SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penghimpitan Di Alam Kubur

Ustadz Yulian Purnama - 1 week ago

Penghimpitan Di Alam Kubur

Oleh Ustadz Yulian Purnama

PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR


Ahlussunnah mengimani bahwa di alam kubur akan terjadi peristiwa ضغطة /dhoghthoh/ (penghimpitan). Ini didasari oleh beberapa hadits yang shahih. Di antaranya:

Hadits dari Aisyah radhiallahu'anha, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِيًا مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ

"Sesungguhnya di alam kubur akan terjadi penghimpitan. Andaikan ada orang yang selamat darinya, maka sungguh Sa'ad bin Mu'adz akan selamat darinya" (HR. Ahmad [6/55], dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.1695).

Hadits dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu, bahwa bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda ketika Sa'ad bin Mu'adz meninggal:

هَذَا الَّذِي تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ الْمَلَائِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ

"Lelaki ini membuat Arsy berguncang, dan akan dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan ia akan dipersaksikan oleh 70 Malaikat sebagai orang yang baik. Namun ia mengalami penghimpitan di alam kubur kemudian terlepas darinya" (HR. An Nasa'i no.2055, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa'i).

Hadits dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda ketika ada seorang anak kecil yang meninggal:

لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ القَبْرِ لَأَفْلَتَ هَذَا الصَبِيُّ

"Andaikan ada orang yang selamat dari penghimpitan di alam kubur, sungguh anak ini akan selamat" (HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir [4/121], dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2164).

Siapa yang mengalami penghimpitan?

Ulama sepakat bahwa orang kafir dan munafik pasti akan mengalami penghimpitan. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda tentang orang kafir dan munafik:

وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ

"... Kemudian kuburnya pun menghimpitnya hingga remuk tulang-tulangnya " (HR. Abu Daud no. 4753, Ahmad no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Jumhur ulama mengatakan bahwa para Nabi tidak mengalami penghimpitan di alam kubur. As Suyuthi mengatakan:

والمعروف أن الأنبياء لا يضغطون

"Pendapat yang ma'ruf, para Nabi tidak mengalami penghimpitan" (Syarhus Shudur bi Syarhi Haalil Mauta wal Qubur, 114).

Al Munawi mengatakan:

وأقول: استثناؤه الأنبياء ظاهر، وأما الأولياء فلا يكاد يصح؛ ألا ترى إلى جلالة مقام سعد بن معاذ وقد ضم

"Saya katakan, pendapat yang mengecualikan para Nabi dari terkena penghimpitan adalah pendapat yang kuat. Adapun mengecualikan para wali, maka ini pendapat yang tidak tepat. Tidakkah anda lihat bagaimana Sa'ad bin Mu'adz saja yang kedudukannya tinggi tetap mengalami penghimpitan?!" (Faidhul Qadir, 5/313).

Adapun orang-orang beriman selain para Nabi, maka ada khilaf yang kuat di tengah ulama apakah mereka mengalami penghimpitan ataukah tidak? Pendapat yang kuat adalah bahwa orang-orang beriman selain para Nabi mereka semua mengalami penghimpitan tanpa terkecuali, sebagaimana zahir hadits Aisyah radhiallahu'anha.

Oleh karena itu, Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah, seorang tabi'in, beliau berkata:

ما أجير من ضغطة القبر ولا سعد بن معاذ الذي منديل من مناديله خير من الدنيا وما فيها!

"Tidak ada yang selamat dari penghimpitan, bahkan Sa'ad bin Mu'adz saja tidak selamat. Padahal satu sapu tangan beliau itu lebih baik daripada dunia dan seisinya!" (Diriwayatkan dalam kitab Az Zuhd karya Hannad [1/125]).

Bahkan anak kecil yang belum terkena beban syariat saja terkena penghimpitan sebagaimana dalam hadits Abu Ayyub.

Bagaimana bentuk penghimpitan yang dialami orang-orang beriman?

Walaupun orang-orang beriman mengalami penghimpitan di alam kubur, namun bentuknya berbeda dengan yang dialami orang-orang kafir dan munafiq. Ada dua pendapat ulama dalam masalah ini:

Pertama: penghimpitan yang mereka rasakan adalah penghimpitan maknawi, yang berupa rasa takut dan gelisah. Bukan penghimpitan kubur secara hakiki.

