SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

(2) Ramadhan adalah Bulan Pengampunan

Ustadz Dr.Muhammad Nur Ihsan.MA - 2 months ago

(2) Ramadhan adalah Bulan Pengampunan

Oleh Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan

(2) RAMADHAN ADALAH BULAN PENGAMPUNAN

 

Siapa di antara kita yang tidak perna melakukan dosa dan maksiat? tidak ada manusia yang suci di dunia ini kecuali orang-orang yang disucikan Allah dari kalangan para Nabi dan Rasul, adapun selain mereka sangat banyak melakukan kesalahan dan dosa, sebagaimana sabda Nabi shalallahu’alaihi wasallam:

«كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ» رواه الترمذي رقم: 2499، وقال الشيخ الألباني: حسن.

“Setiap anak cucu nabi Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang-orang yang bertaubat”.

H.R At-Tirmidzi, no. 2499, Syaikh Al Bani mengatkan: hadits hasan.

Kendati demikian, tetapi rahmat Allah sangat luas dan karuniaNya sangat besar, Dia memberikan kesempatan dan peluang bagi hamba-hambaNya untuk bertaubat dan beristigfar, dibukakan pintu taubat di siang hari untuk bertaubat orang-orang yang melakukan dosa di malam hari dan dibuka pintu taubat di malam hari untuk bertaubat orang-orang yang melakukan dosa di siang hari, sampai terbit matahari di belahan timur.

Dan juga merupakan rahmat Allah kepada hambaNya, Dia jadikan waktu-waktu, hari-hari, bulan-bulan yang mulia yang didalamnya Allah buka pintu bertaubat dan keampunan.
Ramadhan merupakan bulan yang berkah, didalamnya Allah buka pintu-pintu keampunan, di siang dan di malam harinya, banyak amalan dan ketaatan yang merupakan sebab-sebab untuk maraih keampunan Allah Ta’ala, seperti puasa dan qiyamul lail dengan penuh keimanan dan keikhlasan demi mengharapkan ridho dan pahala Allah.
Sebagamana sabda Rasululluh shalallahu’alaihi wasallam:

«مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» رواه البخاري (2014) ومسلم (760).

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan (pahala Allah) diampuni dosanya yang telah berlalu dan barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qodar (dengan ibadah) karena iman dan mengharapkan pahala Allah diampuni dosanya yang berlalu”.

H.R Bukhari (2014) dan Muslim (760).

Nabi shalallahu’alaihi wasallam juga bersabda:

«الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ» رواه مسلم (233).

“Sholat lima waktu, (sholat) Jum’at demi Jum’at dan Ramadhan demi Ramadhan menghapuskan dosa yang ada diantaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar”.

H.R Muslim (233)

Oleh Karena itu, mari manfaatkan kesempatan yang mulia ini, di bulan yang penuh berkah untuk bertaubat dan memohon keampuan kepada Allah dari seluruh dosa dengan melakukan amal ketaatan dan ibadah yang disyari’atkan agama dengan penuh keikhlasan kepada Allah.

Terutama diwaktu-waktu yang sangat agung untuk memohon keampuan, seperti penghujung malam di waktu sahur, sebagaimana sifat orang-orang yang beriman, mereka memohon keampunan di waktu sahur.

﴿وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ١٨﴾ [الذاريات: 18]

“Dan mereka selalu memohon keampunan di waktu sahur”.

﴿الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ١٧﴾ [آل عمران: 17]

“(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur”.

Karana sahur adalah waktu yang sangat agung untuk berdo’a dan memohon keampunan, karena saatnya Allah turun kelangit bumi (sesuai dengan kebesaran dan kaagunganNya), seraya menyeruh hambaNya untuk memohon keampunan dan Allah berjanji akan mengampuninya, sebagaimana dalam hadits:

" يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ " رواه البخاري (رقم: 1145) ومسلم (رقم: 758)

“Rabb kita Tabaaraka Wata’ala turun setiap malam ke langit bumi tatkala tersisa sepertiga malam terakhir, seraya berfirman:
Siapa yang berdo’a kepadaKu niscaya Aku kabulkan, siapa yang memohon kepadaKu niscaya Aku beri dan siapa yang memohon keampunan kepadaKu niscaya akan aku ampuni” .

H.R Bukhari (1143) dan Muslim (758)

Sungguh sangat beruntung orang-orang yang banyak beristighfar kepada Allah dan diampuni dosa-dosanya dan sungguh sangat merugi seorang hamba yang tidak bisa meraih keampunan Allah di bulan yang penuh berkah ini, sehingga Ramadhan berakhir ia masih tetap berlumuran dengan noda dosa dan maksiat, kita berlirdungan kepada Allah dari kondisi yang seperti itu.

Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu meturkan: bahwa Nabi shalallahu’alaihi wasallam naik mimbar seraya mengatakan: Amin, Amin, Amin, lalu para shahabat bertanya:
Apa yang engkau aminkan wahai Rasulullah? Beliau menjawab:

"أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ: آمِينَ. ثُمَّ قَالَ: رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ دَخَلَ عَلَيْهِ شَهْرُ رَمَضَانَ ثُمَّ خَرَجَ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، قُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ آمِينَ. ثُمَّ قَالَ: رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ، قُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ: آمِينَ". رواه البزار في مسنده برقم (3168) وأحمد في مسنده (7451) وابن خزيمة في صحيحه رقم: 1888، وقال الشيخ الأعظمي: "إسناده جيد".

“Jibril datang kepadaku, seraya mengatakan: Wahai Muhammad, celaka seseorang, nama engkau disebut dihadapanya, lalu ia tidak bershalawat kepadamu, maka katakanlah: amin, maka aku mengucapkan: amin, kemudian dia berkata lagi: celaka seseorang, masuk bulan Ramadhan, kemudian berakhir sedang ia tidak diampuni (dosanya), katakanlah: amin, maka saya katakan: amin, kemudian dia mengatakan lagi: celaka seseorang yang menemui kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka, lalu keduanya (tidak bisa menjadi sebab) memasukannya ke dalam syurga (karena sang anak tidak bisa berbakti kepada keduanya), katakanlah : amin, maka aku ucapkan amin”.

H.R Al-Bazzaar dalam Musnadnya (no. 3168) dan ِ Ahmad (no. 7451) dan Ibn Huzaimah dalam shohihnya, no, 1888. Syaikh Al-A’dzami mengatakan: sandanya jayyid.

Semoga Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada kita semua untuk beristigfar dan mengampuni dosa-dosa serta menerima taubat kita dan seluruh kaum muslmiin, amiin.

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Ya..Allah, tolonglah kami untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta melakukan ibadah yang terbaik untukMu”

Muhammad Nur Ihsan, Hafidzahullah
STDI Imam Syafi’i - Jember
6 Ramadhan 1438 H / 1 Juni 2017 M

________________________________
Dipost Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan -hafizhahullah- Khamis 6 Ramadhan 1438 H / 1 Juni 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4331-2-ramadhan-adalah-bulan-pengampunan


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com