SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Wanita Bercadar Memajang Fotonya Di Facebook dan Media Sosial Lainnya

Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago

Hukum Wanita Bercadar Memajang Fotonya Di Facebook dan Media Sosial Lainnya

Diterjemahkan Oleh : Ustadzah Arfah Ummu Faynan, Lc

 

HUKUM WANITA BERNIQAB (BERCADAR) MEMAJANG FOTONYA DI FACEBOOK DAN JEJARING SOSIAL LAINNYA 

By: Asy-Syaikh Al-Muhaddits Doktor Shaadiq Muhammad Al-Baydhaawy 

 

Pertanyaan: 

Semoga Allah memberikan keselamatan kepada anda wahai Syaikh kami yang mulia, saya ingin bertanya –semoga Allah memberkahi anda- tentang Hukum Akhwat (Wanita) yang baik-baik, mereka memajang foto mereka dengan memakai Niqab (cadar) di Facebook, dalam foto tersebut nampak kedua matanya, dan (kadang) memakai make-up, terkadang ada foto wanita berniqab (bercadar) bersama suaminya, atau foto ukhti (wanita) yang pakaian syar'inya melambai-lambai di udara? 

Semoga Allah memberkahi anda.  

 

Teks Jawaban sesuai dengan isi kaset ceramah beliau: 

Semoga Allah memberkahimu – wahai Ukhti (Saudariku) yang bertanya, dan semoga Allah memberkahi para akhwat (wanita) yang bergabung bersamanya dalam kebaikan ini, tidak diragukan lagi, bahwa Da'wah mereka melalui internet telah berbuah dan mendatangkan hasilnya, dan mereka semua berpahala atas apa yang mereka lakukan. 

 

Telah tetap Hadits Hasan (derajatnya baik) yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, sungguh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 

 

الدال على الخير كفاعله 

"Orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya."

 

Dan sabda beliau kepada 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu dalam kitab Shahih Bukhari & Muslim: 

 

 لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً خير لك من حمر النعم

"Allah memberikan petunjuk kepada seseorang melalui perantaraan dirimu, itu lebih baik bagimu dibandingkan unta merah."

 

Da'wah yang tersebar di antara akhwat (para wanita muslimah) melalui internet, hal ini menunjukkan bahwa terdapat kebaikan pada Ummat Islam. 

 

#Adapun Akhwat berniqab (bercadar) memajang fotonya pada jejaring social, baik secara khusus maupun umum, maka ini adalah salah satu cara yang ditempuh oleh Syaithan agar para Pemuda memandang dengan seksama kepada mata wanita dan memperhatikan jika mata tersebut tampak pada foto. Jika kedua matanya tidak tampak pada foto, maka syaithan akan memperdayanya agar dia menghubungi wanita tersebut melalui inbox atau email. 

 

Mengapa wahai saudari-saudariku? 

Karena syaithan TIDAK masuk (memperdaya) kepada manusia, kecuali melalui tempat-tempat yang manusia itu berhati-hati padanya. 

Oleh karena itu, dikatakan kepada seorang di antara 'Ulama Salaf (yang terdahulu) : Bahwa Yahudi & Nashrani (Kristen) mereka berkata: 

"Kalian wahai kaum Muslimin, syaithan mengganggu kalian dalam shalat kalian, adapun kami … maka syaithan tidak mengganggu kami" (dalam ibadah kami, –pen), maka seorang Ulama Salaf itu berkata: "Mereka benar, sesungguhnya Syaithan tidak akan mendatangi tempat yang sudah rusak."  

Sungguh para Fuqaha (Ahli Fiqih) telah menetapkan Kaidah dalam Bab "Sarana & Tujuan", mereka berkata: "Mencegah kerusakan itu lebih didahulukan daripada mengambil kemashlahatan", dari sinilah Syari'at Islam yang penuh kemudahan ini menjadi benteng yang kokoh bagi setiap sarana atau jalan yang menuju kepada kerusakan. 

