SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Seputar Haid, Nifas dan Istihadhoh

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 2 years ago

Seputar Haid, Nifas dan Istihadhoh

Oleh : Ustadz Badru Salam, Lc

 

MAUSU'AH MUYASSAROH

(Syaikh Husain Al Uwaisyah)

 

Alhamdulillah, 

Washolatu washolamu 'ala Rasulillah

 

Masalah-masalah sekitar haid, nifas dan istihadhoh.

 

1. Wanita nifas itu sama hukumnya dengan wanita haid. Pada semua perkara yang diharamkan atau perkara yang gugur karenanya.

Kata Ibnu Qudamah dalam Al Mugny "Hukum wanita yang nifas sama dengan hukum wanita yang haid." 

Pada seluruh perkara yang haram dilakukan wanita haid demikian juga yang gugur kewajiban darinya. 

Kami tidak mengetahui ada perselisihan ulama dalam hal ini sebagaimana haram mensetubuhinya dan boleh mencumbuinya dimana yang dilarang itu pada kemaluannya. 

Bahwa wanita nifas tidak ada bedanya dengan wanita haid. 

 

2. Wanita haid dan nifas mandi untuk ihram ketika hendak umrah dan haji.

(Kecuali thawaf yang dilaksanakan setelah suci. -pen)

Dari Jabir radiallahu'anhu ia berkata "Rasulullah sembilan tahun lamanya di kota Madinah beliau berhaji kemudian di tahun yang ke sepuluh beliau mengumumkan untuk haji dan bahwasanya Rasulullah akan berhaji lalu datanglah di kota Madinah manusia yang banyak sekali semua datang ingin melihat bagaimana hajinya Rasulullah Salallahu 'alaihi wassalam.

Kata Jabir kamipun keluar bersama beliau sehingga kami pun sampai di Dzulhulaifah dan disanalah Asma' bintu Umaish melahirkan anak yang bernama Muhammad Bin Abi Bakkar. 

Kemudian Asma' mengirimkan orang kepada Rasulullah apa yang harus aku lakukan ini ? 

Maka Nabi menyuruh "Mandilah kemudian tutup kemaluanmu dengan kain dan berihramlah." 

Ini menunjukan wanita haid pun juga sama karena dihukumi sama dengan wanita nifas. 

 

3. Wanita haid boleh meminum obat anti haid kalau ia mau pergi haji atau umrah.

Ini ada syaratnya jika tidak menimbulkan mudharat. Jika meminum obat membuat haidnya tambah panjang tidak teratur maka tidak boleh karena syaratnya tidak terpenuhi. Sebaiknya bermusyawarah dengan dokter.

Kata Ibnu Qudamah diriwayatkan dari Ahmad ia berkata "Tidak mengapa seorang wanita meminum obat anti haid apabila tidak menimbulkan mudharat yang lebih besar."

 

Wallahu a'lam 

 

___________________________________

Al Fawaid Al Ilmiyah, Arbi'a 26 Jumadal Ula 1438 / 22 Februari 2017


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Petuah Agung
Petuah Agung
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Jangan Tertipu Dengan Mimpi
Jangan Tertipu Dengan Mimpi
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Antara Maslahat dan Mafsadat
Antara Maslahat dan Mafsadat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Hawa Nafsu dan Syahwat
Hawa Nafsu dan Syahwat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Tergantung Hati
Tergantung Hati
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Kisah 3 Orang
Kisah 3 Orang
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Urus Saja Dirimu Sendiri
Urus Saja Dirimu Sendiri
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Kalimat Yang Lebih Baik Dari Bacaan Dzikir Sejak Subuh-Siang
Kalimat Yang Lebih Baik Dari Bacaan Dzikir Sejak Subuh-Siang
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Kerusakan Umatku
Kerusakan Umatku
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Mending Siapa Ya..
Mending Siapa Ya..
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com