SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bila Tanah Suci Tak Kuasa Mensucikan

Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 2 years ago

Bila Tanah Suci Tak Kuasa Mensucikan

Oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA

BILA TANAH SUCI TAK KUASA MENSUCIKAN


Tanah suci memang tidak dapat mensucikan seseorang.
Iman dan amal sholeh sajalah yang dapat mensucikan seseorang dan mengangkat derajatnya.

Betapa kerinduan mengunjungi Mekkah membuat berderai tangisan membasahi pipi hamba Allah yang beriman ketika melihat orang-orang yang berangkat melaksanakan ibadah Haji ataupun Umrah.

Membayangkan betapa indahnya perjalan spritual menuju Rumah Allah, berthawaf mengelilingi Ka'bah, ber-sa'i antara Shofa dan Marwa, mabit di Muzdalifa dan Mina, berwukuf di padang Arafah...
namun semuanya terasa hanyalah sebuah mimpi di siang bolong, yang hampir-hampir mustahil bagi mereka dengan segala keterbatasan biaya.

Bahkan dengan modal sepeda seorang pemuda berkebangsaan Cina dan Rusia, nekat melintasi negeri-negeri hingga mencapai Baitullah. Bahkan seorang tua renta berumur 56 tahun nekat berjalan berbulan-bulan hingga dapat berhaji ke Baitullah.

Nikmat dapat berkunjung ke Negeri yang disucikan ini justru banyak tidak dirasakan bagi sebagian orang yang tinggal di dalamnya. Bagaimana tidak, toh ada "Makkawi" -istilah orang-orang yang tinggal di Mekkah- yang belum pernah haji ataupun umrah seumur hidupnya.

Beberapa pemukim yang bertetangga dengan Rumah Allah itu, terkadang jarang "nongol" menampakkan mukanya sholat di Baitullahi al-Haram yang nilainya setara dengan 100.000 kali sholat di masjid-masjid lain.

Tidak sedikit pula yang berhijrah menjadi pemukim legal maupun ilegal, niatan awalnya hanyalah mengejar dunia dan mengumpulkan pundi-pundi rial. Tak perlu heran jika mereka hidup bertahun di sana tidak pernah tau ada kajian para "masyayikh" yang dirindukan para penimba ilmu. Mungkin nama imam-imam diharam pun luput dari benak mereka, sekelas syeikh Abdurrahman Al- 'ajlan maupun saudaranya syeikh Muhammad Al- 'ajlan pun terkadang mereka tidak tahu.

Bertahun-tahun menjadi pemukim tanah haram tidak pernah mengecap indahnya bahasa Arab Fushah, apalagi mempelajari tata bahasanya berupa ilmu Nahwu dan Shorf.

Mekkah sangat menjanjikan dunia, karena segalanya dapat menjadi Riyal, mulai dari bisnis travel, tukar mata uang, jasa perantara mencarikan hotel, katering, muthawwif, bisnis jual dam dan hadyu, berjual segala cinderamata dan hadiah-hadiah, sampai segala yang aneh-aneh nama dan khasiatnya. Mulai dari kurma muda, rumput Fatimah, hati unta, hingga kadal mesir maupun hajar jahannam...lengkap memenuhi daftar yang dicari para jama'ah.

Tapi hanya orang yang dirahmati Allah saja yang faham bahwa Mekkah menjanjikan pahala akhirat yang berlimpah, rahmat dan ampunanNya.

Apa artinya keberadaan Abu Lahab dan Abu Jahal di Mekkah yang hanya menjadi sampah yang mengotori dakwah Nabi di sana. Sama dengan sebagian orang yang hanya jadi penjahat mengotori citra kesucian Kota Mekkah. Ada yang berprofesi menjadi pencopet, pencuri uang jamaah dengan berpura menjadi peminta-minta, ada yang jadi "bodyguard" tukang "palak" jamaah dengan bisnis "menciumkan jamaah Hajarul Aswad" untuk kemudian diperas semua uang yang ada di dompetnya.

Negeri suci tidak akan pernah mensucikan seseorang, tetapi iman dan amal sholehnya jualah yang dapat mensucikannya di mata Allah.

Untuk para orang kaya yang dimudahkan umrah tiap tahunnya, untuk para muthawwif, untuk para pekerja travel yang terbiasa mengantar jama'ah pulang-pergi ke Mekkah....

Jangan jadikan perjalanan spritual anda hanyalah kebiasaan dan rutinitas yang kehilangan makna ibadah, khusyuk dan syukur...

Menagislah bila airmatamu tak mampu kau tumpahkan di hadapan keagungan Rumah Allah yang begitu mulia.


Tanah Haram -Makkah,
3 Ramadhan 1438 / 29 Mei 2017

Abu Fairuz My

________________________________
Dipost Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA -hafizhahullah- Itsnain 3 Ramadhan 1438 H / 29 Mei 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4370-bila-tanah-suci-tak-kuasa-mensucikan


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Mengikat Rambut Wanita Ketika Shalat
Mengikat Rambut Wanita Ketika Shalat
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Salaf Itu Apa Yaa...??
Salaf Itu Apa Yaa...??
Ustadz Abu Islama Imanudin Lc - 2 years ago
Hukum Menerima Qurban Dari Non Muslim
Hukum Menerima Qurban Dari Non Muslim
Ustadz Ammi Nur Baits - 2 years ago
Indahnya Berkholwat (Menyendiri) Dengan Allah
Indahnya Berkholwat (Menyendiri) Dengan Allah
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 2 years ago
Anda Adalah Siapa Temanmu
Anda Adalah Siapa Temanmu
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 8 months ago
Buah Manisnya Iman
Buah Manisnya Iman
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Wanita Shalihah
Wanita Shalihah
- 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com