 

Jika misalnya Ukhti tersebut memajang fotonya di Facebook dengan hijabnya yang sempurna tanpa terlihat wajahnya sama sekali, maka Syaithan akan berjuang untuk membuka pintu fitnah (godaan untuk laki-laki), karena inilah kerjanya Syaithan, dan para Wanita adalah perangkapnya. 

Perhatikanlah saudari-saudariku … Dalil-dalil yang ada padaku tentang para Shahabiyyat (Wanita-Wanita di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) yang mulia (betapa tinggi keimanan mereka hidup sezaman dengan beliau, –pen), walaupun demikian, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meyakinkan tentang bahayanya fitnah (godaan) wanita, syaithanpun bekerja dengan (perantaraan) wanita untuk menggoda orang-orang Shalih, karena tidak ada yang penting bagi syaithan selain orang-orang Shalih. 

Adapun orang yang rusak, maka dia memang telah rusak, dia adalah tentara di antara tentara-tentara syaithan. 

Syaithan berusaha mengubah orang Shalih agar menjadi tentaranya (pengikutnya) dengan perantaraan (godaan) wanita, walaupun wanita tersebut Shalihah. 

 

Perhatikanlah bersamaku Hadits ini: 

At-Tirmidzi meriwayatkan dalam Kitab "Sunan"nya, dan Hadits ini Shahih, dari Abdullah bin Mas'ud, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: 

 

"المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان". 

"Wanita adalah aurat, jika dia keluar (dari rumahnya), maka syaithan akan memperindahnya."

 

Penguat dalam Hadits ini adalah keumuman sabda beliau "Syaithan memperindah wanita", artinya adalah syaithan menghiasinya dan menjadikan wanita itu semakin indah di mata laki-laki. 

Yang menjadi objek pembicaraan adalah Para Shahabat beliau beserta seluruh kaum Muslimin, yang mana hal ini menguatkan bahwa walaupun wanita itu telah berhijab sempurna, namun orang Shalih bisa jadi tergoda dengan pemandangan yang ada secara umum, walaupun tidak tampak sesuatupun dari wanita tersebut. 

Namun tentu saja godaan wanita yang berhijab sempurna lebih sedikit daripada godaan wanita yang bersolek atau menampakkan wajahnya.  

 

Anda bisa mendapatkan contoh lain agar lebih jelas, dari Istri Rasulullah: Shafiyyah … 

 

ففي الصحيحين عن صفية زوجة رسول الله عليه الصلاة والسلام أنها كانت مع رسول الله ليلا وكان قد ردها إلى مسكنها ليلا فمر رجلان فرآهما النبي عليه الصلاة والسلام فقال لهما : على رسولكما إنها صفية قالا: سبحان الله أفيك نشك يا رسول الله، قال: إن الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم . 

Dalam Kitab Shahih Bukhari & Muslim, dari Shafiyyah Istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dahulu dia bersama Rasulullah pada suatu malam, lalu beliau mengantar Shafiyyah ke tempat tinggalnya pada malam hari, lalu lewatlah dua orang Shahabat, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat mereka dan berkata kepada mereka: 

"Apakah kalian curiga kepada Rasul kalian? Dia adalah Shafiyyah!", maka mereka berkata: Maha Suci Allah, apakah terhadap anda kami curiga wahai Rasulullah? Beliau bersabda: "Sesungguhnya syaithan mengalir dalam tubuh anak Adam sebagaimana mengalirnya darah dalam tubuh mereka."

 

Penguat pada hadits ini adalah:

Kerjanya syaithan adalah berusaha masuk kepada pembuluh darah anak Adam untuk memfitnah (menggoda) mereka, walaupun mereka orang Shalih. 

 

Kesimpulannya adalah –saudari-saudariku- aku tidak ingin panjang lebar, aku akan mengisi Daurah dan sekarang aku sedang sibuk mengajar… 

 

#Aku katakan kepada kalian:

Waspadalah langkah-langkah syaithan, sungguh syaithan tidak menipu kecuali kepada orang-orang Shalih seperti kalian, MAKA HINDARILAH MEMAJANG FOTO-FOTO SEPERTI INI. 

Minimal yang mungkin akan terjadi adalah anak-anak perempuanmu akan berkata: "Ibuku telah memajang fotonya, maka akupun mengikuti jejaknya." 

