SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bumi Itu Bulat..Apakah Ada Langit Yang Di Bawah ?

Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 2 years ago

Bumi Itu Bulat..Apakah Ada Langit Yang Di Bawah ?

Dijawab Oleh : Ustadz Musyaffa' Ad Dariny, MA

ustadz bagaimana dengan kaum yg meyakini bumi itu bulat, berarti ada langit yg di bawah?

mohon penjelasannya, syukron, jazaakalloh khoir

 

Jawab:

Jawaban ana ringkas dalam poin-poin berikut:

 

1. Ana juga mengambil pendapat bahwa bentuk bumi itu bulat, sebagaimana hal ini juga diyakini oleh mayoritas ulama Islam, bahkan Syeikhul Islam, menukil IJMA' ulama dalam masalah bulatnya bumi. 

Adapun masalah berputarnya bumi, maka ini masalah lain; ana memilih pendapat bahwa bumi tidak berputar, karena dalil-dalil yang ada dalam Alqur'an dan Sunnah.. yang juga dikuatkan oleh penelitian beberapa ahli di zaman ini, wallahu a'lam.

 

2. Dalam memahami sebuah dalil, kita sebagai seorang mukmin yang mengagungkan Alquran dan Assunnah, kita harus menerima dahulu isinya sesuai arti bahasa orang arab dahulu, ketika ayat atau hadits itu disampaikan. 

Setelah itu, jika akal kita bisa menerima, maka Alhamdulillah.. Jika akal kita belum bisa mencernanya dengan sempurna, maka kita harus tetap membenarkannya, dan menganggap bahwa akal kita terbatas kemampuannya, sehingga tidak mampu menalarnya dengan sempurna.

Inilah yang sikap Ahlussunnah dalam mengagungkan DALIL, mereka mendahulukan dalil, dan menundukkan akal mereka kepada dalil tersebut.. Karena dalil tidak mungkin salah, sedangkan akal, mungkin salah.

Begitu pula dalam masalah kita ini, terima dulu, bahwa Allah berada di atas makhluknya, lebih spesifiknya berada di atas Arsy, sebagaimana ditegaskan oleh-Nya dalam banyak firman-Nya.

Jika sudah menerima hal itu dan meyakininya, maka konsekuensi yang selanjutnya akan mudah kita jawab.. karena apapun kemungkinan dan konsekuensinya, kita tetap akan mempercayai bahwa Allah di atas Arsy.. jika akal kita tidak mampu menjawab syubhat yang dilontarkan ke kita, kita akan menganggap bahwa akal kita terbatas, sehingga tidak mampu menalarnya dengan sempurna.

 

3. Adapun jawaban syubhat di atas, itu sudah dijelaskan oleh Syeikhul Islam -rohimahullah-, di sini ana akan mencoba menjabarkannya semampu ana dalam poin-poin di bawah ini:

 

a. Langit itu pasti di atas, tidak ada langit yang di bawah.. dan bumi itu pasti di bawah, tidak ada bumi yang di atas.. dimana pun tempatnya, dan darimana pun dilihat, langit tetap di atas dan bumi tetap di bawah.. Orang yang membalik kesimpulan ini, maka akan dikatakan orang yang tidak waras! 

 

b. Orang yang memahami ada langit yang di bawah, biasanya belum memahami bahwa "bawah yang paling bawah" adalah pusat bumi, bukan dataran bumi yang berada dibaliknya.

Jika kita telah memahami bahwa pusat bumi adalah "bawah yang paling bawah", maka apapun yang ada di luarnya, ia berada di atasnya.. darimana pun arahnya.

Dengan demikian, dataran bumi itu semuanya di atas perut bumi.. Begitu pula langit, ia berada di atas bumi, dari manapun arahnya.. Begitu pula yang di atas langit, dan Allah berada di paling atas, tidak ada yang lebih tinggi dari Allah.. dan Allah meliputi seluruh makhluk-Nya, oleh karenanya Allah adalah Maha Besar, Allahu Akbar.

 

c. Karena pusat bumi adalah "bawah yang paling bawah", maka jika ada yang bisa menggali bumi hingga ke pusat bumi, kemudian dia bisa melewati pusat bumi ke arah lawannya... maka di saat dia melewati pusat bumi itulah, arah galian menjadi ke atas, bukan ke bawah lagi. 

Ini menunjukkan bahwa semua muka bumi ada di atas bumi.. tidak ada muka bumi yang berada di bawah muka bumi lainnya.. tidak ada bumi yang di atas langit, dan tidak ada langit yang di bawah bumi.. walaupun bumi itu berbentuk bulat.. karena arah bawah itu mulainya dari pusat bumi.

 

d. Jika demikian adanya, berarti tidak ada masalah dan sangat masuk akal, bila Allah berada di atas semua makhluknya.. dan tidak ada makhluk yang berada di atas Allah.. karena Maha tingginya Allah itu Maha tinggi yang mutlak dan hakiki, bukan tinggi yang relatif.

 

e. Bila masih bingung, maka masalah ini bisa dipermisalkan dengan "seekor burung besar yang terbang, yang mencengkram kelereng dengan cakarnya"... bisakah anda mengatakan bahwa kelereng itu di atas burung?! ataukah Anda akan mengatakan bahwa burung itu tetap di atas kelereng, walaupun kelereng itu bentuknya bulat! 

Bila itu bisa terjadi antara makhluk dengan makhluk, apalagi antara makhluk dengan Sang pencipta, Allah Ta'ala, tentu hal itu sangat mungkin sekali. Wallohu a'lam.

 

f. Jika keterangan di atas masih membingungkan, maka ambillah jalan pintas:

- Katakanlah bahwa aku mempercayai bahwa Allah berada di atas makhluk-Nya, berada di atas Arsy-Nya sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya.

- Dan Allah itu tidak sama dengan makhluknya.. Apapun kemungkinan yang disebutkan kepadaku, aku tetap saja yakin, bahwa Allah Maha berkuasa untuk berada di atas makhluk-Nya secara mutlak.

 

Wallohu a'lam.

 

____________________________________

Dipost Ustadz Musyaffa' Ad Dariny, MA -hafizhahullah- Itsnain 27 Rajab 1438 H / 24 April 2017

🌏 http://www.salamdakwah.com/artikel/4238-bumi-itu-bulatapakah-ada-langit-yang-di-bawah


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Belajar Dari Seekor Burung Kecil
Belajar Dari Seekor Burung Kecil
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 2 years ago
Kaum Yang Minoritas
Kaum Yang Minoritas
- 2 years ago
Sungguh Mengherankan...
Sungguh Mengherankan...
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 2 years ago
Tidak Ada Udzur Bagi Kita
Tidak Ada Udzur Bagi Kita
Ustadz Sulhan Jauhari,Lc - 1 year ago
Banyak Ilmu, Namun Lupa Belajar Adab & Akhlak
Banyak Ilmu, Namun Lupa Belajar Adab & Akhlak
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Alim dan Jahil
Alim dan Jahil
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
Berkata Bohong
Berkata Bohong
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com