SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Contoh Tenggang Rasa Antara Suami Istri

Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 6 years ago

Contoh Tenggang Rasa Antara Suami Istri

CONTOH TENGGANG RASA ANTARA SUAMI ISTRI   

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman

Salah satu bentuk tenggang rasa adalah “MEMAHAMI DAN MEMAKLUMI KAPAN SUAMI ATAU ISTRI SEDANG MARAH”

Contoh Pertama:

Jadwal marah dan ngomel-ngomelnya suami adalah kalau kerja kecapean atau kepanasan, entah karena pekerjaan luar atau pekerjaan dalam rumah, misalnya memperbaiki genteng rumah di siang hari yang panas, membeli air minum segalon atau tabung di terik sinar matahari dan misal-misal yang lain.

Maka sikap idealnya sang istri adalah memahami keadaan suaminya, memakluminya dan berusaha mencari sesuatu yang dapat meredakan amarah dan omelan suami, dan jangan ikut-ikutan panik atau marah.

Contoh Kedua:

Jadwal cemberut dan bawelnya istri adalah ketika anak-anak terlalu rewel, atau ketika pekerjaan rumah terlalu banyak dan sebagainya.

Maka sikap idealnya sang suami adalah memahami keadaan istrinya, memakluminya dan berusaha mencari sesuatu yang dapat meredakan amarah dan bawelan sang istri, serta jangan sekali-kali ikut-ikutan marah atau bawel.

Inilah yang dicontohkan para generasi salaf Ash Shalih, seperti Abu Ad Darda radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata kepada Ummu ad Darda:

إذا رأيتني غضبت فرضني وإذا رأيتك غضبى رضيتك وإلا لم نصطحب

“Jika kamu melihat aku sedang marah maka maafkanlah aku, jika aku melihatmu dalam keadaan marah, maka aku memaafkan kamu, kalau tidak, kita tidak akan bisa hidup bersama”.

Dan sikap tenggang rasa seperti inilah yang membuat Imam Ahmad rahimahullah dan istrinya Ummu Shalih, tidak pernah cekcok walau dalam satu permasalahan selama 20 Tahu

وَقَالَ أَحْمَدُ أَقَامَتْ أُمُّ صَالِحٍ مَعِي عِشْرِينَ سَنَةً فَمَا اخْتَلَفْت أَنَا وَهِيَ فِي كَلِمَةٍ

“Imam Ahmad Berkata: “Ummu Shalih hidup bersamaku selama 20 tahun dan aku tidak pernah bercekcok dengannya walau hanya satu kata”. Lihat kitab Al Adab Asy Syar’iyyah wa Al Minah Al Mar’iyyah, 2/238, karya Ibnu Muflih Al Maqdisi.

Dan sikap mereka sepertinya tentunya mereka ambil dari ilmu yang mereka pelajari dari Al Quran Al Karim:

{وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ} [البقرة: 228]

Artinya: “Dan para wanita (istri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.” QS. Al Baqarah: 228.

Rabu, 8 Syawwal 1434H, Dammam KSA

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Pedagang
Pedagang
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 5 years ago
Just For Bujang dan Perawan: Faidah Menikah
Just For Bujang dan Perawan: Faidah Menikah
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 5 years ago
Memang Penuh Tantangan
Memang Penuh Tantangan
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 5 years ago
Mudahnya Islam
Mudahnya Islam
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 5 years ago
Niat Suci Ramadhan
Niat Suci Ramadhan
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago
Bermunajat Kepada Allah Tatkala Mendapat Ujian Hidup
Bermunajat Kepada Allah Tatkala Mendapat Ujian Hidup
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 2 years ago
Nggak Bisa Nggak Ngeliat yang Bening Dikit!
Nggak Bisa Nggak Ngeliat yang Bening Dikit!
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
Rintihan Anak Rindu Mama (3)
Rintihan Anak Rindu Mama (3)
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com