Kemudian hal ini berkembang, dari yang tadinya foto wanita berhijab sempurna tidak kelihatan sesuatupun darinya, lalu berubah menjadi foto wanita berniqab (bercadar) yang menampakkan kedua matanya, setelah itu hari-haripun berganti dan datanglah generasi yang lain, wanita Shalihah memajang fotonya dengan (berhijab namun) menampakkan wajahnya, kemudian (generasi berikutnya) menampakkan kepalanya, lalu (generasi berikutnya) menampakkan lehernya. 

Demikianlah setiap generasi yang baru muncul, maka semakin tidak konsisten, dan sebabnya adalah ENGKAU memajang fotomu yang berhijab sempurna, kemudian keadaan berubah pada anak-anak perempuanmu, lalu keadaan semakin berubah pada anak-anak perempuan mereka,  

Demikianlah ENGKAU menjadi orang yang memberi contoh yang memadharatkan masyarakat, dan ENGKAU yang telah memberi contoh kerusakan walaupun dengan niat yang baik! 

Betapa banyak orang yang mempunyai NIAT BAIK TANPA BERDASARKAN ILMU, yang mana hal itu MENJERUMUSKANNYA DAN MENJERUMUSKAN PENGIKUTNYA PADA KESALAHAN…

 

Allah Ta'ala berfirman: 

 

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مبين

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kepada agama islam secara kaaffah (keseluruhan), dan janganlah engkau mengikuti langkah-langkah syaithan, sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu."

 

Aku memohon kepada Allah Sang Maha Penolong, agar Dia menjaga saudari-saudariku yang mulia para Da'iyah di internet. Dan semoga mereka dan anak-anak mereka diberikan bimbingan dan ditepatkan langkah mereka dalam setiap urusan mereka. 

Wa billahi at-taufiq. 

 

---------------------------------------------------------- 

Makkah, 21051437 H 

Diterjemahkan oleh: @arfah_ummu_faynan 

 

Dari Fatwa Asy-Syaikh Al-Muhaddits Doktor Shaadiq Muhammad Al-Baydhaawy 

https://www.youtube.com/watch?v=V6raz32L3go

http://www.albidhani.com/play.php?catsmktba=1018

 --------------------------------------------------------- 

Berikut teks aslinya berbahasa Arab: 

 

حكم وضع المنقبات صورهن في الفيسبوك وغيره من مواقع الانترنت

  سؤال الفتوى: حياكم الله شيخنا الفاضل : أود أن أسألكم بارك الله فيكم ، عن حكم وضع الأخوات المستقيمات لصورهن بالنقاب في الفايس بوك؛ مع العلم أن تلك الصور تظهر فيها العينان وعليها المكياج وقد تكون الصورة لمنتقبة مع زوجها أو صورة لأخت يتطاير لباسها الشرعي في الهواء؟ وبارك الله فيكم؟

 

نص الجواب حسب الشريط الصوتي

 بارك الله في أختي السائلة وكافة الأخوات اللاتي اشتركن معها في هذا الخير، ولا شك أن دعوتهن من خلال مواقع الانترنت قد أثمرتوآتت أكلها ، وهن مأجورات على ذلك وقد ثبت عند الترمذي والحديث حسن أن النبي عليه الصلاة والسلام قال : الدال على الخير كفاعله . وقال لعلي رضي الله عنه كما في الصحيحين : لئن يهدي الله بك رجلاً واحداً خير لك من حمر النعم.  

فهذه الدعوة التي انتشرت بين الأخوات عبر مواقع الانترنت تبشر أن أمة الإسلام بخير، أما وضع صور الأخوات المنقبات على صفحات المواقع الخاصة بهن أو الصفحات العامة الأخرى، فهذه وسيلة من وسائل الشيطان ليجعل الشباب يدققوا في عينيها ويتأملوا إن كانتا ظاهرتين في الصورة وكذا لو لم تظهر في الصورة لسولها الشيطان له كي يتواصل معها عبر بريدها أو نحوه، لماذا أخواتي؟ 

لأن الشيطان لا يأتي للإنسان إلا من المواضع التي يتقيها ولذا قيل لأحد السلف إن اليهود والنصارى يقولون أنتم يا معشر المسلمين يوسوس الشيطان لكم في صلاتكم أما نحن فلا، فاجاب أحد السلف بقوله : لقد صدقوا فإن الشيطان لا يأتي البيت الخرب. 

