SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kok Tauhid Terus Sih ?

Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 3 years ago

Kok Tauhid Terus Sih ?

Oleh : Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, MHI

 

Kok Tauhid terus sih?

 

"Setiap hari yang didakwahkan kok tauhiiiiid melulu nggak ada peningkatan sama sekali, dari awal ngaji sampai sekarang msih aja bahas tauhid, tauhid...kite udah tau....bosen nih".

 

Setidaknya ada 4 bantahan utama tentang opini di atas:

 

1. Bantahan pertama:

 

Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum wafat (menjelang sakaratul maut) di hadapan para sahabat yang ahli tauhid, yang beliau didik puluhan tahun tentang tauhid, di ujung hayat beliau masih tetap berwasiat tentang tauhid.

Dari ‘Aisyah dan Ibnu ‘Abbas, mereka berdua berkata: 

Ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kesehatannya menurun pada saat-saat akhir hidupnya, beliau menutupkan kain khamishah-nya pada wajahnya, namun beliau melepas kain tersebut dari wajahnya ketika napasnya semakin terganggu seraya bersabda:

 لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ يُحَذِّرُ مَا صَنَعُوا

 “Laknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nashara yang telah menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid”. 

Aisyah berkata : “Beliau memperingatkan agar tidak melakukan seperti apa yang mereka lakukan”. 

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 435 & 436 dan Muslim no. 531]

Dalam riwayat yang lain 5 hari menjelang wafat beliau bersabda:

، أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur para Nabi mereka dan orang-orang shalih di antara mereka sebagai masjid. Maka, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebut”.  

[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/374-375; shahih sesuai persyaratan Muslim]

Lihatlah: di hadapan para sahabat, pemuka-pemuka tauhid, pejuang-pejuang tauhid puluhan tahun bersama Nabi, tapi wasiat terakhir Nabi masih tentang tauhid, maka jangan pernah anda bosan dengan tauhid, karena anda tidak lebih baik dan tidak lebih mulia dari para sahabat.

 

2. Bantahan yang kedua:

 

Para rasul pun yang merupakan imam-imam yang memegang panji-panji tauhid masih khawatir tertimpa kesyirikan.

Sampai-sampai Nabi Ibrahim berdoa:

 وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Ya Allah...dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala (shonam).” 

(QS. Ibrahim: 35)

Lihatlah: Nabi Ibrahim berdoa agar beliau dan anak cucunya terlepas dari kesyirikan padahal beliau adalah nabi, anaknya beliau Ismail dan Ishaq pun nabi, cucu beliau Ya'qub pun nabi, cicit beliau Yusuf pun nabi...tapi meskipun demikian beliau masih takut tertimpa kesyirikan.

Bahkan nabi terbaik pun Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berdoa khawatir tertimpa kesyirikan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”. 

( Dishahihkan al-Albani dalam shahih al-Jami' )

 

3. Bantahan ketiga:

 

Masyarakat ahli tauhid pun bisa berubah menjadi masyarakat ahli syirik jika tidak ada da'i yang mengingatkannya, sebagaimana dahulu antara Adam dan Nuh 'alaihissalam 10 abad manusia di atas tauhid...akan tetapi ketika berlalu manusia pun berubah menjadi penyembah berhala.

 

4. Bantahan keempat:

 

Realita ummat mengatakan bahwa mereka sekarang masih membutuhkan dakwah dan pencerahan tentang tauhid, masih banyak orang yang mengagungkan benda-benda keramat, mempercayai dukun, tukang sihir dan para tukang ramalan, masih percaya tathayyur (merasa apes atau sial), memintah kepada pohon, penghuni kubur, goa keramat, dan, dan, dan seterusnya.

 

Wallahu a'lam

 

Fadlan Fahamsyah

___________________

Dipost Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, MHI -hafizhahullah- Tsulasa 10 al-Muharram 1438 / 11 Oktober 2016


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com