SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Antara Dokter Manjur dan Ustadz Hebat

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago

Antara Dokter Manjur dan Ustadz Hebat

Oleh : Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

 

Antara Dokter Manjur & Ustadz Hebat

 

Seorang dokter sebagus apapun nilai akademiknya, namun bila ternyata masyarakat tidak menerimanya, alias ndak cocok maka ia tidak akan dikatakan sebagai dokter manjur, akibatnya tidak laku.

Namun seburuk apapun aspek akademiknya, asalkan banyak yang cocok, maka dia pasti dianggap sebagai dokter tokcer, manjur bin mujarab.

Jadi kalau dokter, puncak legalitas keahliannya tampaknya ada di tangan orang-orang awam, alias pengguna. Sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya butuh kepada persaksian orang-orang awam atau bodoh, asalkan punya duit dan kuat mbayar layanannya.

Adapun ulama' ahli ilmu agama, maka semakin tinggi ilmunya, maka semakin tidak butuh kepada persaksian orang awam. Karena benar salah, manjur dan tokcernya ulama' bukan dinilai dari banyak sedikitnya yang duduk di majlisnya atau ngefans dengannya. Kebenaran dan tokcernya ulama' dinilai dari keteguhannya dalam menyampaikan dalil dengan pemahaman dan penerapan yang benar, walau tidak seorangpun yang menerima, berguru kepadanya atau ngefans kepadanya.

Karena itu, dahulu ada bukan hanya satu, nabi-nabi yang hanya memiliki pengikut satu, atau dua atau tiga, bahkan tidak memiliki pengikut sama sekali. Salahkah ilmu mereka, atau dakwah mereka? Tentu saja tidak, karena kebenaran dakwah dan ilmu mereka bukan diukur dari banyaknya pengikut, atau banyaknya orang yang geleng-geleng kepala kagum atau berkata mantap, atau cocok, atau ngefans, atau mengidolakannya. 

Kebenaran dan ketokceran para Nabi dan juga para ulama' diukur dari keteguhan dalam menyampaikan wahyu sebagaimana yang Allah Ta'ala perintahkan kepadanya. 

Karena itu, hentikan budaya acung jempol kepada ulama' atau geleng-geleng kepala kepada mereka karena kagum, atau selorohan: 

Saya cocok, atau mantap..mantaaaap. 

Apapun yang anda lakukan, acungan jempol atau ucapan : 

Mantaaap, kalo ternyata anda bukan ulama' maka sia-sia, hanya akan membuat ustadz yang bersangkutan atau ulama' tersebut tanpa sadar, sedikit demi sedikit gila sanjungan. 

Sadarkah anda bahwa yang dapat dan pantas mengatakan demikian adalah sesama ulama' atau bahkan ulama' lain yang lebih berilmu? Merekalah yang mampu menilai apakah ilmu, fatwa dan sikap seorang ulama' berdasarkan ilmu dan dalil yang mereka kuasai. 

Dahulu, tidaklah ada seorang ulama'pun yang berani duduk mengajar atau berfatwa kecuali setelah mendapatkan rekomendasi dari ulama' lain yang lebih senior dan luas ilmunya, bukan setelah mendapat undangan panitia kajian atau takmir masjid, atau stasiun tv, atau banyak masyarakat yang merasa gayeng, cocok dan ngefans kepadanya.

 

Wallahu Ta'ala a'alam bisshowab.

___________________________________

Dipost Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah- Khamis 23 Rabi'ul Awwal 1438 / 22 Desember 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Untung Ada Saya
Untung Ada Saya
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Ujian Pasti Datang
Ujian Pasti Datang
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Hobi Mengumpat dan Ceplas Ceplos, Moralitas Murahan
Hobi Mengumpat dan Ceplas Ceplos, Moralitas Murahan
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Orang Yang Ilmunya Terbatas Vs. Orang Yang Lebih Berilmu
Orang Yang Ilmunya Terbatas Vs. Orang Yang Lebih Berilmu
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Kapan Anda Mati ?
Kapan Anda Mati ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Itulah Pertanda Cinta
Itulah Pertanda Cinta
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Gerhana Panumbra.
Gerhana Panumbra.
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Waah, Tambah Muda Saja Anda!
Waah, Tambah Muda Saja Anda!
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Apapun Akhirnya Pasti Indah
Apapun Akhirnya Pasti Indah
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 months ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com