SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 10 months ago

Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim

Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

BIANG KRISIS EKONOMI MENURUT IBNU AL QAYYIM


Membaca pernyataan beliau ini, seakan beliau hidup di zaman kita, beliau berkata:

Sesungguhnya mata uang dirham dan dinar adalah standar harga barang dagangan. Dan harga adalah acuan tetap yang dengannya nilai semua harta kekayaan diukur (dinilai). Karena itu, nilai jual mata uang harus jelas dan stabil; tidak naik dan tidak pula turun (tidak fluktuatif).

Bila harga uang yang notabene berfungsi sebagai standar mengalami fluktuasi, naik dan turun, niscaya kita kehilangan standar harga barang dagangan, karena semuanya diperlakukan sebagai barang dagangan.

Padahal kebutuhan masyarakat kepada keberadaan standar harga yang dengannya mereka menilai barang dagangan termasuk kebutuhan primer.

Dan standar harga tidak akan pernah terwujud kecuali bila ada alat ukur harga. Sedangkan alat ukur harga barang tidak akan pernah terwujud kecuali dengan adanya alat ukur harga yang baku dalam semua kondisi. Dan alat ukur tersebut bersifat independen tidak perlu diukur/dikaitkan dengan benda lain. Karena bila alat ukur tersebut masih perlu untuk diukur/dikaitkan dengan benda lain, maka alat tersebut telah berubah fungsi sebagai barang dagangan, nilai jualnya fluktuatif, naik dan turun.

Bila kondisi ini telah terjadi maka rusaklah perdagangan masyarakat, praktek menyelisihi kesepakatan merajalela, dan terjadi kerusakan besar. Sebagaimana engkau saksikan sendiri betapa kacaunya perniagaan masyarakat, betapa susahnya kehidupan mereka, akibat dari dijadikannya mata uang sebagai barang yang diperdagangkan secara bebas demi mencari keuntungan. Praktek semacam inilah biang terjadinya kerusakan yang sangat luas, dan membuka lebar praktek kesewenang-wenangan.

Andai nilai tukar mata uang stabil, tidak naik dan tidak pula turun, sehingga dengannya nilai jual setiap barang dagangan diukur, sedangkan nilai tukar mata uang tidak diukur dengan yang lainnya, niscaya kehidupan masyarakat menjadi makmur (baik).

(I’ilamul Muwaqqi’in 2/156)

---

Tambahan dari Ustadz M. Arifin Badri:

Dirham dan dinar kalo diperdagangkan bebas maka hasilnya sama, masalahnya pada sistem bukan material mata uangnya.
Ibnu Qayyim berbicara sebelum kenal uang kertas, adanya uang emas, perak.

_________________________________________
Dipost Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah- Jumuah 21 Shofar 1439 H / 10 November 2017

http://www.salamdakwah.com/artikel/4552-biang-krisis-ekonomi-menurut-ibnu-qoyyim


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ribakah Menggunakan Uang Kertas?
Ribakah Menggunakan Uang Kertas?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 10 months ago
Pengalaman Bepergian Ke Negeri Orang
Pengalaman Bepergian Ke Negeri Orang
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Ngerasa Perkasa, Padahal Loyoooooo
Ngerasa Perkasa, Padahal Loyoooooo
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Manhaj, Makhluk Apakah Itu?
Manhaj, Makhluk Apakah Itu?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 10 months ago
Kisah Seorang Wanita Idaman Pria
Kisah Seorang Wanita Idaman Pria
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Tuan, Tuan! Masjid Itu Pasti Wakaf
Tuan, Tuan! Masjid Itu Pasti Wakaf
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Demi Langit Dan Bumi
Demi Langit Dan Bumi
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Rahasia Tentang Dunia Kaum Tasawuf
Rahasia Tentang Dunia Kaum Tasawuf
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 8 months ago
Petuah Spesial Bagi Pengusaha Yang Ingin Sukses
Petuah Spesial Bagi Pengusaha Yang Ingin Sukses
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com