وقد وضع الفقهاء قاعدة في باب الوسائل والمقاصد فقالوا : درء المفاسد مقدم على جلب المصالح، ومن هنا كانت الشريعة السمحة سدا منيعاً لكل وسيلة أو طريقة تؤدي إلى مفسدة، فلو فرضنا أن هذه الأخت وضعت صورتها على الفيسبوك محجبة لا يظهر من وجهها شئ لاجتهد الشيطان لفتح باب الفتنة لأن هذا شغله والنساء حبائله ولتتأمل أخواتي معي هذه الأدلة في نساء صحابيات جليلات ، ومع ذلك أكد النبي عليه الصلاة والسلام خطر فتنة المرأة وشغل الشيطان معها لفتنة الصالحين بها لأن الشيطان لا يهمه إلا الصالح أما الفاسد فهو فاسد وهو جندي من جنوده فيسعى لتحويل الصالح إلى جند من جنوده والوسيلة هذه المرأة حتى ولو كانت صالحة وتأملوا معي هذه الأحاديث : 

أخرج الترمذي في سننه والحديث صحيح عن عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:" المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان". 

والشاهد في الحديث عموم قوله استشرفها الشيطان بمعنى زينها لغيره والخطاب للصحابه وغيرهم من المسلمين حيث يؤكد أنها حتى لو تحجبت لم يسلم الصالح من الافتتان بمنظرها العام حتى وإن لم يظهر منها شئ إلا أن فتنتها أقل من المرأة المتبرجة أو السافرة 

وإليكم مثلا آخر أكثر إيضاحا لزوجة رسول الله صفية 

ففي الصحيحين عن صفية زوجة رسول الله عليه الصلاة والسلام أنها كانت مع رسول الله ليلا وكان قد ردها إلى مسكنها ليلا فمر رجلان فرأهما النبي عليه الصلاة والسلام فقال لهما : على رسلكما إنها صفية قالا: سبحان الله أفيك نشك يا رسول الله، قال: إن الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم . 

والشاهد في الحديث : أن شغل الشيطان تعدى إلى ولوج الدم في ابن آدم ليفتنه حتى وإن كان صالحاً، فالحاصل يا أخواتي لا أطيل عليكن فعندي دورة وانا الآن مشغول بدرس فأقول لكن احذرن خطوات الشيطان فإنه لا يفتك إلا بالصالحين أمثالكن فاحذرن مثل هذه الصورة فأقل ما فيها أن بناتكن يوما من الأيام سيقلن لقد ظهرت أمي بصورتها فأنا سأظهر ثم يتطور الحال من صورة محجبة لا يظهر منها شئ إلى صورة منقبة تظهر منها العينان ثم مع الأيام جيل آخر تظهر الصالحة بمظهر الكاشفة عن وجهها ثم رأسها ثم نحرها وهكذا كلما جاء جيل آخر كان تقصيره أكثر والسبب أنك بدأتِ بصورة المحجبة ثم تغير الوضع في بناتك ثم بناتهن وهكذا تكوني أنت من سن هذه السنة التي أضرت بالمجتمع وتكونين أنت من سن هذه المفسدة على حسن نية، ورب حسن نية على جهل أدت بصاحبها ومن تبعها إلى ضلالة، يقول الله عزوجل :: " يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ " 

سائلا المولى أن يحفظ أخواتنا الفاضلات الداعيات على صفحات النت وأن يلهمن وأولادهن وأقاربهن ومن يعز عليهن السداد والرشاد في الأمور كلها، وبالله التوفيق

 

___________________________________

Direpost Ustadzah Arfah Ummu Faynan, Lc -hafizhahallah- Khamis 4 Jumadats Tsaniyyah 1438 / 2 Maret 2017


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com