SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Terlalu Sering Bergaul

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago

Terlalu Sering Bergaul
Terlalu Sering Bergaul

Terlalu sering bergaul merupakan penyakit yang sulit untuk disembuhkan dan ia dapat menimbulkan berbagai jenis keburukan dalam hati. Betapa banyak kenikmatan terampas sebab banyak bergaul dan berinteraksi dengan manusia, serta betapa banyak bibit permusuhan tumbuh karenanya, berapa rasa dendam tertanam dalam hati, dimana ia bisa hilang jika berada di pegunungan yang tinggi, namun bila berada di dalam hati ia tidak bisa musnah. Terlalu banyak bergaul akan membawa kerugian di dunia dan akhirat.

Maka hendaknya seorang hamba cukup mengambil sebagian waktunya untuk bergaul, dan mengklasifikasikan manusia menjadi empat jenis dalam pergaulan, kapan waktunya harus bergaul maka cukup mengambil salah satu dari keempat jenis tersebut, tetapi bila tidak bisa membeda-bedakan di antara mereka niscaya keburukan yang akan panen:

Pertama: jenis bergaul kedudukannya seperti makanan, dimana ia membutuhkannya dibeberapa waktu sehari semalam. Dan tatkala kebutuhannya sudah terpenuhi ia pun segera meninggalkan pergaulannya tersebut. Kemudian jika butuh kembali maka segera bergaul kembali dan begitu seterusnya. Mereka yang diajak bergaul itu adalah orang-orang mengenal Allah, mengetahui perintah-Nya, serta mengetahui tipu daya musuh-Nya. mereka juga mengetahui berbagai jenis penyakit hati dan cara mengatasinya, mereka sosok kalangan yang memberi nasehat karena Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya , dan seluruh makhluknya. Untuk jenis ini maka bergaul dengan mereka akan benar-benar beruntung.

Kedua: jenis bergaul yang kedudukannya seperti obat. Membutuhkannya saat sakit, selama engkau sehat maka tidak perlu untuk bergaul dengannya. Mereka itu orang-orang yang dibutuhkan saat berkaitan dengan maslahat kehidupan, serta segala perkara yang engkau butuhkan dari berbagai macam bentuk transaksi, musyawarah, dan yang sejenisnya. Jika telah terpenuhi kebutuhanmu saat bergaul pada jenis pergaulan ini, maka pergaulanmu dengan mereka ini merupakan sebuah karunia.

Ketiga: Jenis pergaulan, jika bergaul dengan mereka sama halnya dengan penyakit, Ada yang tingkat resiko bergaul dengan mereka seperti penyakit yang sulit diobati dan kronis. Yaitu sebuah pergaulan yang tidak menguntungkan dari segi agama atau duniawi, sekalipun demikian ia mesti merugi, entah dari sisi agama ataupun dunia. Ada lagi  di antara jenis manusia yang tidak lihai dalam berbicara maka hal ini tidak akan  bermanfaat bagimu, ada juga tipe yang tidak bisa diam, dan ada pula seseorang yang tidak mengetahui hakikat tipe dirinya sendiri sehingga ia pun menempatkan pada sebuah peran tertentu. Bahkan bila berbicara maka perkataannya seperti orang yang bermaksiat yang merasuk kedalam hati para pendengarnya disertai rasa kagum dan senang dengan perkataannya sendiri. Saat berbicara dengan orang lain ia mengira bahwa dirinya ibarat aroma wangi misik yang mengharumkan sebuah majlis.
 
Secara umum, bergaul dengan setiap orang yang menyimpang terhadap jiwa ini sifatnya ada yang temporal dan ada juga yang permanen, barangsiapa yang sudah maksimal menjalani kehidupan dunia, maka seorang hamba bakal menerima cobaan dari salah satu jenis pergaulan tersebut tidak ada pelarian lain selain harus bergaul dengan hal itu, maka hendaknya ia mempergaulinya dengan sekedarnya saja, yaitu hanya lahirnya saja yang bergaul namun secara batin tidak, sampai akhirnya Allah memberikan jalan keluar dan solusi baginya.

Keempat: bergaul dengan jenis manusia rusak, dan ini serupa dengan memakan racun. Apabila bisa diatasi dengan obat penawarnya maka hal itu baik, namun jika tidak maka semoga Allah mengaruniakannya kesabaran. Sungguhnya banyak jenis pergaulan semacam ini pada diri manusia –semoga Allah tidak memperbanyak jumlah mereka- mereka itu adalah ahli bid’ah dan kesesatan. Golongan yang berpaling dari sunnah Rasulullah Shallallâhu 'Alaihi Wasallam  dan mengajak untuk menyelisihinya. Sehingga mereka menjadikan sunnah sebagai bid’ah dan perbuatan bid’ah menjadi sunnah. Untuk jenis ini, maka bagi orang yang berakal tidak layak untuk duduk bersama atau bergaul dengan mereka. Jika dilakukan maka hatinya akan mati atau tertimpa penyakit.

Kita memohon kepada Allah Ta'ala agar menuntun kita kepada jalan yang lurus.

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Futur
Futur
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Cara Beriman Dengan Takdir
Cara Beriman Dengan Takdir
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Sikap Ahli Sunnah
Sikap Ahli Sunnah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Aku Sedang Diawasi
Aku Sedang Diawasi
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Bentuk Cinta Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Bentuk Cinta Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 6 years ago
Uang tips dan hadiah
Uang tips dan hadiah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Mendekatlah kepada Allah Taala dan Bertaubat kepada-Nya..
Mendekatlah kepada Allah Taala dan Bertaubat kepada-Nya..
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Nasehat Kepada Para Pemilik Travel Haji dan Umroh
Nasehat Kepada Para Pemilik Travel Haji dan Umroh
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago
Siapakah Yang Mendapatkan Keutamaan Lailatul Qodar
Siapakah Yang Mendapatkan Keutamaan Lailatul Qodar
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com