SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Perhatikan Adab Bertanya

- 3 years ago

Perhatikan Adab Bertanya

Oleh : Ustad dr. Raehanul Bahraen

 

Perhatikan Adab Bertanya

 

Agama Islam adalah agama yang penuh adab dan akhlak. Salah satu yang diatur adalah adab bertanya kepada guru. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 

1. Tidak terburu-buru menagih jawaban

Contoh ketika SMS/WA: 

“Ustadz, tolong jelaskan hukum shalat ini beserta dalilnya dan rinciannya, kalau bisa cepat dibalas ustadz, ini sedang membuat bantahan”.

Mungkin jawabannya: 

“Silahkan buka buku sifat shalat”.

Perlu dipahami bahwa guru kita juga banyak urusan dan bisa jadi terbatas ilmu dan waktu. Agar mendapat ilmu yang berkah tidak boleh tergesa-gesa dan harus beradab dengan guru.[1]

 

2. Tidak bertanya yang bisa “mengadu domba”

Contohnya di suatu majelis ilmu sesi tanya jawab,

Fulan: Ustadz, apa hukumnya ini?

Ustadz: Hukumnya mubah

Fulan: Tapi ustadz A berpendapat haram ustadz !

Ini bukan adab yang baik dan bisa membenturkan pendapat ustadz tersebut karena mereka sezaman dan selevel. Berbeda halnya jika ia membawa dalil berupa hadits atau perkataan ulama berbeda zaman, ini tidaklah mengapa.

 

3. Tidak terlalu banyak bertanya yang tidak perlu dan fakta itu belum terjadi

Contoh:

Fulan: Kalau di bulan arah kiblatnya ke mana? Apa hukum makan daging dinosaurus?

Mungkin jawabannya: Tolong SMS saya kalau kamu sudah di bulan ya.

Terlalu banyak bertanya seperti ini adalah sebab kehancuran umat terdahulu sebagaimana dalam hadits.[2]

Semisal pertanyaan Bani Israil mengenai sapi apa yang harus disembelih sebagai qurban, mereka banyak bertanya ciri-cirinya akhirnya memberatkan mereka.

 

4. Bertanya untuk melawan dan mendebat

Bertanya dengan pertanyaan menjebak atau untuk memancing saja bukan untuk mencari jawaban atau diskusi.

Ibnul Qayyim menjelaskan menuntut ilmu itu bukan untuk melawan,

ﺇﺫﺍ ﺟﻠﺴﺖ ﺇﻟﻰ ﻋﺎﻟﻢ ﻓﺴﻞ ﺗﻔﻘﻬﺎً ﻻ ﺗﻌﻨﺘﺎً

“Jika anda duduk bersama seorang ‘alim (ahli ilmu) maka bertanyalah untuk menuntut ilmu bukan untuk

melawan”.[3]

Inilah yang dimaksud hadits orang yang menuntut ilmu untuk menyombongkan diri di depan ulama dan mendebat orang bodoh.[4]

 

Demikian semoga bermanfaat

@Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

 

Catatan kaki:

[1] Az-Zuhry menjelaskan pentingnya adab dan lemah lembut dalam menuntut ilmu,

ﻭﻛﺎﻥ ﻋﺒﻴﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻠﻄﻔﻪ ﻓﻜﺎﻥ ﻳﻌﺰﻩ ﻋﺰﺍ

“Dahulu Ubaidullah (yakni bin Abdullah bin ‘Utbah, seorang tabi’in) berlemah lembut ketika bertanya kepada Ibnu Abbas, maka beliau memuliakannya (dengan memberinya ilmu yang banyak).”

(Ath-Thabaqat Al-Kubra 5/250)

[2] Hadits berikut,

ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻛَﺜْﺮَﺓُ ﻣَﺴَﺎﺋِﻠِﻬِﻢْ ﻭَﺍﺧْﺘِﻼَﻓُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ

“Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-Nabi mereka’.” 

[HR. Bukhari dan Muslim]

[3] Miftah Daris Sa’adah 1/168

[4] Hadits berikut,

ﻣﻦ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻟﻴﺠﺎﺭﻱ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺃﻭ ﻟﻴﻤﺎﺭﻱ ﺑﻪ ﺍﻟﺴﻔﻬﺎﺀ ﺃﻭ ﻳﺼﺮﻑ ﺑﻪ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﺩﺧﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨﺎﺭ

“Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh atau untuk menarik perhatian manusia maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka”.

(HR. At-Tirmidzy 5/32 no.2654, dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany)

___________________________________

MuslimAfiyah, Arbi'a 1 Rabi'ul Awwal 1438 / 30 November 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Cinta Membawa Petaka
Cinta Membawa Petaka
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 2 years ago
Ujian Setelah Taubat
Ujian Setelah Taubat
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Bulan Ramadhan Segera Datang
Bulan Ramadhan Segera Datang
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Sedikit Nasehat Tentang Hadiah
Sedikit Nasehat Tentang Hadiah
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Wanita Dilarang Memakai Sepatu Hak Tinggi ?
Wanita Dilarang Memakai Sepatu Hak Tinggi ?
Ustadz Ammi Nur Baits - 3 years ago
Alangkah Beratnya Fatwa
Alangkah Beratnya Fatwa
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 2 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com