SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

(3) Ramadhan adalah Bulan Kesabaran

Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 4 months ago

(3) Ramadhan adalah Bulan Kesabaran

Oleh Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan

(3) RAMADHAN ADALAH BULAN KESABARAN

 

Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam menamakan Ramadhan dengan bulan kesabaran, sebagaimana dalam sabda beliau:

"صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ، وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، صَوْمُ الدَّهْرِ " رواه أحمد
"صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ، وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، صَوْمُ الدَّهْرِ " رواه أحمد (7577).

“Puasa bulan kesabaran dan tiga hari setiap bulan adalah puasa satu tahun”.

H.R Ahmad, no. 7577.

Tidak diragukan bahwa di dalam bulan Ramadhan bermacam bentuk dan jenis amalan/keta’atan dan ujian yang menuntut seseorang hamba untuk selalu bersabar agar ibadah yang dilakukan di bulan yang penuh berkah ini menjadi sempurna sebagaimana jangan diharapkan.

Menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari membutuhkan kesabaran, sholat tarawih di malam hari membutuhkan kesabaran, apalagi bila bacaan imam lebih panjang dari bacaan sholat-sholat yang biasa didirikan, membaca Al Qur’an membutuhkan kesabaran, menahan semua anggota badan dari seluruh yang diharamkan Allah membutuhkan kesabaran, menghadapi cobaan, celaan dan hinaan dari orang lain dan hanya membalasnya dengan ucapan: “Saya sedang berpuasa” membutuhkan kesabaran.

Kesimpulannya :

Apa yang dikerjakan dan yang ditinggalkan di bulan yang penuh berkah ini bahkan dalam sepanjang kehidupan, seluruhnya membutuhkan kesabaran, makanya pantas Nabi shalallahu’alaihi wasallam yang mulia menamakannya dengan bulan kesabaran.
Inilah diantara hikmah -Wallahu a’lam-, kenapa Allah Ta’ala mengkhususkan puasa untuk diriNya dan Dia langsung membalasnya tanpa batas, sebagaimana dalam hadits:

"كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ" رواه البخاري رقم: 1904، ومسلم رقم: 1151.

“Seluruh amalan anak cucu Adam untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya (tanpa batas)”.
Karena orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapatkan balasan yang sempurna tanpa batas, sebagaimana firman Allah:

﴿ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ١٠﴾ [الزمر: 10]

“Sesungguhnya hanya orang-orang sabarlah yang akan diberikan balasannya tanpa batas”.

Kesabaran ada tiga macam :

1- Sabar dalam menghadapai dan menerima ujian dan cobaan yang ditaqdirkan.
2- Sabar dalam melakukan ketaatan.
3- Sabar dalam meninggalkan maksiat dan dosa.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kesabaran itu dibangun diatas tiga landasan utama:

1- Menahan diri (hati) dari membenci apa yang ditaqdirkan
2- Menahan lisan dari mengumpat.
3- Menahan anggota badan dari berbuat maksiat, seperti memukul wajah, menyobek-nyobek baju dan yang sejenisnya,
Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan:

"فمدار الصبر على هذه الأركان الثلاثة، فإذا قام به العبد كما ينبغي انقلبت المحنة في حقه منحة، واستحالت البلية عطية، وصار المكروه محبوباً. فإن الله سبحانه وتعالى لم يبتله ليهلكه، وإنما ابتلاه ليمتحن صبره وعبوديته، فإن لله تعالى على العبد عبودية الضراء، وله عبودية عليه فيما يكره، كما له عبودية فيما يحب، وأكثر الخلق يعطون العبودية فيما يحبون. والشأن في إعطاء العبودية في المكاره، ففيه تفاوت مراتب العباد، وبحسبه كانت منازلهم عند الله تعالى".
الوابل الصيب ص 5.

“Landasan kesabaran dibangun di atas tiga tiang ini, apabila seorang hamba telah melakukan dengan semestinya, maka ujian pada dirinya akan menjadi nikmat, cobaan akan menjadi karunia dan yang tidak disenangi akan menjadi yang dicintai.
Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menuguji seorang hamba untuk membinasakannya, akan tetapi diuji untuk mengetahui kesabaran dan ubudiyah (ketaatan)nya, kerena sesungguhnya wajib atas seorang hamba melakukan ubudiyah kepada Allah dalam kondisi kesulitan dan berubudiyah kepadaNya dalam kondisi tidak senang serta dalam kondisi ia senang. Mayoritas manusia hanya melakukan ubudiyah dalam kondisi mereka menyenangi/mencintai sesuatu. Dan sesungguhnya perkara yang terpenting adalah melakukan ubudiyyah dalam kondisi yang tidak disenangai, dalam hal ini manusia berbeda-beda tingkatannya, dan kedudukan mereka disisi Allah sesuai dengan hal itu”.

Lihat : Al-Waabil Ash-Shaayyib, hal: 5

Demikian, mudah-mudahan kita menjadi orang orang yang sabar dalam setiap kondisi dan keadaan, jadikanlah bulan Ramadhan sebagai ajang untuk menempa dan melatih diri untuk menjadi orang-orang yang lulus dalam meraih predikat sabar.

) " مَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ ( رواه أحمد رقم: 11091

“Barangsiapa yang selalu melatih dirinya untuk bersabar maka Allah akan jadikan dia orang yang sabar”.

H.R Ahmad no. 11091

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Ya..Allah, tolonglah kami untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta melakukan ibadah yang terbaik untukMu”

Muhammad Nur Ihsan, Hafidzahullah
STDI Imam Syafi’i - Jember
8 Ramadhan 1438 H / 3 Juni 2017 M

________________________________
Dipost Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan -hafizhahullah- Sabtu 8 Ramadhan 1438 H / 3 Juni 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4332-3-ramadhan-adalah-bulan-kesabaran


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Agar Anakmu Mengerti Betapa Engkau Mencintainya
Agar Anakmu Mengerti Betapa Engkau Mencintainya
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 9 months ago
Ku Buka Pintu Langit, Ku Terima Apa Yang Dia Tentukan...
Ku Buka Pintu Langit, Ku Terima Apa Yang Dia Tentukan...
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 2 years ago
Mengkaji Diri
Mengkaji Diri
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 1 year ago
Renungan: Setelah Ramadhan dan Idul Fitri
Renungan: Setelah Ramadhan dan Idul Fitri
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 months ago
Booking Kamar Di Surga
Booking Kamar Di Surga
Ustadz Dr.Muhammad Nur Ihsan.MA - 4 months ago
Jika Adzan Berkumandang
Jika Adzan Berkumandang
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 2 months ago
Sahabat Sejati
Sahabat Sejati
2 years ago
Apakah Ilmu Anda Bermanfaat?
Apakah Ilmu Anda Bermanfaat?
Redaksi SalamDakwah - 3 years ago
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com