SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sejarah Dakwah Islam Di Bumi Nusantara

Ustadz Zainal Abidin. Lc - 3 years ago

Sejarah Dakwah Islam Di Bumi Nusantara

Oleh : Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc

 

SEJARAH DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA 

 

Menurut Ibnu Taimiyah, batas persahabatan dan permusuhan antara umat manusia terbagi menjadi tiga, 

pertama; sekelompok manusia yang wajib dicintai secara mutlak yaitu Mukmin yang sempurna imannya, 

kedua; sekelompok manusia yang wajib dibenci secara mutlak yaitu kaum kuffar dan 

ketiga; sekelompok manusia harus diberi hak cinta dan benci secara proporsional yaitu Mukmin yang melalukan dosa besar.

 

Sayangnya zaman sekarang, standar kecintaan dan kebencian sudah berubah bahkan dalam pandangan Ibnu Abbas persahabatan dan permusuhan hanya didasarkan pada perkara duniawi sehingga kaum muslimin mudah dipecah dan dibeli musuh, akhirnya kondisi mereka menjadi lemah dan terhina parahnya mereka mencintai kelompok yang seharusnya dibenci dan membenci kelompok yang seharusnya dicintai. Maka nasib mereka menyedihkan sesama muslim bermusuhan namun dengan kaum kuffar berkasih sayang.

Kita harus sadar betul bahwa yang mencabik-cabik wilayah Islam dan eksistensi kaum Muslimin adalah kaum kuffar yang bekerja sama dengan kaum munafikun yang rela menjual negara dan umatnya demi kepentingan pribadinya.

Bukankah Portugis, Spanyol dan Inggris pada abad 16 M, dengan agamanya Katolik pernah merampok dan menjarah kekayaan rakyat Melayu dengan semena-mena?

Semua tahu bahwa penjajah Belanda Protestan mengeruk kekayaan, menguras tambang dari mulai hulu hingga hilir dan menodai kehormatan Indonesia selama 350 tahun, sehingga bangsa Indonesia merasakan penderitaan dan kesengsaraan.

Kita patut bangga dengan ketegasan Mas Rangsang alias Sultan Agung yang bersikap tegas kepada penjajah Belanda, memerintahkan agar kepala tawanan Belanda, Antonio Paulo dilemparkan ke mulut buaya sebagai balasan atas pengkhianatan Belanda pada pasukan Mataram.

Masih ingatkah bagaimana Pangeran Diponegoro harus kehilangan 200.000 nyawa kaum muslimin untuk mengusir penjajah Belanda dari Tanah Jawa, betapa perihnya Jenderal Sudirman menapaki gerilya demi mempertahankan NKRI dari rongrongan penjajah.

Akankah kita terus merawat kepicikan dan kepandiran kita dengan menuduh Imam Bonjol wahabi sementara lisan Anda aman malah menaruh hormat kepada para penjajah yang menguras SDM dan SDA bangsa kita?

Lucu kan, yang menjajah bangsa kita orang Eropa dan kaum kuffar tapi kita justru rame-rame memusuhi dan membenci Arab Saudi sebagai sarang Islam !

Kita harus ikhlas mengakui bahwa kita adalah bangsa yang sudah kehilangan pijakan dan prinsip, umat yang tidak punya kemandirian dan peradaban, anak cucu yang tidak mampu bersikap baik kepada para pahlawan termasuk menghargai potensi diri sendiri.

Untuk mengembalikan umat yang sadar siapa kawan dan siapa lawan maka harus ada gerakan dakwah yang intensif dan ofensif pada rakyat jelata dan para penguasa. Biar umat Islam tidak terus menjadi buih dan momok agama yang tiap zaman senantiasa menimpakan kerugian dan kemalangan.

Umat tidak boleh berpangku tangan di tengah keterasingan Islam terutama para juru dakwah harus makin giat berdakwah karena rakyat Nusantara bisa masuk Islam berbondong-bondong hingga menjadi mayoritas karena gesitnya para ulama pada masa lalu dalam berdakwah.

Suatu contoh, pada tahun 1660, penguasa Makasar dilaporkan bersedia meninggalkan kepercayaannya kepada berhala, asalkan kaum Muslimin sanggup mengirim dua atau tiga ulama paling cakap dari Mekah, atau orang-orang Kristen dapat mengirimkan pendeta Jesuit paling ahli, sehingga ia diberi pengajaran tentang kedua agama ini. Ternyata kaum muslimin mengirim dari Mekah dua ulama ahli sehingga ketika raja Makasar melihat bahwa orang-orang Jesuit tidak ada yang datang kepadanya maka ia segera memeluk Islam. 

 

Zainal Abidin Syamsuddin

 

___________________________________

Dipost Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc -hafizhahullah- Arbi'a 3 Jumadats Tsaniyyah 1438 / 1 Maret 2017


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Hapuslah Dosamu Sebelum Tidur
Hapuslah Dosamu Sebelum Tidur
Ustadzah Ari Mardiah Joban - 1 week ago
Diterimanya Amal
Diterimanya Amal
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
(3) Ramadhan adalah Bulan Kesabaran
(3) Ramadhan adalah Bulan Kesabaran
Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 3 years ago
Jerat-Jerat Setan Dalam Menggoda Manusia
Jerat-Jerat Setan Dalam Menggoda Manusia
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Ikhlas
Ikhlas
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 5 years ago
Mengapa LDII Sesat?
Mengapa LDII Sesat?
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com