SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

8 Sikap Mengatasi Fitnah dan Tuduhan

- 3 years ago

8 Sikap Mengatasi Fitnah dan Tuduhan

Oleh : Ustadz Fariq Gasim Anuz

(Pengajar di Jeddah Dakwah Center - Islamic Center Kota Jeddah)

 

8 Sikap Mengatasi Fitnah dan Tuduhan

 

Mungkin di antara kita selama hidup pernah difitnah atau dituduh. 

Ada yang dituduh sebagai pembohong, egois, tidak punya perasaan, pengkhianat, pencuri, dituduh selingkuh.

 

Atau dikatakan zalim, munafik, sesat, atau tuduhan-tuduhan lainnya. Padahal, termasuk zalim, menuduh dan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang tidak dilakukannya.

 

Jika Anda dituduh dan difitnah oleh seseorang, padahal Anda yakin tidak bersalah maka ada delapan sikap yang sebaiknya kita lakukan. 

 

Pertama, hendaklah kita cek dan kita pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar. Jika ternyata kita salah, jangan malu dan gengsi mengakui kesalahan dan mengikuti kebenaran. Meskipun, cara orang yang menasihati kita kasar atau mungkin bermaksud tidak baik. 

 

Kedua, memperbaiki ucapan atau tindakan kita yang menjadi penyebab orang memfitnah kita. Misalnya, bendahara masjid dituduh mencuri uang kas disebabkan tidak transparannya laporan keuangan. Maka, hendaknya dibuat laporan yang rapi dan jelas.

 

Jika seseorang dituduh nakal karena sering bergaul dengan orang-orang nakal, selektiflah dalam memilih sahabat. 

 

Ketiga, ingatlah akan aib dan dosa kita. Syekh Salim Al Hilali berkata, 

“Kalau Anda bersih dari kesalahan yang dituduhkan itu, tapi sejatinya Anda tidak selamat dari kesalahan-kesalahan lain karena sesungguhnya manusia itu memiliki banyak kesalahan.'' 

''Kesalahanmu yang Allah tutupi dari manusia jumlahnya lebih banyak. Ingatlah akan nikmat Allah ini dimana Ia tidak perlihatkan kepada si penuduh kekurangan-kekuranganmu lainnya ….” 

(Dinukil dari buku Ar Riyaa halaman 68)

 

Keempat, hendaklah kita merenung dan mengevaluasi kesalahan dan dosa-dosa kita. Baik yang berhubungan dengan muamalah antara manusia, maupun dosa-dosa antara kita dengan Allah. Tuduhan dan fitnahan bisa jadi merupakan teguran agar kita kembali dan bertobat kepada Allah. 

 

Kelima, jika kita sabar dan ikhlas, semoga tuduhan dan fitnahan ini dapat mengurangi/menghapus dosa, menambah pahala, dan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya.

 

Keenam, doakanlah si penuduh agar Allah memberi petunjuk. 

Jika memungkinkan, nasihatilah dia secara langsung maupun melalui sindiran agar dia bisa sadar dan bertobat. 

 

Maafkan dia, tapi kita boleh membalas untuk suatu kemaslahatan asalkan tidak melampaui batas. 

(Lihat surat Asy Syuuraa 40-43)

 

Jika terpaksa, doakanlah keburukan untuk si zalim agar ia menjadi sadar dan bertobat.

 

Ketujuh, shalat istikharah untuk meminta bimbingan Allah cara yang tepat mengklarifikasi atau membela diri. Meladeni dan membantah terkadang justru membuka pintu keburukan untuk kita. 

 

Bisa jadi, klarifikasi tanpa menyebutkan tentang tuduhan mengenai dirinya dan tanpa menyebutkan nama penuduh akan banyak memberikan manfaat untuk umat.

 

Kedelapan, yakinlah musibah tuduhan merupakan kebaikan untuk Anda. Si penuduh yang merugi karena dia telah melakukan kejahatan dan berhak memperoleh azab-Nya.

 

Allah berfirman yang artinya, 

“…. Janganlah kamu mengira berita (bohong) itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapatkan dosa yang diperbuatnya ….” 

(Surah an Nuur 11)

 

“Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.” 

(Surah an Nuur 23)

 

Semoga kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan tidak mudah menuduh orang lain tanpa bukti dan dapat menyikapi dengan bijaksana saat mendapat fitnah.

 

________

Dishare Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi, Arbi'a 7 Dzulqo'dah 1437 / 10 Agustus 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Anak dan Ihsan
Anak dan Ihsan
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 5 years ago
Keadaan Hati Di Dalam Dada
Keadaan Hati Di Dalam Dada
Ustadz Abu Zubair Al Hawary. Lc - 6 years ago
Sudah Ditanggung Allah
Sudah Ditanggung Allah
Ustadz Abdulloh Zein. Lc - 3 years ago
Memohon Istiqomah
Memohon Istiqomah
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 4 years ago
Cinta Yang Abadi
Cinta Yang Abadi
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Popularitas
Popularitas
5 years ago
Tidak Ada Waktu Pensiun Dalam Beribadah
Tidak Ada Waktu Pensiun Dalam Beribadah
Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com