SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jangan Gegabah Memvonis Kafir Saudaramu !

Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 4 months ago

Jangan Gegabah Memvonis Kafir Saudaramu !

Oleh Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi

 

Jangan Gegabah Memvonis Kafir Saudaramu !

Abu Ubaidah As Sidawi

 

Pengkafiran bukanlah masalah yang mudah, tetapi masalah yang sangat berat resikonya dan amat berbahaya. 

Pengkafiran juga berdampak hukum-hukum yang sangat banyak baik masalah akherat maupun dunia, seperti ancaman pedih baginya berupa laknat, murka, terhapusnya amal, tidak diampuni, kekal di neraka. 

Demikian juga hukum-hukum dunia seperti cerai dengan istri, dihukum bunuh, tidak ada hak waris, haram disholati, tidak boleh dikubur di pekuburan kaum muslimin dan hukum-hukum lainnya yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih.

Mengingat sangat bagitu berbahaya pengkafiran ini, maka Nabi memperingatkan kepada kita agar jangan tergesa-gesa dalam memvonis kafir dengan ancaman beliau yang sangat berat sekali. 

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ . فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا » . وَفِيْ رِوَايَةِ مُسْلِمٍ : « إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا ".

Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah bersabda: 

"Seorang yang mengatakan kepada saudaranya "wahai kafir" dan ternyata tidak, maka akan kembali kepada salah satu di antara keduanya". 

Dalam riwayat muslim dengan lafadz: 

"Barangsiapa yang mengkafirkan saudaranya maka akan kembali kepada salah satunya".

 

Al Qurthubi berkata; 

"Masalah mengkafirkan adalah masalah yang berbahaya, banyak manusia maju melakukannya lalu mereka jatuh, adapun para ulama terkemuka, mereka memilih sikap hati-hati maka mereka-pun selamat. Dan keselamatan adalah sesuatu yang tidak ada bandingannya". 

(Al-Mufhim 3/111)

 

Ibnu Hajar Al-Haitami berkata: "Hendaknya bagi seorang mufti (orang yang berfatwa) untuk berhati-hati dari sikap mengkafirkan selagi dia bisa, karena bahayanya yang sangat besar dan banyaknya orang yang tidak bermaksud melakukannya, apalagi orang-orang awam biasa. Para imam-imam kita (ulama Syafi'iyyah) selalu demikian sejak dahulu hingga sekarang".

(Tuhfatul Muhtaj 4/84)

 

Ibnu Nashiruddin ad-Dimasqi juga berkata: 

"Melaknat seorang muslim hukumnya haram, lebih parah lagi adalah mengkafirkannya dan mengeluarkannya dari agama Islam, padahal hal itu memiliki dampak negatif yang banyak, diantaranya: 

Membuat musuh-musuh Islam bergembira dan mencela kaum muslimin".

(Ar Raddul Al-Wafir hlm. 35)

 

Imam Syaukani berkata: "Ketahuilah bahwa menghukumi seorang muslim bahwa dia keluar dari agama Islam menuju kekafiran tidaklah pantas dilakukan seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir kecuali dengan bukti yang lebih terang dari matahari, karena telah shohih dari sejumlah sahabat bahwa Nabi bersabda: 

"Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: Wahai kafir, maka akan kembali kepadanya salah satu di antaranya". 

Dalam hadits-hadits ini terdapat peringatan keras dari tergesa-gesa dalam mengkafirkan".

(Sailul Jarror 4/578)

 

Abdullah Abu Buthoin berkata: 

"Kesimpulannya, wajib bagi setiap orang yang menasehati dirinya untuk tidak berbicara dalam masalah ini kecuali dengan ilmu dan bukti dari Allah. Dan hendaknya dia berwaspada dari mengeluarkan seorang dari Islam dengan sekadar pemahamannya dan akalnya, karena mengeluarkan seorang atau memasukkannya termasuk perkara agama yang sangat agung. Syetan telah banyak menggelincirkan banyak manusia dalam masalah ini".

(Ad-Duror As-Saniyyah 10/374-375)

 

________________________________

Dipost: Tsulasa 12 Syaban 1438 H / 9 Mei 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4289-jangan-gegabah-memvonis-kafir-saudaramu


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com