SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sabar Saat Datang Musibah

Redaksi salamdakwah.com - 7 years ago

Sabar Saat Datang Musibah

Sebagai seorang mu’min kita sudah punya teladan yang menjelaskan segala masalah dan solusinya dalam kehidupan kita yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau menyuruh ummatnya bersabar kala datang bencana:

عجبا لأمر المؤمن، إن أمره كله خير، وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن، إن أصابته سراء شكر، فكان خيرا له، وإن أصابته ضراء، صبر فكان خيرا له

Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim kitab zuhd wa raqaiq, bab al-mu’min amruhu kulluhu khoir,no 2999)

Berikut terjemahan dan penyederhanaan dari tulisan ibnul qoyyim dalam masalah sabar:

Sabar merupakan jalan terbaik saat datang musibah dalam berbagai macam bentuknya

Sabar terwujud dengan tiga unsur

1.    Menahan diri dari membenci apa yang ditakdirkan oleh Allah ta’ala

2.    Menjaga lisan dari mengeluhkan ketentuan  Allah ta’ala

3.   Menjaga anggota badan untuk tidak bermaksiat saat datangnya musibah seperti menampar pipi, menyobek baju, mencabuti rambut atau semacamnya (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ليس مِنَّا من ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan dari kalangan kami, mereka yang menampar pipi, mengoyakkan baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah”.HR. bukhori kitab janaiz,bab laisa minna man dhorobal hudud, no.1297 dan muslim kitab iman, bab tahrim dhorbil hudud wa syaqqil juyub wa du’a bi da’wal jahiliyyah,no 165.red)

Ketika seorang hamba melaksanakan 3 hal ini sebagaimana mestinya (insyaallah.red) ujian akan berubah menjadi karunia baginya dan apa yang dibenci menjadi disukai. Allah ta’ala menurunkan musibah bukan untuk membinasakannnya, akan tetapi itu untuk menguji kesabaran dan penghambaannya

Allah ta’ala mempunyai hak diibadahi saat si hamba dalam keadaan sulit (sabar termasuk ibadah.red) dan dalam perkara yang tidak dia ridhoi  sebagaimana Allah mempunyai hak diibadahi dalam perkara yang disukai. berwudhu dengan air dingin saat cuaca panas adalah ibadah dan berwudhu dengan air dingin pada musim dingin juga ibadah akan tetapi perbedaan besar antara dua ibadah itu jauh

Barangsiapa melaksanakan ibadah saat susah atau senang dan dalam perkara yang dia suka atau yang tidak diridhoi maka dia masuk dalam golongan hamba yang disebutkan dalam firman  Allah ta’ala   

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

Bukankah Allah cukup untuk hamba-hamba-Nya (dalam masalah dunia dan akhirat mereka)Q.S Az-Zumar:36

(Maksudnya Allah akan mencukupi hamba-hamba Nya yang tidak pernah berhenti beribadah dalam segala keadaan.red)

Sumber:

Al-Wabil As-Shoyd oleh Ibnul Qoyyim  halaman 5


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com