SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Perbandingan Menghafal Al Quran Di Zaman Sahabat Dengan Zaman Selain Mereka

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago

Perbandingan Menghafal Al Quran Di Zaman Sahabat Dengan Zaman Selain Mereka

Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

PERBANDINGAN MENGHAFAL AL QUR'AN DI ZAMAN PARA SAHABAT DENGAN ZAMAN SELAIN MEREKA

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan:
Suatu hari ada seorang lelaki datang kepada Khalifah Umar bin Al Khatthab. Segera Khalifah Umar bertanya kepadanya perihal masyarakat di negrinya. Lelaki itu menjawab: Wahai Amirul Mukminin, di tengah mereka saat ini sudah ada sekian banyak orang yang menghafal Al Qur’an.

Mendengar kabar tersebut, spontan sahabat Ibnu Abbas berkata: Sungguh demi Allah aku tidak senang bila mereka terlalu cepat menghafal Al Qur’an semacam ini.

Mendengar komentar sahabat Ibnu Abbas ini, Khalifah Umar segera menghardiknya dengan berkata: Diamlah!

Mendapat hardikan keras dari Khalifah Umar, sahabat Ibnu Abbas segera diam, dan tidak selang berapa lama beliau pulang ke rumahnya dalam kondisi galau dan sedih, dan berkata: Sungguh sebelumnya aku begitu dipercaya oleh Khalifah Umar, namun sekarang aku merasa ia tidak akan pernah percaya lagi kepadaku. Sesampai di rumah, sahabat Ibnu Abbas segera berbaring di atas tempat tidur sampai-sampai para wanita dari keluarganya mengira beliau sakit, sehingga mereka menjenguknya, padahal beliau sehat wal afiat dan tiada menderita sakit sama sekali.

Tiada yang terjadi selain beliau begitu terpukul mendapat hardikan Khalifah Umar.

Di saat beliau masih berbaring hanyut dalam kegalauan, tiba-tiba ada seorang lelaki mendatanginya dan berkata: segera penuhi panggilan Amirul Mukminin.

Segera sahabat Ibnu Abbas bergegas keluar rumah hendak menuju ke rumah Khalifah Umar, namun ternyata ia mendapatkan Khalifah Umar sudah berdiri menantinya.
Segera Khalifah Umar menggandeng tangan Ibnu Abbas, dan menepi ke tempat yang sunyi, dan berkata: Apa yang engkau tidak suka dari ucapan lelaki tersebut?

Sahabat Ibnu Abbas menjawab: Wahai Amirul Mukminin, bila aku telah melakukan kesalahan, maka aku memohon ampunan kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya, lalu silahkan engkau menghukumku sesuka hatimu.

Beliau kembali berkata: Sungguh engkau harus menceritakan kepadaku apa yang tidak engkau suka dari ucapan lelaki tersebut?

Sahabat Ibnu Abbas menjawab: Wahai Amirul Mukminin, setiap kali masyarakat tergesa-gesa seperti ini dalam menghafalkan Al Qur’an, niscaya mereka mudah terjatuh pada kesalah pahaman terhadap makna Al Qur’an, dan bila merela telah salah memahami Al Qur’an, niscaya mereka bersilang pendapat, dan bila mereka telah bersilang pendapat, niscaya mereka berselisih, dan bila mereka telah berselisih, niscaya mereka berperang.

Khalifah Umar menimpali ucapan sahabat Ibnu Abbas dengan berkata: Sungguh beruntung ayahmu, sungguh aku sudah sekian lama menyembunyikan pendapat seperti ini dari orang lain, hingga akhirnya engkau mengutarakannya kepadaku.
(Ma’mar bin Ar Rasyid dan Abdurrazzaq)

Imam ِAl Baihaqy meriwayatkan dari Jalur Imam Malik bahwa dahulu, sahabat Umar bin Al Khatthab mempelajari surat Al Baqarah selama dua belas (12) tahun. Tatkala beliau selesai dari mempelajarinya, beliau menyembelih seekor onta.
(Al Baihaqy dan Al Khathib Al Baghdady)

Imam Ibnul Qayyim menukilkan dari sebagian salaf yang berkata: Al Qur’an diturunkan untuk diamalkan kandungannya, namun mereka hanya menjadikan bacaannya sebagai amalan. Karena itu dahulu orang yang disebt sebagai Ahli Al Qur’an adalah orang yang mengamalkan Al Qur’an dan mengamalkan kandungannya, walaupun ia tidak mengahafalnya. Adapun orang yang menghafalkan teksnya, namun ia tidak memahaminya, dan juga tidak mengamalkan kandungannya, maka ia tidak layak disebut sebagai Ahli Al Qur’an, walaupun ia mampu menghafalnya secepat anak panah yang melesat.

Az Zurqaani mengomentari riwayat Umar di atas dengan berkata: Lamanya beliau menghafal bukan karena beliau lemah hafalannya, namun karena beliau sibuk mempelajari kandungan, hukum-hukum dan hal lain yang terkait dengannya.

________________________________
Dipost Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah- Tsulasa 4 Shofar 1439 H / 24 Oktober 2017

http://www.salamdakwah.com/artikel/4506-perbandingan-menghafal-al-quran-di-zaman-sahabat-dengan-zaman-selain-mereka


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Mengharamkan Taqlid Secara Mutlak adalah Bid'ah
Mengharamkan Taqlid Secara Mutlak adalah Bid'ah
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Antara Dokter Manjur dan Ustadz Hebat
Antara Dokter Manjur dan Ustadz Hebat
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Walau Carut Marut, Namun Mentari Harapan Pasti Bersinar
Walau Carut Marut, Namun Mentari Harapan Pasti Bersinar
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Hebatkah Kita?
Hebatkah Kita?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Murid Model Presdir, Guru Model Karyawan
Murid Model Presdir, Guru Model Karyawan
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
SDM Muslim Profesional
SDM Muslim Profesional
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Hitung Dosamu
Hitung Dosamu
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Wali Asli Vs Wali Imitasi
Wali Asli Vs Wali Imitasi
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Manhaj Ilmu dan Manhaj Amal
Manhaj Ilmu dan Manhaj Amal
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Resep Panjang Umur
Resep Panjang Umur
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com