SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Menyebut Sayyidina

- 4 years ago

Hukum Menyebut Sayyidina

Oleh : Ustadz Abu Salma Muhammad

 

HUKUM MENYEBUT SAYYIDINA

 

1. Para ulama menjelaskan bahwa menyebut Nabi yang mulia Shallallahu alaihi wa sallam dengan sebutan Sayyidina wa Maulana wa Syafi'ina, dstnya adalah boleh dan tidak terlarang. 

 

2. Namun para ulama berbeda pendapat dalam hal menambahkan kata sayyid atau maula pada saat bersholawat kepada Nabi :

- sebagian ulama membolehkan secara mutlak. Dan ini pendapat al-Haitami, dll. 

- sebagian ulama membolehkan sholawat diluar sholat, namun jika didalam sholat adalah hendaknya mengikuti cara Nabi termasuk dalam hal bacaan shalawat. Jadi tidak boleh ditambah-tambahi.

- sebagian lagi melarang tambahan tsb kepada sholawat Nabi kecuali diluar sholat. Karena Nabi ketika mengajarkan sholawat beliau mengatakan 

قولوا اللهم صل على محمد وعلى ال محمد

Ucapkanlah Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad... 

Dan tidak ada riwayat dari para sahabat dan tabi'in, termasuk para ulama madzhab dan ulama hadits seperti Imam Bukhari, Muslim, dll, mereka menambahkan lafal Sayyidina atau Maulana saat bersholawat kepada Nabi. 

Karena Sholawat itu bagian dari ibadah dan hendaknya tidak diamalkan melainkan apabila ada tuntutannya. 

Adapun diluar itu, maka Nabi adalah Sayyid, Maula, Syafi', dll, dan ini adalah suatu hal yang tidak boleh ditolak.

 

3. Beberapa fatwa ulama :

- Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad

Ketika ditanya hukum sholawat dengan menyebut Sayyid kepada Nabi, beliau menjawab :

هو سيدنا بلاشك ولكن لم يرد هذا عن الصحابة ولا عن التابعين ولا عن أئمة الحديث رحمهم الله كا البخاري ومسلم واصحاب السنن رحم الله الجميع

Beliau (Rasulullah) adalah sayyid kita tanpa ada keraguan. Namun, tidak ada riwayat dari sahabat, tabi'in ataupun para imam ahli hadits seperti Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan rahimahumullahu yang menggunakannya.

 

- Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin

Ketika ditanya hukum mengucapkan Sayyidina saat sholawat, beliau menjawab  

Kami berpendapat bahwa tidak diragukan lagi bahwa Rasulullah Shallallāhu 'alaihi wa sallam itu adalah Sayyid (penghulu)-nya makhluk dan sayyidnya anak keturunan Adam. Dan beliau memiliki siyadah (kepemimpinan) mutlak atas seluruh manusia, namun kepemimpinan beliau adalah atas manusia dan makhluk. 

Adapun kepemimpinan absolut maka hanyalah milik Allâh Azza wa Jalla. Sedangkan Rasulullah Shallallāhu alaihi wa sallam adalah sayyidnya anak Adam di dunia dan akhirat. Beliau adalah imam mereka, karena itu wajib atas setiap mukmin utk meyakini hal ini ada pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Adapun tambahan kata Sayyidina di dalam sholawat atas Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, jika yang juga maksudkan adalah redaksi yang terdapat didalam nash (dalil), maka tidak sepatutnya mengucapkannya. Karena lafal ini tidak disebutkan, sedangkan redaksi yang berasal dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam didalam sifat sholat beliau, adalah yang paling baik dan utama untuk diikuti. 

Adapun jika sholawat secara mutlak (bebas), maka tidak mengapa mengucapkan : Allahumma Shalli ala Sayyidina Muhammad wa Ala Alihi wa Shohbihi ajmain. Yang seperti ini tidak mengapa mengucapkannya, karena Nabi memang memiliki siyadah (kepemimpinan) atas manusia. 

Akan tetapi, saat sholawat kepada Nabi ketika tasyahhud, maka kita tidak boleh menambah-nambahinya. Karena memang tidak ada riwayatnya dari Rasulullah Shallallāhu 'alaihi wa sallam. 

 

✅ Kita ucapkan : Assalamu'alaika ayyuhan Nabi Warohmatullahi Wabarakatuh 

Namun kita tidak mengucapkan : Assalamu'alaika sayyidana ayyuhan Nabi Warohmatullahi Wabarakatuh

 

✅ Kita ucapkan : Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala Ali Muhammad 

Namun kita tidak mengucapkan : Allahumma Shalli ala sayyidina Muhammad wa ala Ali Muhammad 

 

Bahkan ‼kita tidak boleh pula mengucapkan : Allahumma Shalli ala nabiyyina Muhammad wa ala Ali Muhammad 

✅ Namun kita hanya ucapkan : Allahumma Shalli ala Muhammad sebagaimana terdapat di dalam nash (hadits). 

 

Yang demikian inilah yang lebih utama dan afdhal ‼

 

@abinyasalma

___________________

Dipost Ustadz Abu Salma Muhammad -hafizhahullah- Jumu'ah 10 Syawal 1437 / 15 Juli 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Antara Hasil dan Ikhtiar
Antara Hasil dan Ikhtiar
Redaksi - 7 years ago
Diam
Diam
5 years ago
Bersalaman Setelah Shalat Fardhu??
Bersalaman Setelah Shalat Fardhu??
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 5 years ago
Pencuri Kue
Pencuri Kue
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Hadirilah Kajian Ilmu Syar'i
Hadirilah Kajian Ilmu Syar'i
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com