan amal [tambahan Admin copas (*)]

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

‎ فإن عمل العام يرفع في شعبان كما أخبر به الصادق المصدوق أنه شهر ترفع فيه الأعمال فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم ويعرض عمل الأسبوع يوم الاثنين والخميس كما ثبت ذلك في صحيح مسلم وعمل اليوم يرفع في آخره قبل الليل وعمل الليل في آخره قبل النهار. فهذا الرفع في اليوم والليلة أخص من الرفع في العام وإذا انقضى الأجل رفع عمل العمر كله وطويت صحيفة العمل

Artinya: “Sesungguhnya amalan setahun akan diangkat pada bulan Sya’ban sebagaimana yang diberitahulkan oleh Ash Shadiq Al Mashduq, dan ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan di dalamnya dan aku suka diangkat amalanku dalam keadaan aku berpuasa. Dan diangkat amalan seminggu pada hari Senin dan Kamis sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Shahih Muslim. Dan amalan sehari diangkat pada akhirnya sebelum malam dan amalan semalaman diangkat pada akhirnya sebelum siang. Maka pengangkatan ini pada sehari semalam lebih khusus dibandingkan pengangkatan pada setahun dan jika telah sampai ajal, maka akan diangkat amalan seumur hidup seluruhnya dan ditutup buku catatan amal.” (*)
Lihat kitab Hasyiah Ibnul Qayyim, 12/313

Tentang Anjuran untuk selalu Istiqamah dalam Beramal terutama ketika diangkatnya amalan:

Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

‎فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Maka aku suka diangkatnya amalanku dalam keadaan aku berpuasa.

Sabda ini Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ucapkan baik ketika amalan seumur hidup diangkat bulan Sya’ban atau ketika amalan seminggu diangkat di hari Senin dan Kamis.

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ ؛ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ ) صححه الألباني في "إرواء الغليل" (949) .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda: “Diangkat amalan-amalan (seminggu) pada hari Senin dan Kamis dan Aku suka ketika amalanku diangkat dan aku dalam keadaan berpuasa.
Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Irwa’ Al Ghalil, no. 949

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Kamis, 8 Sya’ban 1433 H Dammam KSA

Ttd
Ahmad Zainuddin Al Banjary

========================
@ahmadzainuddinalbanjary
Reposted : Arbi'a 2 Sya'ban 1439 H / 18 April 2018

http://www.salamdakwah.com/artikel/4793-bulan-syaban-bulan-persiapan


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Contoh Tenggang Rasa Antara Suami Istri
Contoh Tenggang Rasa Antara Suami Istri
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 5 years ago
Ingin Tidak Diremehkan Istri?
Ingin Tidak Diremehkan Istri?
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
Muslimah Melihat Ustadz Favorit Di Televisi
Muslimah Melihat Ustadz Favorit Di Televisi
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago
Tentu Berbeda Yang Meremehkan Maksiat Dengan Yang Tidak!
Tentu Berbeda Yang Meremehkan Maksiat Dengan Yang Tidak!
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago
Ngobrol Menghabiskan Waktu
Ngobrol Menghabiskan Waktu
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago
Ikut-ikutan Dalam Slogan Yang Lagi Tren
Ikut-ikutan Dalam Slogan Yang Lagi Tren
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 2 years ago
Dakwah Sunnah dan Dakwah Salaf
Dakwah Sunnah dan Dakwah Salaf
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com