SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengenal Dakwah Salafiyah

Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc - 2 weeks ago

Mengenal Dakwah Salafiyah

Diterjemahkan Oleh Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc hafizhahullah


MENGENAL DAKWAH SALAFIYAH (Edisi 1)

Oleh: Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Allamah Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari rahimahullahu

1. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini adalah nisbat kepada generasi muslim yang paling mulia dan paling bertakwa yang hidup di zaman Islam yang haq dan murni (yaitu generasi sahabat Nabi ﷺ) tanpa ada ekstrim kanan (berlebihan) dan ekstrim kiri (meremehkan). Dia menjadikan mereka sebagai suri tauladan dan berpegang teguh (dengan ajaran mereka).

2. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini merupakan seruan secara umum untuk kaum muslimin bahkan semua manusia. Dia bukanlah suatu kelompok harakah atau organisasi. Dia adalah dakwah Mahabbah (cinta karena Allah) dan I'tisham (berpegang teguh dengan tali Allah) serta ukhuwah/persatuan (di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafush shalih).

3. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini, prioritas utamanya adalah mengikat kaum muslimin dengan aqidah tauhid yang murni yang tidak menjadikan perantara (wali-wali yang telah mati) antara hamba dan Rabb mereka dalam berdoa atau istighatsah atau meminta pertolongan (kepada makhluk) dalam hal yang tidak bisa dilakukan kecuali hanya oleh Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi Di atas langit-Nya.

4. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini bangunan ilmiahnya, dakwahnya serta tarbiyahnya dilandasi oleh:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا
"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah........."
(QS. Ali-Imran: 103)

Dan berlangsung terus dengan:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ
"Dan saling tolong menolonglah kalian dalam berbuat baik dan ketakwaan........."
(QS. Al-Maidah: 2)

serta diilhami oleh:

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ
"serta saling menasihatilah dalam kebenaran........."
(QS. Al-Ashr: 3)
dengan cara yang terbaik kepada yang lebih lurus.

5. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini tidak mau tenggelam dalam kubangan politik zaman now atau menyibukkan diri dengan segala hal yang berkaitan dengannya. Namun dia sangat berantusias dalam memperhatikan masalah umat sesuai kemampuan dan berlandaskan siyasah/syariat Islam.

(Diterjemahkan dari Channel Telegram Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi rahimahullah tanggal 8-18 Agustus 2021)

* * *

MENGENAL DAKWAH SALAFIYAH (Edisi 2)

Oleh: Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Allamah Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari rahimahullahu

6. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini memberikan kepada pemimpin kaum muslimin hak-hak mereka yang syar'i dan kewajiban-kewajiban mereka yang bersifat duniawi tanpa berlebihan dan tanpa meremehkan. Itu semua dibangun di atas sabda Nabi ﷺ: Sesungguhnya ketaatan itu pada hal yang baik.

7. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini adalah dakwah Islamiyyah pertama dan yang terdepan dalam memerangi dan membantah serta membongkar kesesatan manhaj takfir (pengkafiran muslim tanpa haq) yang menyusup ke dalam Islam serta dialah yang menyingkap kebodohan ucapan para pembesar manhaj tersebut, mulai dari kelompok Sukri Mushthafa di pertengahan tahun 1970-an hingga kelompok teroris ISIS di zaman ini serta kelompok-kelompok takfir yang ada di antara keduanya.
Hal ini dikarenakan para ulama dakwah salafiyah rahimahumullahu telah menetapkan kaidah-kaidah takfir baik secara individu maupun secara umum. Mereka telah meletakkan prinsip-prinsip yang detail yang bisa mencegah berbagai macam fitnah dan malapetaka, sedikit atau banyak.

8. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini bangga sebagai satu-satunya dakwah yang selalu bersama negerinya di kala susah. Dia menyerunya kepada kebenaran dan menyampaikan pendapatnya yang syar'i yang bisa menjaga urusan agama dan urusan dunia untuk negerinya dengan keimanan dan keamanannya. Dan dia tidak mempedulikan sama sekali celaan orang-orang bodoh yang berkhianat maupun orang-orang hizbiyah yang fanatik golongan yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

(Diterjemahkan dari Channel Telegram Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi rahimahullah tanggal 20-23 Agustus 2021)

* * *

MENGENAL DAKWAH SALAFIYAH (Edisi 3)

Oleh: Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Allamah Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari rahimahullahu

9. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini, pondasi fikihnya dan praktiknya yang syar'i dibangun atas dasar pengagungan terhadap dalil syariat yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan dia juga mengambil faedah dari perjuangan para fuqaha' (ulama fikih) dan imam-imam kaum muslimin tanpa diiringi dengan fanatik kepada salah seorang dari mereka. Dia mengambil pelajaran dari fikih mereka dan memilih mana yang paling kuat dari pendapat mereka sesuai dengan dalil syar'i bukan berdasarkan akal yang plin-plan atau kemaslahatan yang semu. Barangsiapa dari mereka yang benar, maka dia mendapatkan dua pahala dan barangsiapa yang salah, maka dia mendapatkan satu pahala. Dan kita berdoa semoga mereka meraih kebaikan dan Rahmat Nya.

10. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini, memfokuskan kepada prinsip pengagungan seorang muslim kepada Rabbnya Ta'ala. Prinsip ini mengharuskannya untuk menjadikan firman Allah:

ءَأَنتُمۡ أَعۡلَمُ أَمِ ٱللَّهُ
"Apakah kalian lebih tahu ataukah Allah?!"
(QS. Al-Baqarah: 140)
sebagai syi'arnya yang paling sempurna dan barometernya yang paling mulia dan yang paling indah. Maka dia pun menetapkan bagi Rabbnya apa yang telah Dia kabarkan tentang diri-Nya dari nama-nama-Nya yang paling baik dan sifat-sifat-Nya yang paling mulia serta apa yang telah dikabarkan oleh Rasul-Nya ﷺ yang paling tahu tentang Allah. Dan ini semua dilandasi oleh firman Nya:

لَیۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَیۡءࣱۖ وَهُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡبَصِیرُ
"Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(QS. Asy-Syura: 11)
Menetapkan (nama dan sifat-Nya) tanpa menyerupakan (dengan makhluk). Mensucikan (dari penyerupaaan terhadap makhluk) tapi tanpa menafikan (nama dan sifat-Nya) serta tanpa adanya kontradiksi dan pertentangan (seperti menetapkan sebagian sifat dan menafikan sebagian yang lain).

11. Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini, tidak melarang dari bermadzhab dengan salah satu madzhab sunnah yang empat yang masyhur bagi yang mampu. Akan tetapi dia tidak mewajibkan hal tersebut atas seorang muslim tanpa dalil dari syariat yang hakim/bijaksana. Mempelajari madzhab tersebut merupakan jalan sejarah yang diwariskan untuk memahami agama dari para ulama kepada para penuntut ilmu agama. Namun dia melarang untuk menjadikan madzhab sebagai (dalil) agama dan barometer segala-segalanya seperti Al-Quran dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Lalu bagaimana dengan yang mendahulukan ucapan ulama daripada firman Allah dan sabda Rasulullah ﷺ?!.
Para imam madzhab yang adil semuanya -rahimahumullahu-, mereka sangat mengagungkan dalil syariat dan mereka menjadikan ucapan mereka sebagai pengikut (dalil syariat) bukan yang diikuti.

(Diterjemahkan dari Channel Telegram Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi rahimahullahu tanggal 24-30 Agustus 2021)

_____________________________________
http://www.salamdakwah.com/artikel/4672-mengenal-dakwah-salafiyah


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com