SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penggunaan Kentongan dan Bedug Untuk Menandai Waktu Sholat

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 months ago

Penggunaan Kentongan dan Bedug Untuk Menandai Waktu Sholat

Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

PENGGUNAAN KENTONGAN DAN BEDUG UNTUK MENANDAI WAKTU SHOLAT
➖➖➖

Syeikh Muhammad Hasyim Asy'ary (Pendiri NU), mengharamkan penggunaan kentongan untuk menandai waktu sholat.

Pernyataan beliau ini terungkap dengan jelas pada salah satu risalah beliau yang berjudul:

Al Jaasuus Fi Bayaani Hukmi An Naquus

الجاسوس في بيان حكم الناقوس

Pada risalah kecil ini, secara khusus beliau menjelaskan tentang hukum menggunakan kentongan dan bedug untuk memanggil masyarakat menunaikan sholat berjamaah atau menandai masuknya waktu shalat wajib.

Beliau pada awal risalah ini berkata:
"Semula aku termasuk yang memperjuangkan pendapat bolehnya menggunakan kentongan atau bedug untuk menandai masuknya waktu shalat. Hingga pada suatu saat, yaitu pada awal tahun 1335 H, aku mendapat ujian, harus mondar mandir ke rumah sakit guna mengobatkan istriku yang menderika sakit di telinganya. Saat itu aku melihat langsung dengan kedua mataku, dan mendengar langsung dengan kedua telingaku orang-orang nasrani yang memukul loncengnya guna menandai waktu ibadah dan pelajaran mereka.

Saat itulah aku menyadari bahwa pendapat yang benar adalah pendapat yang mengharamkan penggunaan kentongan atau bedug. Dan pendapat yang membolehkan keduanya menyimpang dari jalan yang lurus. Karenanya, aku menulis risalah ini, guna menampakkan kebenaran.

Selajutnya beliau membawakan hadits-hadits tentang sejarah disyari'atkannya azan.

Dan diantara alasan yang beliau utarakan dalam mengharamkan keduanya adalah:

1. Penggunaan kentongan adalah salah satu simbol agama orang-orang kafir.

2. Memukul kentongan menyerupai orang kafir.

3. Memukul kentongan sama saja menghidup-hidupkan simbol agama orang kafir.

4. Memukul kentongan termasuk kemungkaran.

5. Memukul kentongan jelas-jelas telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Lebih lengkapnya anda bisa simak langsung pada risalah beliau yang berjudul (Al Jaasuus Fi Bayaani Hukmi An Naquus)

Risalah ini telah diterbitkan bersama risalah risalah beliau yang lain dan diberi judul (إرشاد الساري في جمع مصنفات الشيخ هاشم أشعري)

======================
Dr Muhammad Arifin Badri
Tsulasa 11 Jumadats Tsaniyyah 1439 H / 27 Februari 2018

http://www.salamdakwah.com/artikel/4758-penggunaan-kentongan-dan-bedug-untuk-menandai-waktu-sholat


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Perkataan yang Keliru: Susahnya Jadi Orang Islam!
Perkataan yang Keliru: Susahnya Jadi Orang Islam!
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Kapan Anda Mati ?
Kapan Anda Mati ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago
Ustadz Pun Tetap Diuji
Ustadz Pun Tetap Diuji
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago
Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim
Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago
Pengakuan Ibnu Taimiyah Tentang Praktek Pengkafiran
Pengakuan Ibnu Taimiyah Tentang Praktek Pengkafiran
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 6 months ago
Cadar Butterfly
Cadar Butterfly
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Islam dan Stabilitas Nasional
Islam dan Stabilitas Nasional
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com