Abu Bakar At Taimi rahimahullah mengatakan:

كان يقالُ: إن ضمَّةَ القبرِ إنَّما أصلُها أن الأرض أُمُّهم، ومنها خلقُوا، فغابُوا عنها الغيبةَ الطويلةَ، فلما رَدُّوا إليها أولادَها، ضمَّتهم ضمَّ الوالدةِ التي غابَ عنها ولدُها

"Para ulama mengatakan: bentuk penghimpitan di alam kubur itu pada asalnya karena bumi bagaikan ibu bagi manusia. Di sana mereka diciptakan, kemudian tiba-tiba ia tidak lagi berada di bumi untuk waktu yang lama. Ketika anak-anak bumi ini dikembalikan kepadanya, maka ia merasakan kesempitan sebagaimana sempitnya seorang ibu yang kehilangan anaknya" (Tafsir Ibnu Rajab, 2/373).

Kedua: penghimpitan yang mereka rasakan adalah penghimpitan hakiki, namun hanya sebentar.

Al Munawi mengatakan:

المؤمن الكامل ينضم عليه ثم ينفرج عنه سريعًا، والمؤمن العاصي يطول ضمه ثم يتراخى عنه بعد، وأن الكافر يدوم ضمه، أو يكاد أن يدوم

"Seorang mukmin yang sempurna imannya, akan mengalami penghimpitan, kemudian dengan cepat segera dilepaskan. Sedangkan seorang mukmin yang ahli maksiat akan diperlama penghimpitannya. Sedangkan penghimpitan orang kafir akan selamanya di himpit atau hampir selamanya" (Faidhul Qadir, 2/168).

Kapan terjadi penghimpitan di dalam kubur?

Itu terjadi sebelum pertanyaan dua malaikat. Ar Ramli mengatakan:

وضمة القبر للميت قبل سؤال الملكين

"Penghimpitan di alam kubur terjadi sebelum pertanyaan dua Malaikat" (Fatawa Ar Ramli, 6/33).

Syaikh Ibnu Al Utsaimin menjelaskan:

الأحاديث الصحيحة تدل على أن الرجل إذا سأله الملكان وأجاب بالصواب فسح له في قبره، فإن صح الحديث فالمعنى أنه أول ما دخل ضمه القبر ثم فسح له

"Hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa seseorang ketika ia berhasil menjawab pertanyaan dua malaikat di dalam kubur dengan benar, maka akan dilapangkan kuburnya. Jika hadits tentang penghimpitan itu shahih, maka maknanya, pertama kali ia masuk ke dalam kubur, ia akan dihimpit oleh kubur, kemudian akan dilapangkan (setelah menjawab pertanyaan)" (Liqa Babil Maftuh, 17/36).

Wallahu a'lam. Semoga Allah ta'ala memberikan kita al qauluts tsabit di kehidupan dunia dan di alam kubur dan melindungi kita dari adzab kubur.

[Diringkas dari penjelasan Syaikh Abdullah bin Abduh Nu'man Al Awadhi dan Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid].

@fawaid_kangaswad

_____________________________________
Ahad 5 Shafar 1443 / 12 September 2021

http://www.salamdakwah.com/artikel/4676-penghimpitan-di-alam-kubur


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tatkala Mata Tak Mampu Bermunajat Kepada Allah
Tatkala Mata Tak Mampu Bermunajat Kepada Allah
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 5 years ago
Cara Taubat Anak Durhaka Setelah Orangtua Meninggal
Cara Taubat Anak Durhaka Setelah Orangtua Meninggal
Ustadz Ammi Nur Baits - 6 years ago
Aku Saudaramu...
Aku Saudaramu...
- 4 years ago
Berbagi Ramadhan (29)
Berbagi Ramadhan (29)
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Tak Perlu Menunggu
Tak Perlu Menunggu
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 6 years ago
Luasnya Rahmat Allah
Luasnya Rahmat Allah
Ustadz Kurnaedi Lc - 5 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com