SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wajib Tunduk Kepada Hukum Allah (Edisi 1)

Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc - 1 week ago

Wajib Tunduk Kepada Hukum Allah (Edisi 1)

Oleh : Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc

 

WAJIB TUNDUK KEPADA HUKUM ALLAH

(Edisi 1)

 

Allah Ta'ala menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya.

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)

 

Para ulama –rahimahumullahu- telah mendefinisikan arti ibadah dengan ungkapan-ungkapan yang berdekatan maknanya. Dan yang paling lengkap adalah definisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullahu- : “Ibadah adalah nama yang mencakup semua yang dicintai dan diridhai Allah dari ucapan dan perbuatan yang lahir maupun yang batin”. [1]

 

Ini menunjukkan bahwa ibadah itu mengharuskan adanya ketundukan yang sempurna kepada Allah Ta'ala baik dalam perintah, larangan, ucapan maupun perbuatan. Dan hal ini juga mengharuskan kehidupan seseorang itu berdasarkan syariat Allah, menghalalkan apa yang dihalalkan Allah dan mengharamkan apa yang diharamkan Allah. Dia harus tunduk dalam perilaku dan perbuatan serta seluruh aktivitasnya kepada hukum/syariat Allah serta berlepas diri dari hawa nafsunya. Ini berlaku bagi perorangan, individu, laki-laki maupun perempuan. Tidaklah seseorang menjadi hamba Allah yang sebenarnya jika dia hanya tunduk kepada Allah dalam sebagian aspek kehidupannya saja, tapi dia tunduk kepada makhluk dalam sebagian yang lainnya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا يَجِدُواْ فِىٓ أَنفُسِہِمۡ حَرَجً۬ا مِّمَّا قَضَيۡتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسۡلِيمً۬ا

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisa’ : 65) 

 

Allah juga berfirman: 

أَفَحُكۡمَ ٱلۡجَـٰهِلِيَّةِ يَبۡغُونَ‌ۚ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكۡمً۬ا لِّقَوۡمٍ۬ يُوقِنُونَ 

"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin". (QS. Al-Maidah : 50) [2]

 

✔ Macam-Macam Hukum Allah

1. Hukum dalam masalah aqidah. 

Prioritas utama dakwah para rasul adalah dakwah untuk meluruskan aqidah manusia dan menyeru mereka kepada tauhid (mengesakan Allah dalam beribadah). Perhatikanlah dakwah Nabi Yusuf 'alaihissalam ketika beliau di penjara:

يَـٰصَٮٰحِبَىِ ٱلسِّجۡنِ ءَأَرۡبَابٌ۬ مُّتَفَرِّقُونَ خَيۡرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلۡوَٲحِدُ ٱلۡقَهَّارُ (٣٩) مَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِهِۦۤ إِلَّآ أَسۡمَآءً۬ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُڪُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِہَا مِن سُلۡطَـٰنٍ‌ۚ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ‌ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ  

"Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Yusuf : 39-40)

 

2. Hukum dalam masalah ibadah. 

Wajib bagi kita untuk mengambil hukum-hukum ibadah seperti shalat, zakat, haji dan lain sebagainya dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih sebagai pengamalan terhadap sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. (Muttafaq Alaihi) dan sabda beliau: “Ambillah dariku manasik haji kalian”. (HR. Muslim)

 

3. Hukum dalam masalah muamalah.

Seperti jual-beli, hutang-piutang dan lain sebagainya. Dalilnya QS. An-Nisa’ : 65 seperti yang tercantum di atas. Para ulama tafsir menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat ini adalah perselisihan di antara dua orang tentang masalah pengairan. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih mengutamakan Zubair radhiyallahu 'anhu untuk mengairi terlebih dahulu. Lalu orang yang berselisih dengan Zubair berkata: Apakah karena Zubair adalah anak bibimu engkau mengutamakannya? maka turunlah ayat di atas." (HR. Bukhari)

 

4. Hukum dalam masalah Hudud dan Qishash.

Allah berfirman:

وَكَتَبۡنَا عَلَيۡہِمۡ فِيہَآ أَنَّ ٱلنَّفۡسَ بِٱلنَّفۡسِ وَٱلۡعَيۡنَ بِٱلۡعَيۡنِ وَٱلۡأَنفَ بِٱلۡأَنفِ وَٱلۡأُذُنَ بِٱلۡأُذُنِ وَٱلسِّنَّ بِٱلسِّنِّ وَٱلۡجُرُوحَ قِصَاصٌ۬‌ۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِۦ فَهُوَ ڪَفَّارَةٌ۬ لَّهُ ۥ‌ۚ وَمَن لَّمۡ يَحۡڪُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ 

"Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishash)nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Maidah : 45)

 

5. Hukum dalam masalah tasyri’ (pembuatan syariat). 

Allah Ta'ala mengingkari kaum musyrikin yang memberikan hak tasyri’ kepada selain Allah.

Allah berfirman:

أَمۡ لَهُمۡ شُرَڪَـٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ‌ۚ

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Asy-Syuura : 21) [3]

BERSAMBUNG..

---

[1] Al-Ubudiyah hal 6 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan syarah Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar-Rajihi.

[2] Dinukil dan diringkas dari risalah Wujub tahkiim syar’illah hal 3-4 oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz.

[3] Dinukil dan diringkas dari kitab Minhaj Al-Firqah An-Najiyah hal 53-55 oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

 

__________________________________________________

Dipost Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc -hafizhahullah- Tsulasa 12 Rajab 1438 H / 9 Mei 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4293-wajib-tunduk-kepada-hukum-allah-edisi-1


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Azaz Manfaat
Azaz Manfaat
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 1 year ago
Fiqih Nongkrong
Fiqih Nongkrong
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 1 year ago
Perangai Ahli Surga
Perangai Ahli Surga
Redaksi SalamDakwah - 2 years ago
Hikmah Mengagumkan
Hikmah Mengagumkan
- 9 months ago
Manfaat Dzikir
Manfaat Dzikir
Redaksi SalamDakwah - 3 years ago
Cinta Itu Adalah...
Cinta Itu Adalah...
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 1 year ago
Hamba Butuh Doa
Hamba Butuh Doa
Ustadz Abdulloh Zein. Lc - 1 year ago
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com