SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kaidah Penting: Sesuatu Yang Tidak Dilakukan Nabi Tidak Lepas Dari 3 Keadaan

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 2 years ago

Kaidah Penting: Sesuatu Yang Tidak Dilakukan Nabi Tidak Lepas Dari 3 Keadaan

Oleh : Ustadz Badru Salam, Lc

 

Kaidah Penting

 

Sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak lepas dari tiga keadaan:

1. Nabi tidak lakukan karena belum ada pendorongnya seperti membuat ilmu nahwu, ilmu ushul fiqih, ilmu hadits dsbnya. Karena disaat itu belum dibutuhkan dan para shahabat semua ahli bahasa Arab.

2. Nabi tidak lakukan karena ada penghalangnya seperti mengumpulkan alquran dalam mushaf karena alquran masih terus turun, melakukan sholat taraweh berjamaah setiap malam karena khawatir diwajibkan atas umatnya, dsbnya.

3. Nabi tinggalkan padahal pendorongnya ada dan penghalangnya tidak ada. 

Seperti Nabi tidak adzan dan iqomah untuk sholat hari raya padahal itu dibutuhkan dan Nabi mampu melakukannya.

 

Hukumnya

 

Untuk keadaan yang pertama, setelah Nabi wafat ketika pendorongnya telah ada dan dibutuhkan juga mashlahatnya besar atau untuk menghindari mudlorot maka diperbolehkan dan tidak dianggap bid'ah.

Seperti membuat ilmu nahwu shorof, ilmu ushul fiqih, ilmu hadits dsbnya. Dan ilmu ilmu ini mashlahatnya amat besar untuk menjaga alquran dan sunnah, bahkan bila ditinggalkan akan menimbulkan mudlorot.

 

Untuk keadaan yang kedua juga diperbolehkan bila penghalang telah hilang dan dibutuhkan. 

Oleh karena itu Umar melaksanakan sholat taraweh berjamaah setiap malam karena penghalangnya yaitu khawatir diwajibkan sudah tidak mungkin lagi.

Oleh karena itu Umar berkata: 

Ini sebaik-baiknya bid'ah.

Maksudnya bid'ah secara bahasa sebagaiman yang dikatakan oleh ibnu Rojab.

Dua jenis ini yang disebut oleh para ulama ushul fiqih sebagai mashlahat mursalah atau dengan bahasa sebagian ulama: 

bid'ah hasanah.

 

Adapun yang ketiga maka Nabi sengaja meninggalkannya untuk menjadi ilmu bagi umatnya bahwa itu tidak disyariatkan.

Yang jenis ini bila dilakukan bisa jadi bid'ah.

Jenis ini yang dianggap sebagai bid'ah yang sesat.

 

Sebagai renungan saja, perayaan kelahiran Nabi bila kita masukkan dalam tiga keadaan di atas jenisnya apa?

Pendorong untuk merayakannya padahal ada di zaman Nabi dan para shahabatnya yaitu cinta Nabi.

Penghalangnya pun tidak ada. Mereka mampu melakukannya. 

Namun mereka tidak melakukannya.

 

Hakikat cinta adalah dengan mengikuti sunnahnya dan bergembira dengan mempelajari ajarannya.

___________________________________

Dipost Ustadz Badru Salam, Lc -hafizhahullah- Tsulasa 14 Rabi'ul Awwal 1438 / 13 Desember 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Sibuk Memikirkan Sesuatu...
Sibuk Memikirkan Sesuatu...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Umur Khadijah 28 Atau 40 Tahun Ketika Menikah Dengan Nabi ?
Umur Khadijah 28 Atau 40 Tahun Ketika Menikah Dengan Nabi ?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 months ago
Hai Bani Israil...
Hai Bani Israil...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Nasihat Untukmu Saudaraku...
Nasihat Untukmu Saudaraku...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Agar Allah Menolong Kita
Agar Allah Menolong Kita
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 1 year ago
Kaidah Mengenal Bidah Seri 4
Kaidah Mengenal Bidah Seri 4
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Obat Lemahnya Iman
Obat Lemahnya Iman
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Merenungi Hakikat Kehidupan Dunia
Merenungi Hakikat Kehidupan Dunia
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Kisah Sepotong Roti
Kisah Sepotong Roti
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Orang Yang Paling Rusak
Orang Yang Paling Rusak
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 9 months ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com