SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kearab-Araban? Kejawen-Jawenan Saja

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 months ago

Kearab-Araban? Kejawen-Jawenan Saja

Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

’NDAK USAH KEARAB-ARABAN LAH, TAPI KEJAWEN-JAWENAN SAJA


Demikian ucapan banyak orang yang merasa kurang nyaman dengan orang yang bercadar, atau berjenggot atau celana cingkrang.

Padahal, orang arab dulu thawaf di sekitar Ka'bah saja, ada yang thawaf dalam kondisi telanjang bulat, pria dan wanita sama. Siapapun selain penduduk Mekkah, bila tidak mampu membeli baju di Mekkah dan tidak pula ada penduduk Mekkah yang meminjaminya, maka ia harus thawaf dalam kondisi telanjang bulat. Ini budaya bahkan ibadahnya wong arab asli lo. Jadi orang-orang yang joget-joget nudis itu juga layak dibilang kearab-araban, tapi bedanya arab jahiliyah.

Adapun berjenggot, bercadar, atau cingkrang, maka itu bukan budaya arab, tapi syari'at agama.

Jadi kalau saat ini anda mengira orang yang demikian itu kearab-araban, maka sadarilah bahwa itu wajar, karena orang Jawa, dan bahkan mayoritas ummat Islam kalau mau belajar Islam ya mau tidak mau belajarnya kepada orang Arab dan dengan media-media berbahasa Arab. Ulama'-ulama' yang berskala internasional saat ini mayoritasnya orang Arab, atau minimal keturunan Arab.

Agar kita tidak terus demikian, maka mari kita rubah, agar besok giliran orang Arab yang belajar Islam ke orang Jawa, sehingga ketika mereka pulang ke negrinya di Arab sana, mereka dicibir oleh masyarakatnya dengan berkata: Islam sih oke, tapi ndak usah kejawen-jawenan gitu lah.

Caranya gimana?
Mudah; ummat Islam di Nusantara berbondong-bodong, ulet dan pantang menyerah belajar Islam yang benar, mengamalkan dan mendakwahkannya, sehingga kelak ulama' skala internasional didominasi oleh orang Indonesia, bahkan dari suku Jawa, biar pada saatnya giliran orang yang belajar Islam ke Jawa.

Kalo sudah gitu, kan giliran mereka yang nanti dicibirkan oleh masyarakatnya dengan berkata: Islam sih boleh-boleh saja, tapi ndak usah kejawen-jawenan gitu lo.

_________________________________________
Dipost Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah- Khamis 20 Shofar 1439 H / 9 November 2017

http://www.salamdakwah.com/artikel/4551-kearab-araban-kejawen-jawenan-saja


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Agar Tidak Tersambar Syubhat
Agar Tidak Tersambar Syubhat
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 month ago
Teriak Dilawan Teriak
Teriak Dilawan Teriak
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Domba Membangunkan Serigala Tidur
Domba Membangunkan Serigala Tidur
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Murid Model Presdir, Guru Model Karyawan
Murid Model Presdir, Guru Model Karyawan
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 months ago
Puasa Perut Tapi Tidak Puasa Mulut
Puasa Perut Tapi Tidak Puasa Mulut
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 7 months ago
Mengharamkan Taqlid Secara Mutlak adalah Bid'ah
Mengharamkan Taqlid Secara Mutlak adalah Bid'ah
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 months ago
Ucapan Imam Ghozali Terhadap Penganut Tasawuf
Ucapan Imam Ghozali Terhadap Penganut Tasawuf
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 days ago
Siapa Diri Anda Yang Sebenarnya ?
Siapa Diri Anda Yang Sebenarnya ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 months ago
Puasa Sebulan, Pahala Sejuta Bulan
Puasa Sebulan, Pahala Sejuta Bulan
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com