SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mutiara Indah Pernikahan (Edisi 1)

- 3 years ago

Mutiara Indah Pernikahan (Edisi 1)

Oleh : Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc 

 

(Pengajar STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya)

 

MUTIARA INDAH PERNIKAHAN

(Edisi 1)

 

Pernikahan adalah sebuah kata indah nan mempesona. 

Menikah merupakan harapan setiap insan manusia terutama kawula muda. Dengan menikah -insya Allah- hidup akan semakin indah dan berharga. Dengan menikah akan terjalin cinta kasih diatas ikatan suci. 

Alangkah indahnya pernikahan, 

Alangkah bahagianya mereka yang menikah.  

Sampai-sampai pena dan lisan ini rasanya tak sanggup untuk mengungkapkan dan mengukir keindahannya. Sungguh hati ini terbang melayang ke awan ketika mendengarkan firman-Nya:

 

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." 

(QS. Ar-Ruum : 21)

 

Pernikahan bukan hanya sekedar mewujudkan fitrah manusia yang selalu mendambakan pendamping dalam hidup ini. Tapi lebih dari itu, menikah adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

 

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

"Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. 

(QS. An-Nisa’ : 3)

 

Dan dalam firman-Nya:

 

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (untuk menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." 

(QS. An-Nuur : 32)

 

Menikah juga merupakan perwujudan dari sabda Rasul: 

 

يَا مَعشَرَ الشَبَابِ مَن استَطاعَ مِنكُم البَاءَة فَليَتَزَوَّج فَإِنَّه أَغَضُّ لَلبَصَرِ وأَحصَنُ لِلفَرَجِ وَمَن لَم يَستَطِع فَعَلَيهِ بِالصَومِ فَإِنَّه لَهُ وِجَاءٌ

Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu untuk menikah maka menikahlah, karena dengan menikah (engkau) lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah perisai baginya.

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Menikah dapat bernilai ibadah jika diniatkan ikhlas karena Allah dan untuk menjaga diri dari fitnah syahwat. Apalagi di zaman modern ini, pornografi bergentayangan dimana-mana bahkan bisa masuk ke dalam rumah dan kamar-kamar kita. Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang memenuhi setiap sudut jalanan, menggoda dan membangkitkan nafsu syahwat anak adam. Bahkan sebagian wanita muslimah yang sudah berjilbab (memakai kerudung) tapi masih memakai pakaian tipis dan ketat yang menggoda para pemuda. Maka takutlah wahai kaum muslimah dari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

 

صِنفَانِ مِن أَهلِ النَارِ لَم أَرَهُمَا , قَومٌ مَعَهُم سِيَاطٌ كَأَذنَابِ البَقَر يَضرِبُون بِهَا النَاسَ , وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ , مُمِيلاتُ مائِلاتُ , رُؤُوسُهُنَّ كَأَسنِمَةِ البُختِ المَائِلَة , لا يَدخُلنَ الجَنّة , وَلا يَجِدنَ رِيحَها , وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِن مَسِيرَةِ كَذَا و َكَذَا

Dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihat keduanya: 

1. Sekelompok orang yang memegang cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya.

2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok menjerumuskan (manusia ke jurang kenistaan -pent), rambutnya seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga tercium pada jarak demikian dan demikian”.

(HR. Muslim)

 

Imam Nawawi -rahimahullah- menjelaskan arti ‘berpakain tapi telanjang’ dengan ucapan beliau: Mereka menutup sebagian badannya dan membuka sebagian yang lainnya dalam rangka memamerkan (keindahan) tubuhnya. Bisa juga maknanya adalah dia memakai pakaian yang tipis dan menerawang hingga terlihat warna kulit tubuhnya. 

(Syarah Shahih Muslim 14/336)

 

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

 

اتَّقُوا الدُنيَا واتَّقُوا النِسَاءَ فَإِنَّ فِتنَةَ بَنِي إِسرَائيل كانت في النساء

Berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan berhati-hatilah kalian terhadap wanita, karena fitnah pertama kali yang menimpa Bani israil adalah (fitnah) wanita. 

(HR. Muslim)

 

Dan bagi yang ingin menikah hendaknya memilih calon istri yang shalihah, yang mengerti ilmu agama dan taat menjalankan ibadah. Dengan itu insya Allah dia akan hidup berbahagia di dunia dan di akhirat bersamanya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

تُنكَحُ المَرأَةُ لأَربَعٍ لِمَالِهَا وَحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَدِينِهَا فَاظفَر بِذَات الدِينِ تَرِبَت يَدَاكَ

Perempuan itu dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka carilah yang baik agamanya maka engkau akan beruntung. 

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Beliau juga bersabda:

 

الدُنيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ وَخَيرُ مَتَاعِ الدُنيَا المَرأَةُ الصَالِحَةُ

Dunia ini semuanya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah”.

(HR. Muslim)

 

Terlebih lagi istri adalah pendidik anak-anak kita, kalau dia baik agamanya maka -insya Allah- akan baik generasi Islam ini. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair yang bernama Ahmad Syauqi dalam sebuah bait syairnya:

 

الأُمُّ مَدرَسَة إِذَا أَعدَدتَهَا أَعدَدتَ شَعبًا طَيبَ الأَعرَاق

Ibu adalah madrasah, jika engkau menyiapkannya

Berarti engkau telah menyiapkan generasi yang baik 

 

Islam memberikan kesempatan bagi seorang pria yang ingin menikah untuk melihat calon istrinya terlebih dahulu. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

 

إذا خطب أحدكم المرأة فإن استطاع أن ينظر إلى ما يدعوه إلى نكاحها فليفعل

Apabila seseorang ingin untuk melamar seorang wanita maka jika dia bisa untuk melihat apa yang bisa memotivasinya untuk menikahinya maka hendaklah dia lakukan. 

(HSR. Abu Daud)

 

Tapi Islam melarang kaum muslimin dari jalan-jalan syaitan dan dari jembatan menuju perzinaan yang diistilahkan dengan pacaran sebelum pernikahan. 

Allah Ta’ala berfirman:

 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” 

(QS. Al-Isra’ : 32)

 

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

لا يخلونَّ رجلٌ بامرأةٍ، إلاَّ كانَ ثالثهُما الشَّيطانُ

Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan (yang bukan mahramnya) melainkan setan yang ketiganya”.

(HSR. Tirmidzi)

 

BERSAMBUNG

-------------------------

 

Dipost Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc -hafizhahullah- Ahad 28 Jumadats Tsaniyyah 1438 / 26 Maret 2017


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Iran (Syiah) Kabut Gelap Bagi Bangsa Arab dan Islam
Iran (Syiah) Kabut Gelap Bagi Bangsa Arab dan Islam
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 4 years ago
Hadirilah Kajian Ilmu Syar'i
Hadirilah Kajian Ilmu Syar'i
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
Hikmah Mengagumkan
Hikmah Mengagumkan
- 4 years ago
Cinta
Cinta
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 1 month ago
Pernahkah Menangis Karena Allah?
Pernahkah Menangis Karena Allah?
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Da'i dan Keluarga
Da'i dan Keluarga
- 3 years ago
Jalan Dakwah
Jalan Dakwah
5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com