SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ada Apa Dengan Surat Al-Ikhlas ? (Edisi 2)

Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc - 3 years ago

Ada Apa Dengan Surat Al-Ikhlas ? (Edisi 2)

Oleh Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc

 

ADA APA DENGAN SURAT AL-IKHLAS?

(Edisi 2)

 

✔ Kandungan surat Al-Ikhlas

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢) لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ (٣) وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ (٤)   

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

 

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ 

(قل) 

Ini ditujukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga kepada umatnya. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) bukan mahkluk, bukan ucapan Nabi atau manusia.

 

(الله)

adalah Dzat yang berhak disembah dan diibadahi oleh semua makhluk-Nya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. 

 

(أحد) 

Maha Esa dengan kemuliaan dan kebesaran-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya dan Dia tidak memiliki sekutu.

 

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

(الصمد)

Dzat yang maha sempurna dalam sifat-sifat-Nya yang semua makhluk-Nya membutuhkan kepada-Nya.

 

لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ

(لم يلد) 

karena Allah tidak ada yang serupa dengan-Nya dan adanya anak itu karena adanya kebutuhan kepadanya baik untuk membantu orang tuanya dalam kehidupan dunia maupun karena untuk melagengkan nasab keturunan. Sedangkan Allah tidak butuh kepada sesuatu apapun. Allah telah mengisyaratkan akan hal ini di dalam firman-Nya:

أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَلَمۡ تَكُن لَّهُ ۥ صَـٰحِبَةٌ۬‌ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىۡءٍ۬‌ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬  

"Bagaimana Dia mempunyai anak Padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu." 

(QS. Al-An'aam : 101) 

 

Adanya anak membutuhkan istri/ibu yang melahirkannya. Dan Dia (Allah) adalah pencipta segala sesuatu, maka segala sesuatu itu terpisah dari diri-Nya. Di dalam firman-Nya (لم يلد) terdapat bantahan terhadap 3 kelompok yang menyimpang yaitu orang-orang musyrikin, yahudi dan nashara. Orang-orang musyrikin menganggap bahwa para malaikat adalah anak putri Allah. Sedangkan orang-orang yahudi mengatakan: Uzair adalah anak Allah dan orang-orang nashara mengatakan Isa adalah anak Allah. Maka Allah pun mendustakan ucapan mereka dengan firman-Nya : لم يلد ولم يولد . Hal ini karena Allah Ta'ala Dialah yang Maha Pertama yang tidak ada sesuatupun sebelum-Nya, maka bagaimana mungkin Dia dilahirkan?

 

وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ 

Tidak ada sesuatu apapun yang sama dengan-Nya di dalam semua sifat-sifat-Nya. Allah menafikan dari diri-Nya untuk Dia sebagai bapak atau anak atau ada yang serupa dengan-Nya.  

Maka tidak boleh kita menyamakan Allah dengan makhluk-Nya, seperti ucapan sebagian orang: Kita kalau berdoa kepada Allah secara langsung tidak akan diterima karena kita banyak dosa. Tapi kita perlu perantara (tawassul) kepada para wali yang telah mati. Sebagaimana kalau kita mau bertemu presiden maka harus lewat ajudannya terlebih dahulu. Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan di atas. Inilah salah satu contoh menyamakan Allah dengan makhluk-Nya yaitu menyamakan Allah dengan presiden. 

Padahal Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ   

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." 

(QS. Al-Baqarah : 186)

 

SELESAI

-----------

[10] Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah hal.24 oleh Syaikh ShalIh Al-Fauzan.

[11] Fiqh Al-Asma’ Al-Husna hal.76 oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad.

[12] Tafsir Juz ‘Amma hal.353 oleh Syaikh Muhammad bin ShalIh Al-Utsaimin.

[13] Idem.

[14] Idem hal 354-355.

 

________________________________

Dipost Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc -hafizhahullah- Itsnain 11 Syaban 1438 H / 8 Mei 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4298-ada-apa-dengan-surat-al-ikhlas-edisi-2


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ujub
Ujub
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 4 years ago
Nasehat Nikah
Nasehat Nikah
Ustadz Abu Qotadah - 6 years ago
Kini... Ramadhanku di Penghujung Senja
Kini... Ramadhanku di Penghujung Senja
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Berbagi Ramadhan (10)
Berbagi Ramadhan (10)
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Salah Kaprah Arti Silaturahmi
Salah Kaprah Arti Silaturahmi
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com