SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berpuasa Berlatih Jadi Orang Miskin

Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago

Berpuasa Berlatih Jadi Orang Miskin

Berpuasa Berlatih Jadi Orang Miskin (??)

 

Sebagian mubaligh atau penceramah menjelaskan bahwa diantara hikmah berpuasa ialah melatih diri menjadi orang miskin. Ada pula yang mengatakan bahwa dengan berpuasa anda sedikit mencicipi rasa derita yang dialami oleh orang miskin.

 

 

Sekilas ucapan di atas sungguh rasional, namun tatkala anda renungkan lebih mendalam ucapan di atas kurang sejalan dengan ayat berikut:

 

 

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)

 

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. 

 

(Al Baqarah: 183)

 

Dengan jelas alasan berpuasa ialah agar anda menjadi orang yang bertaqwa, bukan agar anda menjadi orang miskin atau minimal memiliki kesiapan mental menjadi orang miskin.

 

Tentu dua hal ini sangatlah berbeda jauh, karena anda pasti tahu bahwa untuk menjadi orang yang bertaqwa tidaklah harus menjadi miskin terlebih dahulu. Kalaupun anda adalah orang kaya paling kaya, anda memiliki peluang besar menjadi orang yang bertakwa, sama besarnya dengan orang yang miskin. 

 

Faktanya, betapa banyak orang miskin kafir, fasik dan sesat, sebaliknya betapa banyak orang kaya raya yang bertakwa, salah satunya ialah anda wahai saudaraku yang sedang membaca tulisan ini, bukankah demikian?

 

Saudaraku, sadarilah sejatinya taqawa ialah kemampuan anda mengendalikan hawa nafsu anda, sehingga hawa nafsu anda senantiasa tunduk dan patuh kepada aturan syari’at agama. Bukan hanya tunduk dan patuh, bahkan anda berhasil menjadikan hawa nafsu anda bagian dari ibadah anda. Sebagaimana ketika berpuasa, anda menuruti nafsu makan dan minum karena menjalankan perintah dan mengharapkan pahala, bukan hanya sekedar melampiaskan selera belaka. 

 

Anda menyantap hidangan buka puasa dan makan sahur, karena menjalankan perintah dan keteladanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

 

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْإِفْطَارَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ

 

 

Ummatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahurnya. 

 

(Ahmad dan lainnya)

 

Sebagaimana pula anda menghentikan nafsu anda dalam rangka menjalankan perintah, sebagaimana tergambar pada firman Allah berikut ini:

 

 

)أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ

 

الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ(

 

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.

 

(Al Baqarah: 187)

 

Kemampuan untuk senantiasa menundukkan hawa nafsu alias mengendalikan hawa nafsu semacam inilah hakikat dari ketakwaan. 

 

Orang yang bertaqwa adalah orang yang benar-benar berhasil menundukkan hawa nafsunya, sehingga tiada yang ia inginkan atau cintai kecuali yang Allah dan Rasul-Nya cintai. Dan tiada yang ia benci kecuali sesuatu yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya benci. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من نفسه وولده وأهله والناس أجمعين

 

Tidaklah engkau dianggap beriman hingga diriku lebih ia cintai dibanding dirinya, anak keturunannya, keluarganya dan seluruh manusia. 

 

(Muttafaqun ‘alaih)

 

Jadi ndak perlu berlatih kelaparan atau mencicipi hidup dalam kemiskinan. Silahkan anda menjadi orang kaya, namun berlatihlah mengendalikan hawa nafsu anda, agar tiada mendorong anda untuk berbuat maksiat, bahkan sebaliknya terus mengobarkan semangat dalam diri anda untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala Sang Penciptanya.

Karena itu sangat ironis bila selama bulan puasa; di siang hari anda berjuang mengendalikan hawa nafsu, namun ketika malam telah tiba anda kembali mengumbar hawa nafsu anda seakan anda kehilangan kekang atau kendali. Bila demikian ini sikap anda, maka dapat dipastikan anda gagal mengilhami nilai-nilai taqwa yang bertujuan menghantarkan anda menjadi orang yang benar-benar bertaqwa.

Selamat berpuasa, semoga Allah memudahkan anda untuk mengendalikan hawa nafsu anda.

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Wali Asli Vs Wali Imitasi
Wali Asli Vs Wali Imitasi
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
Penggunaan Kentongan dan Bedug Untuk Menandai Waktu Sholat
Penggunaan Kentongan dan Bedug Untuk Menandai Waktu Sholat
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim
Biang Krisis Ekonomi Menurut Ibnu Qoyyim
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Demikianlah Kedermawanan Sejati
Demikianlah Kedermawanan Sejati
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Resep Manjur Penangkal Penyakit Hasad
Resep Manjur Penangkal Penyakit Hasad
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 2 years ago
Untung Ada Saya
Untung Ada Saya
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Mengentaskan Kemiskinan (Dengan Sistem Perekonomian Islam)
Mengentaskan Kemiskinan (Dengan Sistem Perekonomian Islam)
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 4 years ago
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Menanti Panggilan Malaikat Pencabut Nyawa
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 1 year ago
Ujian Pasti Datang
Ujian Pasti Datang
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 5 years ago
Haruskah Anda Menembak Semua Musuh ?
Haruskah Anda Menembak Semua Musuh ?
Ustadz Dr. Arifin Badri, MA - 3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com