SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago

Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim

Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

BIANG KRISIS EKONOMI MENURUT IBNU AL QAYYIM


Membaca pernyataan beliau ini, seakan beliau hidup di zaman kita, beliau berkata:

Sesungguhnya mata uang dirham dan dinar adalah standar harga barang dagangan. Dan harga adalah acuan tetap yang dengannya nilai semua harta kekayaan diukur (dinilai). Karena itu, nilai jual mata uang harus jelas dan stabil; tidak naik dan tidak pula turun (tidak fluktuatif).

Bila harga uang yang notabene berfungsi sebagai standar mengalami fluktuasi, naik dan turun, niscaya kita kehilangan standar harga barang dagangan, karena semuanya diperlakukan sebagai barang dagangan.

Padahal kebutuhan masyarakat kepada keberadaan standar harga yang dengannya mereka menilai barang dagangan termasuk kebutuhan primer.

Dan standar harga tidak akan pernah terwujud kecuali bila ada alat ukur harga. Sedangkan alat ukur harga barang tidak akan pernah terwujud kecuali dengan adanya alat ukur harga yang baku dalam semua kondisi. Dan alat ukur tersebut bersifat independen tidak perlu diukur/dikaitkan dengan benda lain. Karena bila alat ukur tersebut masih perlu untuk diukur/dikaitkan dengan benda lain, maka alat tersebut telah berubah fungsi sebagai barang dagangan, nilai jualnya fluktuatif, naik dan turun.

Bila kondisi ini telah terjadi maka rusaklah perdagangan masyarakat, praktek menyelisihi kesepakatan merajalela, dan terjadi kerusakan besar. Sebagaimana engkau saksikan sendiri betapa kacaunya perniagaan masyarakat, betapa susahnya kehidupan mereka, akibat dari dijadikannya mata uang sebagai barang yang diperdagangkan secara bebas demi mencari keuntungan. Praktek semacam inilah biang terjadinya kerusakan yang sangat luas, dan membuka lebar praktek kesewenang-wenangan.

Andai nilai tukar mata uang stabil, tidak naik dan tidak pula turun, sehingga dengannya nilai jual setiap barang dagangan diukur, sedangkan nilai tukar mata uang tidak diukur dengan yang lainnya, niscaya kehidupan masyarakat menjadi makmur (baik).

(I’ilamul Muwaqqi’in 2/156)

---

Tambahan dari Ustadz M. Arifin Badri:

Dirham dan dinar kalo diperdagangkan bebas maka hasilnya sama, masalahnya pada sistem bukan material mata uangnya.
Ibnu Qayyim berbicara sebelum kenal uang kertas, adanya uang emas, perak.

_________________________________________
Dipost Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah- Jumuah 21 Shofar 1439 H / 10 November 2017

http://www.salamdakwah.com/artikel/4552-biang-krisis-ekonomi-menurut-ibnu-qoyyim


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Majikan Muslim Sejati
Majikan Muslim Sejati
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Apapun Statusnya, Tetap Saja Dia Adalah Ayahmu
Apapun Statusnya, Tetap Saja Dia Adalah Ayahmu
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Antara Dokter Manjur dan Ustadz Hebat
Antara Dokter Manjur dan Ustadz Hebat
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago
Kapan Ya, Indonesia Berubah Jadi Lebih Baik ?
Kapan Ya, Indonesia Berubah Jadi Lebih Baik ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Contoh Cinta Sejati nan Abadi
Contoh Cinta Sejati nan Abadi
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Berkat Jasa Orang Tua
Berkat Jasa Orang Tua
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Gerhana Panumbra.
Gerhana Panumbra.
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Berapa Wajah Anda ?
Berapa Wajah Anda ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 8 months ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com