SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bercadar Tapi Memelihara Anjing

Ustadz Yulian Purnama - 4 weeks ago

Bercadar Tapi Memelihara Anjing

Oleh Ustadz Yulian Purnama حفظه الله

BERCADAR TAPI MEMELIHARA ANJING


Ini tidak bicara mengenai Fulan atau Fulanah.
Tapi bicara tentang suatu perbuatan, yaitu jika ada wanita yang bercadar tapi memelihara anjing.

Maka ini adalah sebuah ironi.

Karena wanita Muslimah jika ia bercadar, seharusnya ia bercadar karena mengikuti dalil Al Qur'an dan As Sunnah.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
(QS. Al Ahzab: 59)

Maka demikian juga, tidak memelihara anjing, itu karena mengikuti dalil.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطٌ إِلا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ

“barangsiapa yang memelihara anjing, maka berkurang pahala amalan kebaikan yang ia miliki setiap harinya satu qirath. Kecuali anjing untuk menjaga ladang dan ternak”
(HR. Bukhari no. 2145)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ صَيْدٍ وَلا مَاشِيَةٍ وَلا أَرْضٍ فَإِنَّهُ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِهِ قِيرَاطَانِ كُلَّ يَوْمٍ

“Barangsiapa yang memelihara anjing, yang bukan untuk berburu atau menjaga ternak atau menjaga ladang, maka berkurang pahala kebaikannya setiap hari dua qirath”
(HR. Muslim no. 2974)

Jadi melakukan hal itu karena dalil, dan yang ini juga karena dalil.

Dalil jangan dipilih-pilih berdasarkan perasaan dan hawa nafsu. Dalil yang itu diambil, dan dalil yang ini ditinggalkan karena tidak cocok.

Tunduk dan patuh secara total kepada syari'at Allah dan tuntunan Rasul-Nya. Jangan berhukum pada akal dan perasaan sehingga akal dan perasaan jadi patokan utama dalam menentukan baik-buruk dan halal-haram.

Semoga Allah Ta'ala memberi hidayah.

@fawaid_kangaswad

_____________________________________
Tsulasa 2 Sya'ban 1442 / 16 Maret 2021

http://www.salamdakwah.com/artikel/4614-bercadar-tapi-memelihara-anjing


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com