SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jangan Salahkan Ain

Ustadz Hasan Al-Jaizy,Lc - 3 months ago

Jangan Salahkan Ain

Oleh Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc

JANGAN SALAHKAN AIN


Ain. Sebagian menyalahkan ain.
Sebagian menyalahkan orang lain yang kagum atau hasad.
Coba mari kita muhasabah ketika dada terasa sesak. Ketika merasa banyak yang memperhatikan. Ketika merasa banyak yang iri. Ketika bayi menangis terus. Ketika anak tetibanya lemah kemudian sakit.

Coba sebelum menyalahkan ain, atau orang lain, bercermin.

Ada orang yang anaknya jatuh sakit. Secara prikologis semacam tertekan. Padahal ia anak ceria. Anak itu rupanya sering dipajang foto mungilnya di media sosial. Lalu orang tua menyalahkan ain, atau para pemirsa. Diingatkan oleh sebagian pihak, "Akhi, hati-hati moga anaknya tak kena ain."
Tapi malah disuguhi jawaban, "Insya Allah tidak. Doain ya."

Merasa sudah baca Bismillah. Merasa semua pemirsa berkata Masya Allah atau Tabarakallah.
Ketika sudah kena, cari kambing hitam.

Coba ketika kita membawa anak keluar, bermain dan bergaul dengan sekitar, lihat hati. Apa sekadar ingin pamer kelucuannya? Supaya disukai?

Kemudian betul. Disukai.
Dicubit-cubit. Ada perasaan bangga dengan pemberian. Di situlah letak sebabnya. Dinyana bahwa ain tidak bisa datang karena kesombongan orang tua atau hasrat pamer.

Maka senantiasa, jangan jadikan pamer amalan atau pamer prestasi sebagai rutinan. Manusia sebenarnya tidak butuh kabar kehebatan Anda. Mereka butuh kabar unik, aneh atau kematian. Saat Anda berprestasi dan pamer sekali, mungkin mereka bersuka cita. Namun jika Anda selalu tampil di depan mereka sebagai individu berprestasi, maka Anda akan mengotori hati mereka. Dan sebelumnya, hati Anda sudah kotor. Walaupun apapun bagaimanapun Anda beralasan.

Dengan bekal niatan kotor dan rutinnya sikap pamer, maka jangan heran kerap ada gundah di hati. Repotnya diri kenapa seolah tiada arti. Dan kenapa belakangan ini ada tekanan batin dan kekosongan yang tidak kunjung diisi.

Sebagian orang hebat tetibanya futur, bukan karena lemah fisik. Namun karena hati yang kotor. Hebatnya itu demi suatu anggapan, prestige, pujian, sanjungan atau minimal semua tahu bahwa 'saya sehebat ini'.

Ain. Jangan salahkan ain.
Jangan salahkan mata memandang. Tapi coba introspeksi diri, istighfar dan bertaubat. Ain bukanlah sihir. Tapi kejinya kadang lebih buruk dari sihir. Ain kadang terjadi tanpa kesengajaan pelaku. Tapi yang terawal mengundang ain, sangat mungkin niat yang rusak dari pelaku atau pemilik.

Ingat. Anda melakukan ini dan itu, seyogyanya untuk Allah. Jika tidak, maka siapa lagi penjaga yang akan menjaga Anda melainkan Dia?!

=====================
Khamis 20 Jumadats Tsaniyyah 1439 H / 8 Maret 2018

http://www.salamdakwah.com/artikel/4763-jangan-salahkan-ain


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Jika Sebutan Salafi Malah Merugikan Kita
Jika Sebutan Salafi Malah Merugikan Kita
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 11 months ago
Saudaraku, Bersabarlah Di Atas Sunnah...
Saudaraku, Bersabarlah Di Atas Sunnah...
Ustadz Najmi Umar Bakkar - 6 months ago
Ketika Saudaramu Bermaksiat
Ketika Saudaramu Bermaksiat
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 1 year ago
Berubah Arah Setelah Hijrah !?
Berubah Arah Setelah Hijrah !?
Ustadz Abu Salma Muhammad - 4 months ago
Bersemilah Ramadhan
Bersemilah Ramadhan
Ustadz Armen Halim Naro Rahimahulloh - 4 years ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com