SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Diantara Komisi Pengkajian Fikih dan Institusi Ilmiah Yang Terbentuk Di Dunia Islam

- 2 years ago

Diantara Komisi Pengkajian Fikih dan Institusi Ilmiah Yang Terbentuk Di Dunia Islam

Oleh : Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc

 

Hasan berkata, “Tidaklah suatu kaum bermusyawarah melainkan Allah akan memberi petunjuk kepada mereka kepada urusan yang paling utama.” 

Dalam lafadz lain, “Melainkan Allah akan memberi untuk mereka petunjuk atau yang bermanfaat.”

 

Berkumpul dan bermusyawarah akan membuka pintu dialog dan diskusi, masing-masing peserta akan mendapatkan ilmu, fikih, pengetahuan, metode istinbath pada orang lain yang tidak ada pada dirinya. Dengannya, beragam pemahaman akan semakin dekat dan celah untuk berselisih semakin kecil.

 

Jika ijtihad kolektif sangat penting pada masa-masa yang telah lalu untuk memahami gambaran suatu masalah dengan baik dan menghukuminya, maka di zaman sekarang itu lebih urgent lain. Karena isu-isu kontemporer semakin beragam dan bermacam-macam. Saat ini kita berada pada era takhash-shush (spesialisasi ilmu). Seorang fakih yang hebat sekalipun pasti membutuhkan para spesialis ilmu yang terkait dengan isu-isu kontemporer yang akan dibahasnya.

 

Umat Islam tetap berada diatas kebaikan. Pada hari ini telah terbentuk beberapa ‘Majami’ Fiqhiyyah’ (Komisi pengkajian fikih), ‘Haiat wa Lijan Ilmiyyah’ (Institusi dan Komite Ilmiah) yang merepresentasikan ijtihad kolektif.

Diantara komisi pengkajian fikih yang terbentuk di dunia Islam adalah:

1. Majma’ Al Fiqhi Al Islami (divisi Rabithah Al Alam Al Islamy). Dahulu diketuai oleh Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah, kemudian Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah, kemudian sekarang Syaikh Abdulaziz Aali Syaikh (mufti kerajaan Saudi Arabia yang sekarang). Komisi ini telah mengelurkan sejumlah keputusan untuk beragam isu-isu kontemporer. Komisi ini juga menerbitkan jurnal rutin yang berisi keputusan-keputusan dan sebagian hasil penelitian komisi.

2. Majma’ Al Fiqhi Al Islami (divisi fikih OKI), belakangan juga disebut (Majma’ Al Fiqhi Al Islami Ad Dauly). Dahulu diketuai oleh Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, dan sekarang Syaikh Shaleh bin Humaid waffaqahullah. Komisi ini juga telah menelurkan sejumlah keputusan dan seluruh hasil penelitiannya diterbitkan dalam bentuk majalah dalam 40 volume besar.

Ada juga komisi-komisi yang lain seperti Majma’ Al Buhuts Al islamiyyah di Mesir, Majma’ Fuqaha` Al Syar’iyyah di Amerika, Majma’ Al Fiqhi Al Islami di India dan terakhir telah dibentuk Majma’ Al Fiqhi Al Saudi.

Adapun institusi-institusi ilmiah diantaranya:

1. Hai`ah Kibar Al Ulama di Kerajaan Saudi Arabia, beranggotakan para ulama KSA dan mengadakan pertemuan dua kali dalam setahun, membahas sejumlah isu dan kasus yang diantaranya berkaitan dengan transaksi-transaksi kontemporer dan yang lainnya.

2. Al Lajnah Al Da`imah Li Al Buhuts wa Al Ifta`, ia adalah divisi Hai`ah Kibar Al Ulama, komite ini mengkaji banyak substansi, isu dan kasus serta menerbitkan fatwa-fatwa tertulis.

3. Hai`ah Al Muraja’ah wa Al Muhasabah Li Al Mu`assasat Al Maliyyah Al Islamiyyah, bertempat di Bahrain, memiliki konstribusi besar dalam meletakkan rambu-rambu syar’iyyah untuk beragam transaksi ekonomi kontemporer. Institusi ini memiliki keistimewaan, setiap kasus didiskusikan lebih dari satu komite dan pertemuan. Ketika ada suatu kasus yang hendak dibahas, salah satu peneliti diminta untuk menulis tentangnya, kemudian didiskusikan dihadapan komite syar’iyyah. Peneliti tersebut lalu melakukan revisi sesuai dengan pendangan komite jika ada. Setelah itu, hasil penelitiannya akan dipresentasikan pada majlis syar’i. Setelah proses panjang diskusi, tukar pikiran dan pengkajian, barulah diterbitkan sebuah keputusan dalam bentuk aturan yang ringkas.

4. Al Hai`at Al Syar’iyyah Fi Al Masharif Al Islamiyyah. Sebagian dari institusi ini juga memiliki konstribusi yang istimewa dalam kajian dan penelitian terhadap isu dan kasus yang terkait dengan transaksi-transaksi perbankan.

 

Dinukil dari Kitab ‘Fiqhu Al Mu’amalati Al Maliyyah Al Mu’ashirah’, hal. 16 – 22

__________________________

Dipost Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc -hafizhahullah- Jumu'ah 17 Syawal 1437 / 22 Juli 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Catatan Ardian
Catatan Ardian
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Keep Smiling
Keep Smiling
4 years ago
Ombak Kehidupan
Ombak Kehidupan
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Syubhat orang kafir dalam keesaan Allah azza wa jalla
Syubhat orang kafir dalam keesaan Allah azza wa jalla
Redaksi salamdakwah.com - 6 years ago
Beberapa Hal Yang Dilakukan Di Bulan Ramadhan
Beberapa Hal Yang Dilakukan Di Bulan Ramadhan
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Menjadi Orang Terkaya
Menjadi Orang Terkaya
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Tadabbur Alam
Tadabbur Alam
3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com