SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kaidah Penting: Sesuatu Yang Tidak Dilakukan Nabi Tidak Lepas Dari 3 Keadaan

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago

Kaidah Penting: Sesuatu Yang Tidak Dilakukan Nabi Tidak Lepas Dari 3 Keadaan

Oleh : Ustadz Badru Salam, Lc

 

Kaidah Penting

 

Sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak lepas dari tiga keadaan:

1. Nabi tidak lakukan karena belum ada pendorongnya seperti membuat ilmu nahwu, ilmu ushul fiqih, ilmu hadits dsbnya. Karena disaat itu belum dibutuhkan dan para shahabat semua ahli bahasa Arab.

2. Nabi tidak lakukan karena ada penghalangnya seperti mengumpulkan alquran dalam mushaf karena alquran masih terus turun, melakukan sholat taraweh berjamaah setiap malam karena khawatir diwajibkan atas umatnya, dsbnya.

3. Nabi tinggalkan padahal pendorongnya ada dan penghalangnya tidak ada. 

Seperti Nabi tidak adzan dan iqomah untuk sholat hari raya padahal itu dibutuhkan dan Nabi mampu melakukannya.

 

Hukumnya

 

Untuk keadaan yang pertama, setelah Nabi wafat ketika pendorongnya telah ada dan dibutuhkan juga mashlahatnya besar atau untuk menghindari mudlorot maka diperbolehkan dan tidak dianggap bid'ah.

Seperti membuat ilmu nahwu shorof, ilmu ushul fiqih, ilmu hadits dsbnya. Dan ilmu ilmu ini mashlahatnya amat besar untuk menjaga alquran dan sunnah, bahkan bila ditinggalkan akan menimbulkan mudlorot.

 

Untuk keadaan yang kedua juga diperbolehkan bila penghalang telah hilang dan dibutuhkan. 

Oleh karena itu Umar melaksanakan sholat taraweh berjamaah setiap malam karena penghalangnya yaitu khawatir diwajibkan sudah tidak mungkin lagi.

Oleh karena itu Umar berkata: 

Ini sebaik-baiknya bid'ah.

Maksudnya bid'ah secara bahasa sebagaiman yang dikatakan oleh ibnu Rojab.

Dua jenis ini yang disebut oleh para ulama ushul fiqih sebagai mashlahat mursalah atau dengan bahasa sebagian ulama: 

bid'ah hasanah.

 

Adapun yang ketiga maka Nabi sengaja meninggalkannya untuk menjadi ilmu bagi umatnya bahwa itu tidak disyariatkan.

Yang jenis ini bila dilakukan bisa jadi bid'ah.

Jenis ini yang dianggap sebagai bid'ah yang sesat.

 

Sebagai renungan saja, perayaan kelahiran Nabi bila kita masukkan dalam tiga keadaan di atas jenisnya apa?

Pendorong untuk merayakannya padahal ada di zaman Nabi dan para shahabatnya yaitu cinta Nabi.

Penghalangnya pun tidak ada. Mereka mampu melakukannya. 

Namun mereka tidak melakukannya.

 

Hakikat cinta adalah dengan mengikuti sunnahnya dan bergembira dengan mempelajari ajarannya.

___________________________________

Dipost Ustadz Badru Salam, Lc -hafizhahullah- Tsulasa 14 Rabi'ul Awwal 1438 / 13 Desember 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Pede Aja...
Pede Aja...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Percakapan Penduduk Surga
Percakapan Penduduk Surga
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 months ago
Pertanyaan yang patut dijauhi
Pertanyaan yang patut dijauhi
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 9 years ago
Apakah Doa Di Hari Rabu Siang Mustajab?
Apakah Doa Di Hari Rabu Siang Mustajab?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 months ago
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Menuntut Ilmu Adalah Jihad
Menuntut Ilmu Adalah Jihad
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Bidah-Bidah Seputar Al Quran
Bidah-Bidah Seputar Al Quran
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Futur Lagi
Futur Lagi
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Berfikir Sejenak
Berfikir Sejenak
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Bila kamu melihat Dia
Bila kamu melihat Dia
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com