SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Keutamaan Duduk Setelah Sholat Subuh Hingga Terbit Matahari Lalu Sholat 2 Rakaat

Ustadz Zainal Abidin. Lc - 3 years ago

Keutamaan Duduk Setelah Sholat Subuh Hingga Terbit Matahari Lalu Sholat 2 Rakaat

Oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc

KEUTAMAAN DUDUK SETELAH SHALAT FAJAR HINGGA TERBIT MATAHARI LALU SHALAT DUA RAKAAT

Banyak di antara kaum Muslimin yang meremehkan keutamaan duduk setelah shalat subuh berjamaah hingga matahari terbit kemudian shalat dua rakaat.
Sementara Rasulullah menekankan sekali sebagaimana tersebut dalam suatu riwayat.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ) ،

Dari Anas bin Malik Radiallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, Barang siapa yang shalat subuh berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat maka demikian itu baginya seperti pahala haji dan umrah.

وحسنه الشيخ الألباني رحمه الله في " صحيح سنن الترمذي " .

Hadits ini dihasankan oleh syekh Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi.

قال الشيخ محمد محمد المختار الشنقيطي حفظه الله : " وهذا الفضل له شروط :

Syekh Muhammad al-Mukhtar as-Syingqithi hafizahullah berkata, Sesungguhnya keutamaan ini bisa diraih setelah memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:

أولها : أن يصلي الفجر في جماعة ، فلا يشمل من صلى منفرداً ، وظاهر الجماعة يشمل جماعة المسجد وجماعة السفر وجماعة الأهل إن تخلف لعذر ، كأن يصلي بأبنائه في البيت ، فيجلس في مصلاه .

Pertama: Hendaknya shalat subuh berjamaah. Maka keutamaan tersebut tidak bisa diraih oleh orang yang shalat subuh sendiri. Dan tampaknya mencakup shalat berjamaah sedang muqim, berjamaah sedang safar dan berjamaah bersama keluarga bila tidak bisa berjamaah di masjid karena uzur, sehingga shalat berjamaah di rumah bersama anak-anaknya lalu duduk di tempat shalatnya.

ثانياً : أن يجلس يذكر الله ، فإن نام لم يحصل له هذا الفضل ، وهكذا لو جلس خاملاً ينعس ، فإنه لا يحصل له هذا الفضل ، إنما يجلس تالياً للقرآن ذاكراً للرحمن ، أو يستغفر ، أو يقرأ في كتب العلم ، أو يذاكر في العلم ، أو يفتي ، أو يجيب عن المسائل ، أو ينصح غيره ، أو يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر ، فإن جلس لغيبة أو نميمة لم يحز هذا الفضل ؛ لأنه إنما قال : ( يذكر الله ) .

Kedua: Hendaknya duduk berzikir kepada Allah. Maka kalau tidur tidak dapat keutamaan tersebut. Dia sambil duduk harus membaca alQuran, berzikir kepada ar-Rahman atau membaca istighfar atau membaca buku bermanfaat, atau mengulas ilmu, atau memberi fatwa, atau menjawab masalah, atau memberi nasehat, atau melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Sebaliknya kalau duduk untuk nimimah dan ghibah maka tidak meraih keutamaan itu. Karena beliau bersabda, berzikir kepada Allah.

الأمر الثالث : أن يكون في مصلاه ، فلو تحول عن المصلى ولو قام يأتي بالمصحف ، فلا يحصل له هذا الفضل ؛ لأنه فضلٌ عظيم ، وهو حجةٌ وعمرة تامة تامة ، فهذا فضل عظيم ... ، وتحصيل الفضل العظيم يكون أكثر عناءً وأكثر نصباً ، فيحتاج إلى أن يتكلف العبد في إصابة ظاهر هذه السنة ، فيجلس حتى تطلع الشمس ، ثم يصلي ركعتين ".

Ketiga: Hendaknya tetap bertahan di tempat shalatnya, maka seandainya pindah dari tempat shalatnya, untuk mengambil mushaf maka tidak meraih keutamaan itu; karena suatu keutamaan yang sangat besar yaitu pahala haji dan umrah sempurna, suatu keutamaan amat agung. Dan jelas untuk meraih keutamaan butuh perjuangan dan kepayahan. Sehingga seorang hamba harus menampakkan dhahir sunnah tersebut yaitu terus duduk di tempat hingga matahari terbit kemudian shalat dua rakaat.

Akan tetapi menurut pendapat sebagian ulama tidak dianjurkan tetap di tempat shalatnya. Seandainya dia pindah untuk suatu keperluan diharapkan mendapat pahala dan keutamaan tersebut.

Zainal Abidin Syamsuddin

 

_____________________________

Dipost Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc -hafidzahullah- Jumuah 24 Dzulhijjah 1438 H / 15 September 2017

🌐 http://www.salamdakwah.com/artikel/4460-keutamaan-duduk-setelah-sholat-subuh-hingga-terbit-matahari-lalu-sholat-2-rakaat


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com