SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hanyalah Allah Ta'ala, Yang Paling Berjasa Atas Penyebaran Dakwah Salaf Di Indonesia

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago

Hanyalah Allah Ta'ala, Yang Paling Berjasa Atas Penyebaran Dakwah Salaf Di Indonesia

Oleh : Ustadz DR. Muhammaf Arifin Badri

 

Yang Babat Alas Dakwah Salaf Di Indonesia

 

Sebagian orang mengira bahwa perintis dakwah salaf adalah ustadz Jakarta atau ust Jogja atau ustadz fulan atau ustadz fulan. 

Ya, semua jawaban bisa jadi benar, masing-masing pasti melihat dari sudut pandang dan sebatas pengalaman pribadinya. 

Bagi orang yang sempit pergaulan dan wawasan, maka sebatas itu pula ia menjawab, bahwa ustadz yang telah mengenalkannya kepada dakwah salaf adalah perintis dakwah ini.

Dan bagi yang wawasannya lebih luas, dan ia bukan hanya menilai dari pengalaman pribadinya maka ia akan menjawab yang lain.

Namun tentunya satu hal yang perlu diingat kembali: 

bahwa dakwah salaf adalah Islam itu sendiri, yaitu Islam yang seutuhnya dan jauh dari kontaminasi TBC; takhayyul, bid'ah dan churafat.

Islam yang seperti ini sejatinya jauh-jauh hari telah masuk ke negeri kita tercinta, hanya saja seberapa lengkap para pembawa Islam mengusai syariat dan seberapa besar yang mampu mereka sampaikan kepada masyarakat Indonesia kala itu?

Bisa jadi syariat Islam yang mereka kuasai kala itu ala kadarnya dan tentu saja yang mereka sampaikan juga sesuai dengannya, belum lagi bila dilihat dari kemampuan dan kesempatan yang mereka miliki kala itu. 

Sebagai dampaknya, masih banyak dari tradisi dan ajaran lokal yang belum mampu mereka luruskan.

Namun, sedikit apapun syari'at Islam yang berhasil mereka ajarkan, maka sejatinya mereka telah babat alas mengajarkan Islam dan pemahaman salaf kepada masyarakat setempat. Sedari dahulu masyarakat Islam Nusantara bangga sebagai ahlusunnah wa al jamaah.

Sebagaimana para juru dakwah yang mebawa Islam ke negeri ini, juga berhasil mengajarkan Islam non syi'ah kepada masyarakat Indonesia, karena itu sedari dulu agama syi'ah ditentang dan diyakini sebagai pecundang di negeri ini. Baru setelah kaum liberal pemuja persatuan agama yang nota bene buta mata dan jiwa menguasai negeri ini, kaum syi'ah mendapatkan ruang untuk menyebarkan ajarannya.

Bukan hanya syi'ah, namun juga komunis dan ateis pun mendapatkan karpet merah terhampar untuk mereka. 

Adapun para juru dakwah ustadz fulan dan fulan, baik yang di Jakarta atau Jogjakarta atau lainnya saat ini sejatinya hanyalah penerus perjuangan para ulama' terdahulu yang telah memasukkan Islam ke negeri ini. 

Dakwah salaf bukanlah ajaran asing di negeri ini, dan juga bukan paham pendatang di tengah-tengah ummat Islam. 

Ahlussunnah adalah pemahaman dan praktek beragama yang telah mendominasi praktek keagamaan di negri ini, hanya saja level pemahaman dan praktek masyarakat terhadap akidah dan amaliyah ahlissunnah atau juga disebut salaf, berbeda-beda. 

Ada yang luar biasa semisal anda, dan ada pula yang biasa-biasa saja, termasuk saya. Karenanya sudah sepatutnya perjuangan dakwah dan penyempurnaan paham dan amalan Ummat Islam masih butuh perjuangan panjang dan pengorbanan besar dari setiap ummat Islam.

 

Sebagai penutup, apapun kesimpulan anda, namun tetap saja bahwa yang paling berjasa atas menyebarkan dakwah salaf alias Islam yang murni sejatinya hanyalah Allah Ta'ala, karena Dia-lah yang telah membuka pintu hati para juru dakwah untuk menyebarkan Islam di negeri ini dan hanya Dia pula yang membuka pintu hati nenek moyang kita sehingga menerima Islam dan meninggalkan berbagai agama yang telah lama mereka anut. 

Allah Ta'ala berfirman: 

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhya engkau tiada kuasa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, namun Allah kuasa memberi petunjuk kepada siapapun yang Ia kehendaki. Dan Dia lebih mengetahui siapa orang-orang yang mendapat petunjuk. 

(Al Qasas 56) 

 

Sudah saatnya kita menghentikan polemik dan perebutan klaim: 

ustadz saya adalah pembabat alas, bukan ustadz anda, sikap seperti ini sejatinya adalah penghancur dan peluruh dakwah salaf dan hanya akan membuahkan fanatisme dan perpecahan di tengah tengah ummat Islam.

Kalaupun, benar ustadz anda adalah perintis dan pembabat alas, maka itu bukan untuk dibanggakan atau dijadikan bahan untuk mencibir atau merendahkan ustadz-ustadz lainnya. 

Menjadikannya sebagai bahan kebanggan atau perolok-olokan kepada yang lain, adalah kemunduran bahkan pengkhianatan terhadap dakwah salaf.

 

Semoga Allah melimpahkan istiqomah kepada kita semua. Amiin.

___________________________________

Dipost Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah- Ahad 19 Rabi'ul Awwal 1438 / 18 Desember 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Mengentaskan Kemiskinan (Dengan Sistem Perekonomian Islam)
Mengentaskan Kemiskinan (Dengan Sistem Perekonomian Islam)
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Istri Idaman
Istri Idaman
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 8 months ago
Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari
Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Buah Cantik, Tahukah Anda Buah Apa Itu?
Buah Cantik, Tahukah Anda Buah Apa Itu?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 9 months ago
Bekal Juru Dakwah
Bekal Juru Dakwah
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 10 months ago
Husnudzon Bukan Dalil
Husnudzon Bukan Dalil
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Kapan Ya, Indonesia Berubah Jadi Lebih Baik ?
Kapan Ya, Indonesia Berubah Jadi Lebih Baik ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Guru Beda Pendapat, Murid Beda Pendapatan?
Guru Beda Pendapat, Murid Beda Pendapatan?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Kunci Kemajuan Eropa
Kunci Kemajuan Eropa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com