SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kunci Selamat Di Zaman Fitnah

- 3 years ago

Kunci Selamat Di Zaman Fitnah

Oleh : Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi

 

Kunci Selamat Di Zaman Fitnah

Abu Ubaidah As Sidawi

 

Dari Uqbah bin Amir رضي الله عنه bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, 

“Wahai Rasulullah, apa kiat agar selamat?” Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab:

 

امْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ

“Jagalah lisanmu, tetaplah di dalam rumahmu, dan menangislah atas segala kesalahanmu.” 

(HR. at-Tirmidzi: 2406, Ahmad 5/259, dinyatakan shahīh oleh al-Albani dalam ash-Shahīhah no. 890)

 

Nabi صلى الله عليه وسلم mengumpulkan tiga perkara yang agung ini agar seorang hamba selamat ketika terjadi fitnah. 

Tidak ada keselamatan ketika terjadi fitnah kecuali dengan berpegang pada tiga perkara ini:

 

1. Menjaga lisan

Sungguh betapa banyak dosa manusia karena lisannya! Dan betapa sering fitnah terjadi karena lisannya! Maka selamatlah orang yang pandai menjaga lisannya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

 

إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ، فَإِنَّ أَعْضَاءَهُ تُكَفِّرُ لِلِّسَانِ، تَقُولُ:اتَّقِ اللهَ فِينَا، فَإِنَّكَ إِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا، وَأَنْ اعْوَجَجْتَ، اعْوَجَجْنَا

“Jika seorang hamba memasuki pagi hari maka seluruh anggota badan akan mencela lisan. Anggota badan berkata, ‘Takutlah kepada Allah untuk menjerumuskan kami, kami tergantung padamu, jika kamu lurus maka kami akan lurus, jika kamu bengkok maka kami akan ikut bengkok.’. 

(Lihat Shahīh at-Targhīb: 2871)

 

2. Tetap di rumah

Terutama ketika terjadi fitnah, agar bisa selamat di tengah fitnah yang melanda.

 

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

 

إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

“Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah yang dijauhkan dari fitnah.”

(HR. Abu Dawud: 4263, dinyatakan shahīh oleh al-Albani dalam al-Misykāh no. 540)

 

3. Menangislah atas kesalahanmu

Yaitu menghadirkannya, bahwa dirinya banyak berbuat dosa; dosa yang telah lewat atau sekarang, yang dilakukan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, semuanya dia sesali dan menggiringnya untuk taubat kepada Allah سبحانه وتعالى. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah mengajarkan doa:

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ، وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku seluruhnya, yang kecil maupun yang besar, yang dahulu maupun yang belakangan, yang dilakukan terang-terangan maupun tersembunyi. 

(HR Muslim: 483)

 

___________________________________

Dipost: Tsulasa 1 Rajab 1438 / 28 Maret 2017


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Jangan Berhenti Berdakwah
Jangan Berhenti Berdakwah
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Maafkan Aku Kawan..
Maafkan Aku Kawan..
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Menjadi Orang Paling Kaya ??
Menjadi Orang Paling Kaya ??
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 5 years ago
Adab & Akhlak
Adab & Akhlak
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com